Khairil : Harapan & Cinta Sejati

Khairil : Harapan & Cinta Sejati
Bab 6 | Khawatir


__ADS_3

...Manusia terkadang, terlalu berlebih-lebihan dalam menyikapi suatu hal yang ia belum tahu betul kebenarannya. Namun, itulah kita (manusia) diberi akal oleh Allah untuk berpikir. Terlebih jika hal itu sudah menyangkut seseorang atau sesuatu yang kita sayangi....


......................


“Breaking news pemirsa, diduga akibat rem blong. Sebuah truk trailer yang sedang menepi di bahu jalan, ditabrak sebuah minibus dari arah belakang yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan beruntun. Mini bus yang menabrak truk trailer itu, mengalami rusak berat akibat terhimpit oleh minibus lain yang berada dibelakangnya. Kejadian ini terjadi di Cilincing, Jakarta Utara.”


Jizah yang masih berada di rumah Abah dan sedang berada diruang makan, tak sengaja mendengar suara televisi yang sedang ditonton oleh Aska, suami dari Shafiyyah. Perempuan itu tak seperti biasanya, jantungnya berdetak cepat mendengarnya. Dan buru-buru ia hampiri Aska untuk melihat televisi.


"Kecelakaan tunggal?" Tanya Jizah mengagetkan Aska .Laki-laki itu langsung menuntun Jizah untuk duduk disampingnya. Belum sempat ia menjelaskan, presenter TV itu melanjutkan beritanya.


“Ya, seperti yang anda lihat dilayar kaca. Polisi lalulintas langsung sigap datang ke lokasi dengan beberapa ambulans. Belum diketahui, adakah korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun, bisa anda lihat pemirsa? minibus berplat nomor F 111 BD terlihat benar-benar rusak berat.”


Deg...


Jizah mencengkeram kuat lengan Aska. Tiba-tiba saja, dada wanita itu seperti tertimpa suatu yang berat, terasa sangat sesak.


"Ammah, Ammah kenapa?" Tanya Aska panik


"Khairil, i-itu mobil Khairil..." Tiba-tiba saja, Jizah langsung tak sadarkan diri. Aska yang panik langsung berteriak memanggil istrinya.


Kedua suami istri yang berprofesi sebagai dokter itu, langsung membawa Jizah ke rumah sakit. Tak lupa Shafiyyah mengabari pamannya.


......................


Sementara itu, di Bogor. Zurran sedang mengerjakan tugas kuliahnya bersama teman sekelompok nya disebuah saung yang berada di taman. Setelah sebelumnya tadi ia selesaikan terlebih dahulu kegiatannya di pesantren.


Khofifah bisa melihat teman laki-lakinya itu tiba-tiba begitu berkeringat. Terlihat jelas di keningnya, peluh keringat beberapa kali menetes.


"Zurr? kamu kenapa sih kok dari tadi ku liatin kamu kayak orang habis lari gitu?" Tanya Khofifah


"Fah? dia kebelet kali, jadi keringatnya sampe ngucur." Ujar laki-laki bernama Fahmi yang duduk di samping Zurran terkekeh


"Ah, enggak. Nggak tau nih kenapa, tiba-tiba begini. Mungkin karena cuaca terlalu panas." Ucap Zurran beralasan


Dering suara chat dan telepon masuk beberapa kali terdengar dari ponsel Zurran. Namun, laki-laki itu terlalu fokus pada layar laptop dihadapannya.


"Zurr, dari tadi ponsel kamu bunyi tau." Ucap Khofifah memberitahu

__ADS_1


"Nggak apa-apa, paling dari operator." Ucap Zurran sekenanya


"Helehh... operator-operator? nih luh liat, keluarga luh yang nelpon." Fahmi mengambil handphone Zurran yang sedari tadi diletakkan begitu saja di sampingnya


Dengan cepat Zurran mengambil handphonenya dan dilihatnya banyak pesan dan telepon masuk dari Azzam dan juga Rasyid, sepupunya.


Dengan penasaran, Zurran menelpon balik Rasyid.


"Halo, Assalamualaikum?"


"Waalaikumsalam, akhirnya kamu angkat juga Zurr. Kamu sekarang lagi dimana?"


"Zurran lagi kerjain tugas bareng temen-temen bang. Kenapa, kok Abang kayak panik gitu suaranya?"


"Umma, Umma kamu sekarang ada di rumah sakit. Beliau syok, lihat mobil Abang kamu di tv karena kecelakaan."


"Umma? Abang? Zu-Zurran kesana sekarang juga bang. Abang kirim maps alamat rumah sakitnya. Sekarang Zurran langsung berangkat, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, Iya kamu hati-hati."


"Ada apa Zurr?" Tanya Fahmi dan Khofifah bersamaan


"Gue harus cabut sekarang juga, Abang gue kecelakaan dan Umma sekarang dirumah sakit karena syok." Jawab Zurran


"Innalilahi wa innailaihi Raji'un... ya udah ayo buruan kamu berangkat. Sekarang juga ku pesenin kamu taksi online. Karena nggak baik kalo kamu dalam keadaan panik bawa motor, yang ada nanti takutnya kamu juga kenapa-kenapa." Ujar Khofifah yang ternyata begitu khawatir dan sama paniknya


Zurran tidak tahu wanita dihadapannya itu perhatian terhadapnya atau apa. Yang jelas sekarang ia harus segera berangkat menuju Tangerang.


......................


Sementara itu, diruang rawat inap. Jizah dikelilingi oleh Bani, Aska dan juga Shafiyyah. Dokter mengatakan ia terkena serangan jantung ringan. Beruntungnya langsung dibawa ke rumah sakit, jadi dokter bisa menanganinya dengan cepat.


Sementara, Azzam dan Rasyid mereka pergi ke Jakarta untuk mencari tahu bagaimana keadaan Khairil. Awalnya ingin Dhana dan Hadi yang akan ke Jakarta, namun karena usia mereka yang sudah tua, jadi biarkan anak-anak mereka saja.


Satu jam berlalu, Zurran baru tiba di rumah sakit tempat Jizah dirawat. Ia sudah ditunggu oleh Aska dan langsung menuju ke ruangan Jizah.


"Assalamualaikum, Um-Umma? Ammi, Umma nggak kenapa-napa kan?" Tanya Zurran, langsung menggenggam tangan Jizah yang belum sadarkan diri

__ADS_1


"Umma kamu terlalu syok dan dokter bilang, Umma kamu kena serangan jantung ringan." Jawab Bani


"Serangan jantung? ta-tapi Umma masih bisa sembuh kan Ammi?" Tanya Zurran lagi


Aska mendekati Zurran. "Insya Allah, dengan banyak-banyak istirahat Ammah Jizah akan sembuh. Dan sekarang Ammah belum sadarkan diri karena masih dalam pengaruh obat yang disuntikkan ke infus." Jelas Aska yang mengerti kekhawatiran Zurran


"Terima kasih ya Ammi, Abang dan juga kakak? Sudah langsung bawa Umma kerumah sakit." Ucap Zurran


"Kita ini keluarga besar Zurran, sudah sepatutnya seperti itu." Ujar Bani


Zurran menatap lekat wanita yang telah melahirkannya. "Zurran belum siap jika harus kehilangan Umma." Batin Zurran dan tiba-tiba ia ingat dengan abangnya itu


"Oh ya bang Aska? Abang Khairil bagaimana?" Tanyanya pelan agar tak mengganggu Jizah


"Kita tunggu kabar dari...." Belum selesai Aska menjawab, Jizah sudah terlebih dahulu mulai sadarkan diri


"Khairil.... Khairil putra Umma, bagaimana keadaanmu nak?" Ucap Jizah menangis


Dengan sigap Zurran menenangkannya. "Insya Allah Abang Khairil nggak apa-apa Umma, kita berdo'a dan tunggu kabar saja ya?"


"Iya Ann, kamu yang tenang dulu dan selalu berhusnudzhon, Insya Allah Khairil nggak apa-apa. Rasyid sama Azzam udah ke Jakarta untuk lihat keadaannya bagaimana." Tutur Bani yang juga mencoba menenangkan


"Zurran? Umma saja belum siap jika harus meninggalkan kalian, apalagi jika harus kehilangan Abang kamu. Umma nggak akan sanggup. Jadi Umma mau kita ke Jakarta sekarang, untuk lihat keadaan Abang kamu ya? Umma mohon." Lirih Jizah memeluk Zurran


"Umma, tadi dengar kan Ammi Bani bicara apa? kita tunggu saja kabar dari Abang Azzam atau Abang Rasyid. Sekarang, kondisi Umma belum memungkinkan untuk pergi kesana." Tutur Zurran yang sebenarnya juga sangat khawatir dengan Abang laki-lakinya, Khairil.


Kabar kecelakaannya Khairil telah sampai pada dua kakak perempuannya, Naura dan Aisyah yang berada di Bandung. Mereka terkejut ketika mengetahui hal itu, namun lebih terkejut lagi saat tahu kalau Jizah pun dirawat di rumah sakit. Hingga akhirnya keduanya berbagi tugas, Naura yang sedang ditinggal Akbar bertugas memilih menemui Jizah terlebih dahulu. Dan Aisyah bersama suaminya Ali, langsung ke Jakarta.


......................


..."Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk sorga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, "Bilakah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat."...


...QS. Al-Baqarah ayat 214...


Bagaimana teman-teman, puasa hari keduanya? semangat terus yaa sampai hari kemenangan...


Jangan lupa like, komen dan vote Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2