Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)

Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)
Permulaan


__ADS_3

Di suatu sore tepatnya di taman, terdapat beberapa orang berjas hitam yang sedang mencari sesuatu.


Disisi lain dari beberapa orang tersebut tepatnya di sebelah selatan terdapat seorang pemuda bernama Tomioka Giyu. Seorang pembunuh bayaran hebat yang dijebak oleh musuhnya ketika sedang menjalankan misinya.


POV Giyu


"Sial jika saja aku berhati-hati saat menjalankan misi tadi pastinya tidak akan terluka seperti ini" ucapku dalam hati.


aku sudah pasrah dengan keadaanku yang seperti ini aku rasa sepertinya aku akan mati sekarang.


tak disangka beberapa saat kemudian datanglah seorang wanita berpita kupu kupu dan berambut hitam dan ada warna ungunya sedikit.


sebelum aku pingsan samar samar aku mendengar suara wanita itu yang mengatakan "orang ini terluka parah aku harus membantunya jika tidak dia akan mati" ucap wanita itu samar samar. Setelah dia mengucapkan itu aku pun pingsan di taman tersebut.


POV Author


Giyu pun pingsan setelah wanita tersebut mengucapkan sesuatu. wanita tersebut bernama kochou shinobu yang kebetulan dia memiliki pengetahuan tentang ilmu medis.


Disaat itu juga Shinobu langsung membawa pria yang baru saja ditemuinya itu ke rumahnya demi bisa membuatnya bertahan hidup.


POV Shinobu


Aku pun membawa pria misterius yang baru saja kutemui tersebut ke rumahku demi merawat lukanya. "Bagaimana bisa ada orang terluka di taman dan tidak ada orang yang menyadarinya" tanyaku di dalam benakku.


Aku terus memikirkannya sepanjang aku merawat lukanya. Dia beruntung karena aku memiliki kemampuan medis yang memadai sehingga aku bisa menyelamatkan nyawanya.


Setelah merawatnya sekitar 2 jam lebih. akhirnya kondisinya berangsur-angsur pulih. aku kelelahan karena jika aku salah sedikit saja bisa bisa nyawanya melayang. dan pada akhirnya aku tertidur karena saking lelahnya mencoba menyelamatkan nyawanya.

__ADS_1


POV Giyu


Aku tersadar setelah pingsan cukup lama. Saat aku melihat ke arah jam dinding di ruangan itu, jam menunjukan pukul 16:45 sore.


"Aku pingsan selama 2 jam lamanya" ucapku dengan ekspresi kaget.


Belum merasa cukup dengan ke kagetan ku karena masih hidup setelah menderita luka yang parah tersebut aku pun kembali dibuat kaget karena melihat seorang wanita cantik bertubuh pendek dengan pita kupu-kupunya sedang tidur di samping ranjangku.


"Apa mungkin dia yang telah merawatku sehingga aku bisa bertahan sampai sekarang" pikirku.


Tak lama kemudian dia bangun dari tidurnya.


POV Author


Shinobu pun terbangun dari tidurnya dan mendapati giyu yang sudah terbangun dari pingsannya dan sedang duduk di ranjangnya.


"Kau sudah sadar apa kau baik baik saja" ucap Shinobu menanyakan keadaan giyu. "aku baik baik saja Terima kasih karena sudah membantuku" ucap giyu membalas perkataan Shinobu.


Shinobu semakin penasaran mengapa giyu bisa terluka seperti itu tapi dia tidak ambil pusing jadinya dia tidak terlalu memikirkannya.


"Oh iya siapa namamu?" tanya Shinobu yang penasaran dengan namanya. "Tomioka Giyu" jawab giyu dengan dingin. "Giyu benar perkenalkan namaku Kochou Shinobu" membalas perkataan giyu.


Giyu penasaran mengapa Shinobu ingin membantunya padahal dia bukan siapa siapa Shinobu. Dia pun bertanya "Jadi Shinobu mengapa kau ingin menyelamatkanku?" tanya giyu penasaran. "aku hanya tidak bisa melihat ada orang yang sedang terluka tapi tidak ada yang membantu" jawab Shinobu.


Giyu merasa perkataan Shinobu mengandung makna lain seperti dia pernah merasakan kehilangan seseorang yang di sayangnya tapi tidak ada yang membantunya.


Disitu Giyu pun pamit untuk pulang ke rumahnya "Shinobu aku pulang dulu Terima kasih kembali karena sudah merawat lukaku. jika kita bertemu kembali aku akan membalas budi" ucap giyu berpamitan. "sama sama berhati hatilah kau masih terluka" ucap Shinobu yang mengkhawatirkan kondisi giyu. "Aku tahu aku pergi dulu ya" ucap giyu sambil pergi. "sama sama hati hati" ucap Shinobu sambil melambaikan tangan.

__ADS_1


POV Giyu


"Harus segera pulang jika tidak kakak akan khawatir" ucapku di batinku.


Aku memiliki seorang kakak perempuan yang memiliki profesi yang sama denganku yaitu pembunuh bayaran. Aku dan kakakku termasuk pembunuh bayaran yang profesional tetapi karena sebuah kesalahan aku malah masuk jebakan dan berakhir seperti tadi.


Saat aku pulang aku senang karena kakakku belum ada di rumah jadi aku bisa segera ke kamar dan merapihkan diri karena lukaku.


POV Author


Setelah giyu merapihkan diri Tsutako sang kakak giyu pun pulang ke rumah. Giyu takut kalau lukanya akan terlihat oleh kakaknya jadi dia memakai baju yang cukup tebal. Tapi tidak disangka ternyata dia tidak bisa menutupinya dari kakaknya. "Giyu mengapa kau memakai baju tebal seperti itu" tanya Tsutako. "Hahaha aku merasa kedinginan kak" jawab Giyu dengan gugup.


Tsutako merasa ada yang aneh dengan adiknya satu ini dan dia membuka satu lapisan dari baju tebal yang dipakai adiknya. "Hah mengapa kau penuh luka seperti ini" tanya Tsutako khawatir. "sebenarnya saat aku sedang menjalani misi aku secara tidak sengaja terjebak oleh rencana musuh dan berakhir seperti ini dan untungnya ada yang membantuku sehingga aku tidak kehilangan nyawaku" jawab Giyu dengan satu tarikan nafas.


Tsutako pun bersyukur karena ada orang baik yang mau membantu adiknya tersebut. Dia berharap agar adiknya tidak mengalami hal ini lagi.


"Baiklah kau jangan lupa bersiap karena kita akan bersekolah. Kau tidak lupa kan" ucap Tsutako. "Tidak kok aku mengingatnya jadi tenang saja ya kak" jawab Giyu. "Yasudah sana istirahat agar lukamu tidak semakin parah kakak akan menyiapkan makanan dulu" ucap Tsutako. "Uh apa itu salmon daikon" tanya Giyu. "Iya aku akan membuat Salmon Daikon jadi tenang saja" jawab Tsutako. "Hore Salmon daikon" ucap Giyu kegirangan. "Hahaha kau ini seperti anak kecil saja sudah sana istirahat" tawa Tsutako sembari menyuruhnya untuk istirahat. "Baik kak aku ke atas dulu ya" ucap Giyu sembari ke atas. "Hati hati nanti jatuh lagi". ejek Tsutako. " Tenang saja kak adikmu ini tidak selemah yang kau pikirkan" ucap Giyu membalas Tsutako. "Iya iya terserah mu sana" ucap Tsutako.


Giyu pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat dan tak disangka dia malah tertidur.


Malam harinya


Giyu terbangun dia melihat ke arah jam dinding yang menunjukan pukul 19:27 malam. Ia langsung turun ke lantai bawah untuk pergi makan.


"Kak apa Salmon daikon nya masih ada" tanya Giyu kepada Tsutako yang sedang berada di ruang tamu. "Ada panaskan saja di meja makan" jawab Tsutako. "Baik kak aku makan dulu ya" ucap giyu. "yaudah sana makan" ucap Tsutako yang sedang menonton TV.


Giyu pun mulai memanaskan Salmon daikon untuk makan.

__ADS_1


to be continued


cukup sekian ya tolong di like, comment, share, favorit. dan maaf kalau jelek karena ini pertama kalinya gw membuat novel dan sampai jumpa di next episode atau chapter selanjutnya bye


__ADS_2