Khairil : Harapan & Cinta Sejati

Khairil : Harapan & Cinta Sejati
Bab 23 | Semangat Untuk Keberhasilan


__ADS_3

...“Kita takkan menyadari nikmatnya sehat sebelum merasakan apa itu sakit.”...


...----------------...


Sepekan terakhir ini Jizah merasakan perubahan yang cukup signifikan pada dirinya. Dari segi ingatan, kontrol emosi dan perasaan, sedikit-demi sedikit bisa dilewatinya dengan baik. Hal itu ternyata juga dirasakan oleh perawat yang menjaganya. Setiap hari saat ia memberikan obat pada Jizah, wanita paruh baya itu meminum obatnya dengan cepat tanpa paksaan atau alasan seperti sebelumnya. Bila diajak berbicara kini Jizah sudah meresponnya dengan baik. Dan hal-hal lain yang menunjukkan bahwa wanita itu sudah kembali stabil seperti sedia kala.


Saat divonis oleh dokter jika Jizah mengalami PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) atau gangguan stres pasca trauma, hal pertama yang dilakukan anak-anaknya adalah membawanya ke seorang psikiater. Pada awalnya dokter menyarankan mereka agar melihat sebulan pertama terlebih dahulu apakah gangguan traumatis itu muncul lebih sering dan membahayakan diri atau tidak. Tapi bagi anak-anak Jizah ialah lebih baik dilakukan penyembuhan dengan segera sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Pengobatan pertama yang dilakukan dalam mengatasi PTSD ialah dengan psikoterapi. Jika gejala yang dialami cukup parah maka dokter akan menggabungkan psikoterapi dan obat-obatan. Maka dari itu, anak-anak Jizah memutuskan untuk melakukan pengobatan secara bertahap dirumah dengan memperkerjakan seorang perawat yang akan terus memantaunya. Hal ini juga sebagai faktor pendukung, sebab support keluarga adalah hal yang utama.


Namun dalam pengobatan Jizah, Khairil dengan tegas tak melibatkan Naura ikut serta didalamnya. Sebab ia khawatir jika ibundanya itu melihat Naura akan bertambah parah. Hal ini juga bukan tanpa alasan. Awal Jizah mengalami kenaikan emosional ialah disebabkan oleh Naura yang seolah dengan sengaja membuat Jizah mengingat kembali masa lalu terburuknya. Dan bila wanita paruh baya itu melihat foto putri angkatnya ia selalu berteriak tidak suka, lalu tiba-tiba tubuhnya menggigil ketakutan dan tak jarang berakhir tidak sadarkan diri.


"Umma? Umma sepertinya, sus Diana lihat akhir-akhir ini, Umma jauh lebih semangat ya? Sus seneng banget deh lihatnya", ucap suster Diana yang duduk menemani Jizah membaca buku


"Alhamdulillah, saya juga tidak menyangka jika saya bisa seperti ini. Do'akan saya ya, agar saya bisa betul-betul sembuh dan kembali seperti sediakala", ujar Jizah tersenyum lalu meletakkan kembali buku yang digenggamnya di rak buku


Di rumah siang itu hanya ada Jizah, sus Diana dan seorang pembantu rumah tangga yang baru beberapa hari bekerja menggantikan perawat sebelumnya yang keluar.

__ADS_1


"Kalau saya boleh jujur... sebenarnya saya rindu dengan Naura. Tapi jauh di lubuk hati terdalam, saya juga takut bila nantinya tiba-tiba saya memberontak kembali dan sudah pasti itu akan menyakiti hatinya. Dan hal lainnya adalah, Naura adalah amanah besar yang telah Allah titipkan kepada saya dan almarhum suami saya. Dan saya telah berjanji, selama saya masih hidup, Naura tetaplah harus saya jaga mau bagaimanapun kondisinya. Menurut kamu apa yang harus saya lakukan?" Jelas Jizah lalu bertanya menatap sus Diana


"Untuk saat ini memang lebih baik Umma harus bisa berdamai dengan diri sendiri dan masa lalu Umma terlebih dahulu. Insya Allah, jika semuanya telah benar-benar dilakukan maka sus Diana yakin, Umma bisa bersikap seperti dulu lagi dengan kak Naura", tutur Diana. Wanita berumur tiga puluh lima tahun itu telah menganggap Jizah seperti ibunya sendiri. Dirinya tahu betul bagaimana jika berada diposisi Jizah atau sebagai Naura. Sangat sulit untuk keduanya, pikirnya.


Jizah terdiam sejenak lalu tak lama ia tersenyum dan memeluk Diana dengan erat. "Bantu saya sedikit lagi ya? Saya lelah jika terus-menerus terjerat dengan masa lalu. Saya hanya ingin di masa tua saya ini, anak-anak bisa kembali seperti dulu saat almarhum ayah mereka masih ada. Bisa dibayangkan, seberapa banyak dosa yang saya miliki jika mereka masih sama-sama dengan egonya masing-masing." Jizah menangis tatkala mengingat hubungan putra-putrinya sudah beberapa bulan ini merenggang.


Diana perlahan melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Jizah dengan lembut. "Tanpa Umma meminta pun Diana akan membantu Umma untuk segera benar-benar pulih. Dan, ini adalah air mata terakhir yang mengalir ya? Karena setelah ini kita akan tersenyum lepas lagi yeayy." Ujar Diana yang mencoba menghibur Jizah dengan memeluknya dan itu berhasil membuat Jizah ikut tertawa


Zurran yang mendengar gelak tawa diluar kamarnya pun ia langsung keluar menghampirinya. "Ada apa sih kok kayaknya seneng banget?" Tanyanya dengan nada menggemaskan


"Ih Abang Zurran kepo nih ya Umma?" Jizah hanya tersenyum saat Diana mencoba menggoda Zurran


"Ya udah deh daripada kamu kepo? Mending sekarang kita siap-siap untuk terapi yoga yuk, dan kebetulan cuaca lagi benar-benar mendukung, jadi kita bisa lebih rileks." Kata Diana yang langsung disambut baik oleh Zurran langsung berlari ke kamarnya untuk sekedar mengganti pakaian


Jizah tersenyum, walau dalam masa pengobatannya beberapa bulan ini hanya selalu ditemani oleh Zurran ataupun Khairil, ia tetap senang dan mensyukurinya. Sementara Aisyah, ia sedang mengikuti suaminya bertugas keluar negeri sampai pergantian tahun.


...----------------...

__ADS_1


Di daerah lain, Khairil yang sudah sedari ba'da subuh meninggalkan rumah kini tengah fokus melaksanakan meeting dengan masing-masing kepala toko cabang bakso cinta. Rencananya mereka akan melakukan sesuatu yang baru.


"Sesuatu yang baru ini pastinya nggak akan kalah dengan yang biasa kita lakukan. Yaitu akan ada bakso cinta versi food frozen yang pastinya akan memudahkan para pembeli menyajikan makanannya sendiri dirumah. Nggak perlu lama mengantri ataupun kehabisan. Dan sekarang yang perlu kita lakukan adalah dengan memilih packaging yang unik dan menarik. Jangan lupa, harus yang ramah lingkungan. Karena kita akan terus-menerus dzolim dengan bumi jika kita selalu membuang sampah yang sulit terurai. Jadi, mengerti semua ya? Ada pertanyaan?"


"Tapi gimana cara mempromosikannya Kang?"


"Oh itu, mudah, insya Allah. Kita akan lakukan Affiliate Marketing yaitu, proses mendapatkan komisi dengan mempromosikan produk orang lain atau sebuah perusahaan. Jadi pelanggan tidak hanya membeli produk kita, tetapi juga mempromosikannya. Dengan mempromosikan produk kita ini lah, mereka juga dapat menghasilkan uang. Atau contoh mudahnya, kita akan mencoba endorse salah satu selebgram, Syakir Daulay misalnya, atau Ria Ricis? atau siapapun lah. Dengan ini kita berharap bisa menarik para followers mereka untuk tertarik dengan usaha kita."


Khairil terus menjelaskan kepada mereka tentang arah cara jualannya. Walaupun usianya masih terbilang muda, ia cukup disegani oleh seluruh karyawannya. Walaupun tak melanjutkan kuliahnya, setidaknya sekarang ia berhasil mengembangkan usaha bakso cinta milik almarhum Mufid yang diwariskan kepadanya. Hal ini tentu tak luput dari cara marketingnya yang luar biasa. Menghabiskan sedikit uang untuk keuntungan yang lebih dari itu. Walaupun tak jarang ia harus merasakan kerugian yang begitu besar.


...----------------...


...“Dan kita takkan pernah tahu nikmatnya keberhasilan sebelum merasakan kegagalan.” ...


...----------------...


Yuk, mari sama-sama kita selalu jaga kesehatan tubuh dan mental kita dengan selalu berpikir positif. Ingat! Sehat itu mahal.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote Terima kasih


__ADS_2