
2 hari kemudian
Mereka berdua pun mulai menyusun rencana untuk mengincar satu per satu anak buah Kibutsuji Muzan. Mereka berpikir, lebih baik mengincar yang jauh lebih lemah terlebih dahulu yaitu Kaigaku. Meski Kaigaku adalah yang paling lemah diantara anak buah Muzan yang lain, tapi tetap mereka harus menyusun rencana yang matang.
"Giyu-san, mengapa kita harus mengincar Kaigaku terlebih dahulu? Jika ingin mengincar yang paling lemah terlebih dahulu, bukankah kita seharusnya mengincar Nakime?" tanya Tanjirou.
"Meski Nakime itu tidak punya kemampuan untuk bela diri, tetapi dengan pemikiran yang hebat, akan sulit untuk menangkapnya" jelas Giyu.
"Meski dalam segi bela diri, Kaigaku jauh lebih baik dibandingkan Nakime, Tapi dalam hal strategi, Nakime jauh lebih unggul dibandingkannya" lanjut Giyu.
"Ternyata begitu, aku mengerti" balas Tanjirou yang mulai mengerti dengan pemikiran Giyu.
"Bersiaplah, kita akan berangkat setengah jam lagi" ucap Giyu sembari mulai pergi dari sana.
"Siap" balasnya sembari memberi hormat dan bersiap-siap untuk pergi menjalankan misi.
Setengah jam kemudian
Mereka pun mulai menjalankan rencana mereka. Mereka sudah mengetahui mengenai tujuan Kaigaku hari ini. Dan pada saat mereka sudah menemukannya, mereka akan terus mengikutinya hingga ada suatu momen yang dapat membuatnya tertangkap.
Beberapa saat kemudian
Kaigaku pun muncul dan pergi ke arah barat daya. Entah apa yang ingin dilakukannya, tetapi pasti bukan sesuatu yang baik. Seperti yang diduga, ternyata tujuannya pergi ke sana adalah untuk membeli obat-obatan terlarang.
Dirasa ini adalah kesempatan emas karena Kaigaku sedang fokus dengan traksasinya, mereka pun segera melancarkan serangan yang langsung membuat Kaigaku terjebak dan tak bisa melawan. Saat mencoba melawan saja, ia langsung kalah dalam satu serangan oleh Giyu yang pada akhirnya berhasil mengalahkan salah satu anak buah Muzan.
__ADS_1
Mereka pun menyembunyikan Kaigaku dan mengikatnya di tempat persembunyian mereka. Tujuan selanjutnya yang mereka incar adalah, Gyoko. Mengapa tidak Daki dan Gyutaro terlebih dahulu? Karena Daki dan Gyutaro merupakan satu kesatuan. Jadi akan sulit untuk menangkap mereka.
Rencana yang mereka gunakan sama, yaitu dengan mengikuti orangnya lalu menangkapnya secara langsung. Pada akhirnya, mereka pun kembali berhasil menangkap Gyoko tanpa perlawanan. Gyoko pun diikat dan disembunyikan di tempat persembunyian mereka bersama Kaigaku.
Lalu, incaran mereka selanjutnya adalah Daki dan Gyutaro. Mereka sudah mengetahui keberadaan Daki sekarang yaitu berada di club malam terbesar di kota itu. Sedangkan Gyutaro, mereka masih belum menemukan keberadaannya sama sekali.
Tanpa menunda waktu lagi, mereka segera menangkap Daki di tempat ia berada sekarang. Sayangnya, setelah berhasil menangkapnya. Gyutaro yang dari tadi mereka cari, kini telah muncul di hadapan mereka dengan membawa segerombol pasukan bersenjata lengkap.
"Lepaskan adikku sekarang jika tidak ingin m*ti" ancam Gyutaro.
Tak menggubris ancaman Gyutaro, Giyu dan Tanjirou pun langsung menghajar pasukan yang dibawa Gyutaro beserta Gyutaro nya sendiri untuk menangkapnya. Meski agak kesulitan, tetapi mereka tetap berhasil menangkap Gyutaro dan berniat menaruh keduanya di basement tempat persembunyian mereka.
Target yang selanjutnya adalah Hatengu dan ke 5 anak buahnya. Menurut mereka, untuk mendapatkan Hatengu itu adalah hal yang mudah. Akan tetapi, tidak dengan ke lima anak buahnya.
Kelima anak buahnya ini selalu dalam keadaan yang berpencar. Entah itu karena perintah Muzan, atau malah perintah dari Hatengu itu sendiri untuk menyelidiki sesuatu atau hal lain. Mereka agak kesusahan untuk mencari anak buah dari Hatengu yang selalu dalam keadaan berpisah-pisah tersebut.
Tersisa 4 anak buah Muzan lagi. Sayangnya, keempat anak buah Muzan yang tersisa ini adalah top rank yang paling hebat. Tetapi mereka tidak menyerah begitu saja, mereka pun terus semangat dengan target incaran kali ini yaitu Nakime. Karena akan sangat berbahaya baginya untuk menangkapnya tanpa startegi yang benar-benar matang.
Perjalanan mereka untuk menangkap Nakime, jauh lebih sulit daripada yang dikira. Karena kecerdasan Nakime, membuatnya susah untuk diikuti dan sangat mudah untuk menghindari pengejaran mereka. Meski begitu, dengan rencana yang matang, kali ini mereka kembali mencoba untuk menangkap Nakime.
Siapa sangka, mereka malah terjebak oleh rencana mereka sendiri. Saat hendak ingin menangkap Nakime di sebuah tempat yang tidak memiliki jalan lagi alias buntu, mereka malah disergap oleh anak buah Muzan yang lainnya yaitu Kokushibou, Douma, dan Akaza.
Jelas situasi ini sama sekali tidak menguntungkan mereka. Apalagi dengan kehadirannya 3 kekuatan utama Muzan. Tetapi, ini juga merupakan suatu hal yang dapat memudahkan pekerjaan mereka. Jadinya, mereka tidak perlu mencari-cari keberadaan ketiga kekuatan utama Muzan ini.
"Wahai anggota pemb*n*h bayaran asal Jepang yang berada di organisasi Kimetsu. Menyerah lah, maka kami akan membiarkanmu hidup dengan menjadi tawanan" ancam Kokushibou.
__ADS_1
"Kau kira hanya dengan kalian yang menang jumlah, itu bisa membuat kami takut? Tentu saja tidak, kami sama sekali tidak takut dengan kalian" balas Tanjirou.
"Oh begitu" Akaza pun mulai melancarkan serangannya dengan langsung meninju perut Tanjirou dan sukses membuatnya terpental beberapa meter.
Sukses memukul Tanjirou dan membuatnya patah tulang, Akaza pun mulai melancarkan serangannya terhadap Giyu. Dengan mudahnya Giyu menghindari semua serangan Akaza. Ia pun mulai membalas dengan menyayat-nyayat tubuh Akaza dengan pedangnya tersebut.
Itu saja tidak cukup untuk menghentikan Akaza. Bahkan, lebih gilanya lagi adalah, ia tetap maju walau tubuhnya telah tersayat-sayat oleh pedang Giyu. Situasi ini sungguh membuat Giyu kerepotan, apalagi dengan kemunculan Douma yang mulai membantu Akaza.
Saat Douma mulai membantunya, Akaza malah merasa kesal. Ia merasa bahwa Douma mengiranya dirinya tidak mampu menghadapi Giyu seorang diri. Alhasil, Douma yang tadinya membantu Akaza untuk melawan Giyu, malah harus berurusan dengan Akaza yang memiliki ilmu bela diri yang jauh lebih hebat darinya.
Keadaan ini tentu saja dimanfaatkan oleh Giyu dan Tanjirou. Meski tulang rusuknya patah, ia pun diam-diam menyuntikan obat bius dari belakang tubuh Douma, yang membuatnya melemah walau tidak langsung pingsan. Akaza pun pada akhirnya menendang kepala Douma hingga pingsan.
Tanpa ia sadari, ternyata Nakime sudah tertangkap oleh Tanjirou dan Giyu. Dengan kesal ia pun mulai maju dan kembali ingin menghajar Tanjirou. Serangannya kali ini berhasil ditahan oleh Giyu menggunakan pedangnya.
Tanjirou yang memanfaatkan situasi tersebut, ia mulai menyuntikan obat bius yang membuat Akaza melemah. Akhirnya Kokushibou pun turun tangan karena kesal tidak ada yang bisa mengalahkan mereka. Ia berniat langsung untuk memb*n*h Tanjirou, tapi sayangnya berhasil ditangkis oleh Giyu.
Sementara Kokushibou berurusan dengan Giyu, Tanjirou pun memanfaatkan situasi dengan Akaza yang semakin melemah dan menghajarnya hingga pingsan. Tapi sayangnya, tidak lah mudah untuk menumbangkan Akaza walau ia sudah melemah. Setelah mencoba beberapa lama, akhirnya kekuatan obat bius itu pun semakin membesar dan dapat membuat Akaza pingsan.
Anak buah Muzan saat ini hanya tersisa satu, yaitu Kokushibou. Kali ini, posisinya terbalik. Kokushibou harus menghadapi mereka berdua secara bersamaan tanpa bantuan.
Sayangnya, meski kemampuan berpedang Kokushibou sangatlah hebat. Tapi ia tidak sengaja terkena sayatan pedang dari Tanjirou yang telah ia olesi obat bius sebelumnya. Kekuatan Kokushibou pun semakin melemah dan dimanfaatkan oleh Giyu untuk menghajarnya hingga pingsan.
Akhirnya, Kokushibou pun berhasil mereka tumbangkan meski penuh luka. Semua anak buah Muzan pun dibawa ke tempat persembunyian mereka dan mengikatnya di sana. Kini, pertarungan mereka hanya tersisa untuk berhadapan langsung dengan Muzan.
To be continued
__ADS_1
Cukup sekian ya guys ya, jangan lupa di like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, dan beri saran.
Bye