Khairil : Harapan & Cinta Sejati

Khairil : Harapan & Cinta Sejati
Bab 7 | Rumah Sakit


__ADS_3

..."Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)."...


...(Q.S al-A’raf: 126)...


...----------------...


Rumah sakit Umum Daerah Koja, Jakarta Utara adalah tempat Khairil dirawat. Wajah, tangan serta kaki laki-laki tampan itu kini penuh dengan luka. Tidak ada luka dalam yang perlu dikhawatirkan, walaupun dalam tayangan berita mobil miliknya terlihat rusak parah. Rupa-rupanya ia berhasil keluar dari pintu mobil dengan cepat untuk menghindari hal buruk yang terjadi.


Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, pihak kepolisian tetap menyelidiki bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi.


"Memangnya apa yang ada dipikiran kamu, sampai bisa kayak gini sih Ril? Kan udah sering kakak bilang ke kamu, kalo lagi bawa kendaraan apapun ya harus hati-hati. Kiranya, badan dan pikiran lagi nggak sejalan tuh jangan dipaksa buat pergi." Ujar Aisyah, yang kini sedang menyuapi Khairil.


"Abang dapet kabar dari ayah (Rendy) katanya kamu habis dari rumah beliau? terus kenapa bisa kayak gini? apa ada wejangan dari beliau yang nggak bisa kamu terima?" Cerca Azzam sebagai seorang yang paling tertua disana


"Sudah, ini semua kecelakaan. Kasihan kan, Khairil masih sakit begini kalian tanya terus." Ucapan Ali menahan Rasyid yang juga ingin berbicara


Khairil tau, pasti ia akan mendapatkan banyak ceramah dari orang-orang terdekatnya. Kini, hembusan nafas terdengar berat. Dengan kepala sedikit sakit dan memar di sekujur tubuh, mau tak mau tetap mengharuskan ia memberikan penjelasan.


"Sebelumnya, Khairil ke rumah ayah itu mau nanya sesuatu yang ada di dalam benak Khairil. Tapi, karena ragu dan malu. Akhirnya Khairil nanya hal lain yang juga buat Khairil penasaran. Yaitu, siapa cinta pertama Umma? dan ayah pun akhirnya cerita tanpa menyebutkan siapa nama laki-laki itu. Sampai akhirnya, ayah kasih tau sesuatu ke Khairil. Ternyata laki-laki itu, mengkhitbah Umma melalui Ammi Hadi." Jelas Khairil, membuat mereka yang berada diruangan itu terkejut mendengarnya.


Aisyah hampir menjatuhkan mangkuk berisi bubur ditangannya, beruntungnya dengan cepat Ali mengambilnya.


"Nggak, ini pasti nggak mungkin." Aisyah menggelengkan kepalanya tak percaya


"Maaf, kalau... masalah itu? Abang sebenarnya udah tau. Laki-laki yang dimaksud ayah Rendy itu, om Riandi. Teman Ammah Jizah sedari remaja." Ujar Rasyid menundukkan kepalanya


Aisyah kini paham. Riandi memang berstatus sama seperti Jizah, orang tua tunggal. Tapi, apa iya mereka menikah diusia yang tidak muda lagi? Dan apa mungkin, Jizah telah mengetahui hal ini?


"Apa sebelumnya, Umma udah tau kabar ini bang?" Tanya Khairil pada Rasyid


"Belum, dan sepertinya jangan diberitahu secepat ini. Apalagi, kondisi Ammah yang masih dirumah sakit." Jawabnya membuat Khairil yang semula berbaring, langsung terduduk.

__ADS_1


"Umma, dirumah sakit? kenapa? apa karena Khairil?" Tanya Khairil menangis


"Kamu tentang dulu, Insya Allah Umma nggak apa-apa. Umma cuma syok, lihat berita kamu di tv kecelakaan." Ujar Aisyah memeluk adiknya itu


"Justru itu kak, Khairil takut penyakit Umma kambuh." Ucap Khairil masih dengan tangisnya. Aisyah yang tak paham, penyakit apa yang dimaksud adiknya itupun segera melepaskan pelukannya.


"Penyakit Umma kambuh? Apa selama ini Umma mempunyai sakit yang kakak nggak tau?" Tanya Aisyah


Khairil menganggukkan kepalanya. "Iya kak, terkadang Umma selalu ngeluh kalau dadanya sakit, sesak nafas, pusing, dan berkeringat dingin. Dan setiap Khairil ajak ke rumah sakit, Umma selalu nolak. Khairil takut Umma kayak Abba dulu." Ujar Khairil, tangisnya semakin pecah mengingat jika seringkali Jizah merasa tidak nyaman pada dadanya.


Lagi-lagi mereka yang mendengarnya terdiam. Terlebih Aisyah, semenjak menikah dan mengikuti suaminya, ia memang tidak begitu mengetahui tentang kesehatan Jizah. Rasa bersalahnya pun muncul dengan sendirinya.


"Umma, maafin Aisyah. Seharusnya yang merawat Umma adalah Aisyah." Batin Aisyah dan tanpa sadar ia meneteskan air mata


Ali dengan sigap memeluk erat tubuh istrinya itu, mencoba menenangkan walaupun dirinya juga sama merasa bersalah.


...----------------...


"Kak, Umma kak." Zurran memeluk kakak perempuan, Naura. Wanita itupun sama terpukulnya seperti Zurran.


"Kita harus banyak-banyak berdo'a yaa, semoga Umma baik-baik saja." Lirih Naura


Aska dan Shafiyyah masih setia menemani mereka. Sementara Bani, laki-laki paruh baya itu telah dijemput pulang.


"Sepertinya lebih baik kita kasih kabar ke Aisyah tentang keadaan Ammah Jizah sekarang. Mau bagaimanapun dia harus tau hal ini dengan segera." Ucap Aska


"Tapi bagaimana dengan Khairil bang? kita aja belum tau keadaan dia bagaimana." Ujar Naura


"Ya sudah, sekarang kalian berdua tenang dulu ya? biar kami berdua yang akan kasih tau ke Aisyah tentang keadaan Ammah Jizah." Ucap Shafiyyah


Akhirnya, suami istri itu sedikit menjauh dari tempat Zurran dan Naura berada. Berusaha mungkin untuk menetralkan suaranya agar tak terdengar kepanikan.

__ADS_1


"Assalamualaikum." Shafiyyah menelpon Aisyah


"Waalaikumsalam warahmatullahi. Kak Shafiyyah, kakak masih ada dirumah sakit kan? bagaimana keadaan Umma sekarang?" Tanya Aisyah diseberang sana terdengar parau


Shafiyyah tidak langsung menjawab, ia menatap suaminya terlebih dahulu dan Aska menganggukkan kepalanya.


"Keadaan Ammah Jizah.... sekarang masih ditangani oleh dokter. Be-beliau tadi, sesak nafas lagi." Jawabnya terbata-bata


"Innalilahi... ba-baik kak, Aisyah akan kesana sekarang juga. Kabarin Aisyah terus yaa, Assalamualaikum." Panggilan terputus


"Waalaikumsalam warahmatullahi. Dia akan segera kesini bang." Ucap Shafiyyah pada suaminya


Terlihat kegaduhan diluar ruangan Jizah, dengan segera keduanya berlari menghampiri.


"Dokter? Tolong, bagaimanapun caranya Umma saya harus bisa sembuh!!" Teriak Zurran mengguncang tubuh dokter laki-laki yang menangani Jizah


"Maaf, sekarang tugas kita sebagai dokter sudah tentu melakukan yang terbaik untuk semua pasien kita. Tapi tergantung bagaimana Allah mengaturnya. Sekarang, bantu kami dengan do'a kalian semua. Ibu Jizah akan segera kami masukkan ke ruangan ICU agar dapat ditangani lebih lanj." Ujar dokter tersebut setelah itu ia berjalan cepat meninggalkan Zurran dan Naura yang histeris


Aska langsung memeluk Zurran agar pemuda itu kuat, begitu juga dengan Shafiyyah yang langsung memeluk erat Naura. Perempuan itu hampir pingsan saat mendengar kalau Jizah dalam keadaan kritis.


Rupa-rupanya, rasa sesak, pusing, nyeri dada dan ulu hati yang seringkali Jizah rasakan memang ciri-ciri dari serangan jantung ringan. Namun, setelah tadi ditangani lebih lanjut oleh pihak dokter. Jizah juga terkena Hipertensi pulmonal, yang merupakan salah satu penyakit tekanan darah tinggi yang lebih spesifik, meliputi pembuluh arteri yang ada di paru-paru dan jantung bagian kanan. Ketika hipertensi pulmonal kambuh, jantung bagian kanan harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke semua organ tubuh. Ketika aliran darah yang masuk ke paru-paru lama, kinerja jantung akan melemah dan akhirnya menyebabkan gagal jantung.


...----------------...


Satu jam berlalu. Keras kepala yang ada pada diri Khairil, memaksa untuk ikut bersama Aisyah dan Ali menemui Jizah. Setelah tadi mendengar ucapan Shafiyyah dibalik telepon. Akhirnya, mau tak mau mereka semua mengizinkan Khairil untuk ikut pergi menemui Jizah.


Sedari tadi, jantung kakak beradik itu berdebar lebih kencang. Pikiran-pikiran buruk berkeliling di kepala. Bibir mereka semua, disepanjang perjalanan menuju rumah sakit tempat Jizah dirawat tak henti berdzikir kepada Allah. Berharap bahwa semuanya pasti baik-baik saja.


https://www-cermati-com.cdn.ampproject.org


Assalamualaikum teman-teman, maaf ya kalau update nya lama. Sebenarnya bab ini seharusnya sudah dari kemarin. Tapi, karena memori hp ku itu terlalu penuh. Aku nggak bisa buka aplikasi ini. Jadi mohon pengertiannya yaa. Selamat menemani puasa teman-teman bagi yang menjalankan.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote Terima kasih


__ADS_2