Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)

Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)
Ketahuan (traktir)


__ADS_3

Keesokan harinya


Seperti biasa Giyu bangun pagi disaat matahari belum terbit. Mumpung hari ini libur ia bersiap untuk melakukan joging pagi di taman. "Kak aku akan pergi joging nih beneran tidak mau ikut" tanya Giyu yang sudah bersiap-siap untuk joging di taman. "Tidak kau saja soalnya setelah acara ku selesai aku memiliki misi di pinggiran k.ota Tokyo" jawab Tsutako dengan jelas. "Ya baiklah nanti rumah tidak perlu dikunci" ucap Giyu yang takut rumahnya dikunci karena kalau begitu ia harus menunggu diluar hingga kakaknya pulang ke rumah. "Iya iya aku tau tapi apa tidak takut akan kemalingan" tanya Tsutako penasaran. "Bertemu pembunuh lain kau tidak takut tapi ini hanya bertemu maling saja malah takut, terdapat 2 cara jika benar ada maling yang masuk ke rumah kita yaitu, pertama teriak meminta bantuan warga karena ada maling dan kedua ambil pistol atau pisau lalu tembakkan atau sayatkan ke tubuh sang maling dan pastikan dia sudah tidak bergerak atas serangan tadi" jawab Giyu dengan detail. "Waw ide yang sangat bagus semoga ada maling yang masuk ya biar bisa di praktekin langsung hahaha" tawa Tsutako. "Yasudah aku pergi dulu dah" ucap Giyu sembari meninggalkan rumahnya dan menuju ke taman. "Dah hati-hati dijalan ya" jawab Tsutako sedikit keras agar terdengar oleh Giyu.


Di taman sekitar pukul 08:00 pagi

__ADS_1


Giyu yang sudah menyelesaikan jogingnya memutuskan untuk membeli minuman. Disaat sedang membeli minuman ia tanpa sengaja bertemu dengan teman-temannya. "Oi yu abis joging ya" tanya Sabito sembari menyapa Giyu. "Iya" jawab Giyu singkat. "Eh iya btw keknya ada yang habis jadian nih" kompor Kyojuro. "Iya nih udah gitu gk mau traktir temennya lagi" ucap Sanemi ikut mengompori Giyu. "Tau darimana kalian" tanya Giyu cukup penasaran karena bagaimana bisa teman-teman nya bisa tau tentang hubungannya dengan Shinobu. "Asal kau tau sebenarnya sewaktu kau di taman sekolah bersama Shinobu kemarin kami tidak sengaja lewat dan melihat kalian berduaan dan ternyata setelah kami mencoba untuk lebih dekat lagi jaraknya dengan kalian ternyata kau sedang menyatakan perasaan mu kepada Shinobu yang berujung diterima iya bukan" jelas Obanai. "Apa kalian mendengar yang lain selain ungkapan perasaanku kepada Shinobu" tanya Giyu cukup panik. "Mendengar yang lain kami rasa tidak yang kami dengar hanya itu tapi tidak perlu khawatir sepertinya hal lain yang kau maksud ini lebih dari ungkapan perasaan jatuh cinta saja mungkin seperti, aku tidak bisa hidup tanpamu Shinobu jadi aku mohon jadilah kekasihku" ejek Tengen. "Tch berisik kau" kesal Giyu. "Sudah sudah yang terpenting kan kau sudah jadian nih harusnya kalau sudah jadian tuh bilang bilang dong ke temen terus traktir juga dong" ucap Sabito meyakinkan Giyu. "Memangnya itu ya yang biasanya orang baru jadian lakukan yaitu mentraktir temannya" ucap Giyu polos dan tidak mengetahui bahwa itu hanya jebakan yang dibuat oleh temannya. "Tentu saja, itu sebuah keharusan yang sangat harus kau lakukan jika kau jadian dengan seorang wanita" jawab Sabito. "Kami tau tempat yang tempat untuk makan dan murah lagi" ucap Muichiro ikut memancing Giyu. "Ya baiklah tunjukkan jalannya" ucap Giyu meminta untuk ditunjukkan jalannya. "Ok ikut kami" ucap mereka kompak karena ingin mendapatkan makanan gratis.


Di tempat yang mereka maksud


Mereka segera masuk ke sebuah tempat makan yang tidak cukup besar tapi tidak kecil juga. "Wow ternyata benar murah murah ya" ucap Giyu senang. "Benar kan" ucap mereka berenam secara bersamaan. "Yaudah pesan lah sesuai yang kalian inginkan tapi hanya 1 menu saja ya" ucap Giyu. "Ok" jawab mereka bersamaan lagi. Setelah memesan menu yang mereka inginkan, mereka pun mulai berbincang-bincang lagi. "Btw Gyomei kemana gk ikut kalian" tanya Giyu. "Tidak dia bilang mau pergi ke rumah sepupunya mau jenguk pamannya yang lagi sakit" jawab Muichiro. "Tau darimana kalau Gyomei mau pergi" tanya Obanai. "Apa kalian lupa kalau rumahku dekat dengan rumah Gyomei" jawab Muichiro dengan bermaksud mengingatkan mereka dengan jarak rumahnya dengan rumah Gyomei. "Oh iya si loli kan jarak rumahnya deket dengan Gyomei" ucap Tengen yang ingat dengan jarak runah Gyomei dan Muichiro.

__ADS_1


Di jalan


"Oi yu kau tuh anak orang kaya ya soalnya kulihat-lihat banyak juga uangmu" tanya Kyojuro penasaran dengan banyaknya uang yang Giyu miliki. "Aku anak orang kaya? Tentu saja bukan aku saja yatim piatu" jawab Giyu yang menyangkal bahwa dirinya anak orang kaya. "Lalu bagaimana kau bisa mempunyai uang sebanyak itu apa jangan jangan kau mencuri lagi" tanya Muichiro yang masih heran dengan banyaknya uang yang dimiliki oleh Giyu. "Aku bisa memiliki uang sebanyak itu karena aku kerja lah apalagi menurut kalian" jawab Giyu memberitahu mengapa uangnya bisa sebanyak itu. "Kerjaan apa yang dapat membuatmu menghasilkan uang sebanyak itu" tanya Sanemi penasaran. "Suatu pekerjaan yang tidak ingin ku sebutkan dan buat apa juga tidak penting" ucap Giyu yang malas menyebutkan pekerjaan yang ia miliki. "Yasudah terserah dirimu kami hanya penasaran saja" ucap Obanai yang mulai tidak peduli dengan pekerjaan yang dimiliki oleh Giyu. "Yasudah aku harus pulang dulu dah" ucap Giyu yang ingin segera pulang. "Oke dah yu thanks traktirannya lain kali jangan lupa traktir lagi" jawab Muichiro. Giyu pun segera pergi sembari melambaikan tangan yang diikuti oleh para teman-temannya yang juga melambaikan tangan mereka. Sesampainya di rumah, benar saja Tsutako sudah pergi dan bahkan tidak mengunci pintu rumahnya. Tentu saja itu membuat Giyu senang karena dirinya tidak harus menunggu Tsutako pulang dari misinya dan menunggu diluar entah sampai kapan.


To Be Continued

__ADS_1


Cukup sekian ya jangan lupa like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, dan beri saran


bye


__ADS_2