Khairil : Harapan & Cinta Sejati

Khairil : Harapan & Cinta Sejati
Bab 5 | Status Yang Sama


__ADS_3

"Emangnya, dulu Umma awal jatuh cinta sama siapa?" Pertanyaan Khairil itu langsung menimbulkan gelak tawa dari Hadi. Laki-laki paruh baya itu sampai memegangi perutnya.


"Ammi kenapa sih? Khairil kan cuma nanya, kok Ammi ketawa sampe segitunya?" Ucap Khairil langsung membuat Hadi terdiam


"Astagfirullahal'azhim... iya-iyaa? maaf, Ammi cuma keinget aja. Dulu, Umma kamu itu? awal jatuh cinta sama..."


Belum sempat Hadi menyelesaikan perkataannya, Jizah sudah terlebih dahulu memotongnya.


"Sama almarhum kakek kamu lah nak. Abah adalah cinta pertama Umma." Ucap Jizah duduk di samping Khairil


Perempuan itu keluar dari kamar dimana Rifka berada karena mendengar gelak tawa dari Hadi. Beruntungnya ia keluar dan mendengar ucapan Hadi dan buru-buru langsung menghentikannya.


"Yah Umma, kalo itu Abang sih udah tau. Cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya dan cinta pertama anak laki-laki adalah ibunya. Abba sama Umma kan dari dulu ngomongnya itu terus." Jelas Khairil


"Umma kamu itu paling bisa kalo mengalihkan pembicaraan Ril, jadi mending kamu tanya aja sendiri." Ucap Hadi meninggalkan keduanya diruang tamu


Khairil menatap Jizah dan tersenyum penuh arti. "Okee, Abang mau tanya langsung ke Umma. Siapa sebenernya cinta pertama Umma?" Tanya Khairil


"Bu-buat apa sih bang? nggak penting lah itu, udah mending sekarang kita ke makam dulu yuk." Dengan gugup Jizah langsung mengalihkan pembicaraan


Khairil bertepuk jidat. "Masya Allah.... iya, seharusnya kita ke makam dulu sebelum kesini."


"Ya udah nggak apa-apa, kita sekarang pamit dulu ke Ammi dan Ammah kamu." Ucap Jizah


...----------------...


Setiap kali kaki itu berpijak di tanah ini, selalu saja rasa rindu yang teramat besar itu tak bisa sepenuhnya hilang begitu saja. Karena, bila rindu? tentu obatnya hanya bertemu. Tapi bagaimana bisa, jika alam yang ditempati sudah berbeda?


Tempat dimana manusia paling takuti. Tempat peristirahatan terakhir setiap manusia, terutama seorang muslim. Dari tanah, kembali ke tanah — itulah kita.


......................


Ibu dan anak itu, duduk begitu saja seperti biasa. Berusaha mungkin tak ada air mata yang menetes untuk kali ini. Jizah menggenggam kuat-kuat tangan Khairil, putranya.


"Kamu mau tau cinta pertama Umma setelah kakek kamu nak?" Tanya Jizah memandang Khairil


Dengan hati-hati Khairil menganggukkan kepalanya. "Iya Umma, siapa?"


Jizah melepaskan genggamannya dan menyentuh nisan bertuliskan nama Muhammad Tsaqif Pratama, putra pertamanya dengan almarhum Aldi.


"Almarhum Abang kamu nak, dia cinta pertama Umma, melebihi siapapun. Dia yang telah mengajarkan Umma, arti dari sebuah kesabaran yang sesungguhnya. Dia yang sudah mengajarkan Umma, untuk selalu percaya bahwa apapun takdir yang Allah berikan kepada kita, selalu ada hal baik yang ingin Allah tunjukkan." Dengan sendu Jizah kembali menatap Khairil


"Umma berharap sama kamu bang, jika nantinya Allah berikan jalan takdir yang sama seperti Umma atau almarhum Abba untuk kamu? belajarlah sabar dan ikhlas. Karena dua hal itu sangatlah penting untuk seorang hamba. Sabar, atas segala sesuatu yang sering membuat manusia itu lalai. Dan ikhlas, ikhlas menerima segala ketetapan terindah yang Allah kasih untuk siapapun hamba-Nya." Tutur Jizah lembut

__ADS_1


Khairil langsung memeluk erat tubuh Jizah. Jika ditanya apakah ia tahu kalau Tsaqif bukanlah anak pertama Jizah dengan Mufid? sudah tentu ia tahu. Walaupun, dirinya dan Zurran sempat terkejut dengan hal itu hingga akhirnya mereka berdua paham tentang masa lalu Jizah.


"Umma? Abang ngerasa kalau Abba kecewa sama Abang." Ucap Khairil


"Kenapa kok kamu ngomongnya begitu?" Tanya Jizah tak paham


"Iya, habisnya Abang cuma bisa menghapus air mata di pipi Umma aja, nggak bisa mencegahnya buat nggak turun." Ujar Khairil membuat Jizah tersenyum


"Maafin Umma ya? ya sudah, sekarang kita berdo'a habis itu Umma mau ke rumah Abah dan kamu bisa ke Jakarta buat nemuin ayah kamu itu." Ujar Jizah


"Apa Umma nggak mau ikut Abang kesana?" Tanya Khairil


"Umma lain kali aja kesana nya, disini masih banyak cucu Umma yang harus ditengok." Jawabnya


Dan akhirnya mereka berdo'a setelah itu pergi meninggalkan pemakaman.


...----------------...


"Sepertinya, memang kamu butuh jawaban lebih dari banyak pertanyaan yang ada dibenak mu itu nak. Umma hanya bisa berdo'a semoga tidak ada rasa kecewa nantinya, setelah kamu mendapatkan jawaban yang tidak kamu sukai." Batin Jizah ketika mobil yang dikendarai Khairil, pergi meninggalkan garasi rumah Abah


Jizah yang masih berada di luar, langsung dituntun masuk oleh suami dari Shafiyyah. Laki-laki itu pun sudah terbiasa dengan kehadirannya. Karena ia sudah menganggap, Jizah juga sebagai ibu mertuanya.


...***...


"Assalamualaikum..." Ucap Khairil keluar dari mobil


"Waalaikumsalam warahmatullahi, eh ada Abang Khairil. Tumben Abang kemari, setelah beribu-ribu abad kagak nginjekin di mari." Ucap putri bungsu Rendy


"Yailah luh, bisa aje kalo ngomong. Udahlah gua mau masuk ketemu ayah." Khairil meninggalkan gadis yang sedang menyapu halaman itu


Ketika memasuki rumah, ia melihat ayahnya itu tengah merapihkan rak buku yang terletak didekat ruang tamu.


"Assalamualaikum, sibuk bener nih diliat-liat." Ucap Khairil mengejutkan Rendy


"Waalaikumsalam warahmatullahi, kebiasaan kamu mah Ril ngagetin terus." Rendy mengulurkan tangannya pada Khairil


"Hehehe maaf, mau Khairil bantuin Yah" Tanya Khairil


"Nggak usah, ini udah selesai. Oh ya, tumben kamu kesini? sendiri aja?"


"Khairil kan kangen sama ayah, jadi kesini sendirian aja." Jawabnya


"Helehh kangen, kangen apa? kangen ayah tabok?"

__ADS_1


"Astagfirullah, udah deh sini mending ayah duduk. Khairil mau ngobrol sesuatu yang penting." Rendy menuruti dan duduk disebelah Khairil


"Ngobrol apa? tentang bakso cinta? ayah denger-denger salah satu cabang ada masalah ya?" Tanya Rendy serius


"Iya Yah, tapi Alhamdulillah itu semuanya udah selesai."


"Alhamdulillah... terus sekarang mau ngobrolin apa?"


Khairil terdiam sejenak, ia ragu untuk membicarakan tentang cinta. Tapi, bila tidak diutarakan itu akan terus mengganggu pikirannya.


"Sebenernya... siapa sih, cinta pertama Umma?" Tanya Khairil. Akhirnya ia lebih memilih menanyakan hak itu terlebih dahulu.


Reaksi pertama Rendy pun tak kalah sama dengan Hadi. Laki-laki itu tertawa mendengarnya.


"Kenapa sih, kok ayah sama kayak Ammi Hadi. Tadi Khairil tanya itu Ammi Hadi ketawa, sekarang ayah juga sama." Ucap Khairil heran


"Kamu mau tau, siapa cinta pertama Umma kamu?" Tanya Rendy serius


"Iya Khairil mau tau, siapa Yah?"


"Dia teman dekat kita dulu. Dia laki-laki lain, yang pertamakali dipercaya almarhum kakek kamu, bahkan sebelum beliau percaya sama ayah." Rendy mulai bercerita


"Dipercaya? maksudnya Yah?" Tanya Khairil tak paham


"Iya, dia dipercaya untuk menjaga Umma kamu selama berada di lapangan ataupun diluar lapangan. Dan dia adalah salah asisten pelatih juga waktu itu. Umma kamu sama dia, udah bener-bener deket. Dimana ada dia pasti ada Umma kamu, begitupun sebaliknya. Ayah sempet mikir, kalo mereka berdua bakal jadi pasangan suami istri beneran. Eh ternyata, takdir illahi berkata lain. Dia sebenernya mau mengkhitbah Umma kamu waktu itu, tapi ketidak beranian dan ketakutan dia buat ngelamar Umma kamu menjadi penyesalan terbesar dia akhirnya. Umma kamu akhirnya menerima ajakan ta'aruf dari laki-laki lain." Jelas Rendy tanpa menyebutkan siapa laki-laki itu


"Siapa dia Yah? kayaknya hampir semua temen ayah sama Umma, Khairil kenal deh."


"Ada satu temen ayah yang nggak kamu tau. Tapi sebelum ayah kasih tau siapa dia, ada sesuatu lagi yang mau ayah kasih tau tentang dia." Ucap Rendy


"Apa emangnya Yah?"


"Dia sekarang, statusnya sama kayak Umma kamu. Sendiri. Dan kemarin malam, dia... khitbah Umma kamu melalui abang Hadi." Ujar Rendy membuat Khairil terkejut


...----------------...


Khairil pulang dari rumah Rendy dengan pikiran yang entah kemana. Awalnya Khairil berpikir mungkin, kisah masa lalu orangtuanya bisa menjadi pembelajaran untuknya agar lebih berhati-hati dalam menempatkan hati. Namun mendengar penjelasan Rendy yang terakhir, ia tidak tahu harus apa. Apa mungkin Umma nya sudah tau jika ia di khitbah oleh cinta pertamanya, maka ia ingin ikut dengannya ke Tangerang? Atau apa? sungguh, Khairil benar-benar pusing memikirkannya.


Lamu merah baru beberapa detik berganti hijau. Dengan pikiran yang masih kacau, Khairil tak menyadari jika didepannya ada....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sebelumnya ku meminta maaf, jika novel ini masih sangat jarang update. Karena ku masih ada sesuatu yang dikerjakan, jadi mohon dimaklumi.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote Terima kasih


__ADS_2