Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)

Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)
Yoshigawa Naruda sang mantan junior


__ADS_3

Pagi harinya


Shinobu pun terbangun karena suara alarmnya yang berisik. Saat terbangun, ia masih saja dipeluk oleh sang kekasih Tomioka Giyu. Pada saat itu juga, ia mencoba melepaskan pelukan yang menjerat dirinya karena ia ingin segera mandi. Ia pun terus mencoba untuk bisa terlepas dari pelukan Giyu. Dan tanpa sadar, usahanya itu malah membuat Giyu terbangun.


"Mau lari kemana sayang" goda Giyu di pagi hari.


"Lepas, aku ingin pergi mandi" berontak Shinobu yang terus-menerus mencoba melepaskan pelukan Giyu.


"Bagaimana kalau mandi denganku saja?" goda Giyu yang sukses membuat pikiran Shinobu melayang kemana-mana.


"Le-lepas pokoknya, aku cuma ingin mandi!" seru Shinobu sembari mencoba menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah.


Giyu pun akhirnya melepaskan pelukannya dan membiarkan Shinobu untuk pergi mandi. Usai mandi, Shinobu pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kaos berlengan pendek ditambah dengan celana bahan yang cukup panjang. Saat ia keluar dari kamar mandi, ia tidak melihat tanda-tanda Giyu dimana pun. Ia pun berpikir bahwa Giyu mungkin sudah pulang untuk mandi juga. Belum sempat membenarkan dugaannya tersebut, Giyu tiba-tiba muncul dari belakangnya dan dengan sigap memeluk gadis itu dengan hangat.


"Kau mencari ku ya" ucap Giyu dengan pelan dan lembut.


"Apa kau tidak mandi dulu?" tanya Shinobu yang juga membalas nya dengan pelan.


"Aku sudah mandi dan malah 5 menit lebih cepat dibanding dirimu" jawab Giyu dengan pelan dan juga meniup telinga Shinobu yang membuat gadis itu merasa geli.


"Jangan meniup telinga ku atau bahkan bernafas di leher ku, geli tau" ucap Shinobu sembari memukul pelan Giyu.


"Hahaha baiklah, aku akan menuruti semua permintaan anda tuan putri" bisiknya dengan suara yang pelan.


Shinobu pun semakin kesal dengan tingkah Giyu yang selalu menggodanya. Tetapi disisi lain, ia merasa senang jika Giyu kembali menggodanya. Tetapi sekarang bukan saatnya untuk memikirkan hal tersebut. Dalam benak Shinobu, ia masih bertanya-tanya mengenai hal yang baru saja ia alami malam tadi. Dengan berani ia pun memulai percakapan dengan bertanya apa yang terjadi semalam.


"Ehm jadi bagaimana ceritanya aku bisa berada di sebuah pabrik yang hampir meledak?" tanya Shinobu keheranan.


"Apa kau tidak ingat sama sekali" tanya Giyu kembali.


"Yeu kalau aku ingat, ngapain aku susah-susah nanya ke kamu" kesal Shinobu.


"Jadi sebenarnya, alasan kau bisa berada di sebuah pabrik yang hampir meledak tersebut, karena kau telah di culik oleh musuh lama ku" jawab Giyu dengan santai.

__ADS_1


"Santai sekali kau, kau yang punya musuh malah aku yang terlibat" kesal Shinobu.


"Tapi untuk apa dia menculik ku? Masa hanya untuk membuatmu datang ke sana dan kalian bertarung satu sama lain" tanya Shinobu yang semakin bingung.


"Sebenarnya alasan dia menculik mu ya tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mengancam ku" jawab Giyu yang menjelaskan keheranan Shinobu.


"Tetapi, setelah aku sampai di sana. Ternyata dia hanya ingin memancing emosi ku saja dan membuatku kesulitan untuk mencari mu yang lagi disekap olehnya" lanjut Giyu.


"Sebenarnya mengapa kalian bisa bermusuhan sih? Sepertinya profesi kalian sama bukan, sama-sama pembun*h bayaran" tanya Shinobu yang semakin heran.


"Awalnya dia memang bukanlah musuhku, melainkan dia adalah junior ku yang juga berasal dari organisasi yang sama" jawab Giyu.


"Lalu bagaimana kalian bisa saling bermusuhan?" tanya Shinobu kembali.


"Ini bermula sekitar 4 tahun lalu, pada misi yang diharuskan untuk menghentikan peluncuran rudal di Rusia" ucap Giyu mulai bercerita.


"Pada saat itu, aku dan junior ku tersebut beserta beberapa anggota lainnya, ditugaskan dalam misi tersebut" lanjut Giyu.


"Setelah kami berhasil menghentikan rudal yang hampir saja terbang menuju Amerika Serikat, Tiba-tiba kumpulan ******* Rusia pun mengepung kami" lanjut Giyu.


"Pada akhirnya, kami pun berusaha untuk keluar dengan selamat dari sana"


"Hingga disaat para ******* itu mengepung, aku pun berinisiatif untuk mengalihkan perhatian mereka dan membiarkan junior ku tersebut lari"


"Sayangnya, pada saat aku mulai mengalihkan perhatian para ******* itu, tempat yang awalnya menjadi tempat perlindungan kami pun meledak dan hampir membuatnya kehilangan nyawanya"


"Aku kira dia telah mati saat insiden tersebut. Tetapi, 1 tahun kemudian. Dia kembali lagi dan menjelaskan kekecewaan nya terhadap aku"


"Dia bilang bahwa sebenarnya aku sudah tau jika tempat itu akan segera meledak dan sengaja mencari alibi agar aku bisa kabur. Padahal, aku sama sekali tidak tau bahwa tempat itu akan meledak"


"Dan sampai sekarang pun, dia masih membenciku" lanjut Giyu yang mengakhiri cerita tersebut.


"Kasihan juga ya dia, mengira bahwa senpainya meninggalkannya karena tau tempat itu berbahaya. Yang padahal, kau berniat baik ingin membantunya lepas dari ******* tersebut" ucap Shinobu simpati terhadap kisah tadi.

__ADS_1


"Kau hanya kasihan dengannya" ucap Giyu dengan nada kesal.


"Mana ada, tentu saja kau juga kasihan. Udah mencoba untuk menyelamatkan junior mu, eh malah di salah pahami. Lebih baik kalian bicara satu sama lain deh, siapa tau jadi bisa menghilang kan kesalahpahaman ini" nasehat Shinobu.


"Menghilangkan kesalahpahaman ini, itu bukan hal yang mudah. Lagipula, dia memang sudah tidak bisa di selamatkan lagi" ucap Giyu yang memang sudah tidak bisa membuat junior nya tersebut kembali ke jalan yang benar, walaupun pekerjaannya salah.


"Lalu kau mau buat apa dengannya?" tanya Shinobu yang sedang memakan camilannya.


"Tentu saja membuat perhitungan" jawab Giyu dengan yakin.


"Meski dia adalah junior mu?" tanya Shinobu untuk memastikan Giyu yakin.


"Tidak peduli dia junior ku atau atasan ku, dia telah mengusik mu. Maka jangan salahkan aku bertindak kejam" jawab Giyu dengan penuh keyakinan di dalam dirinya.


"Ya sudah lah jika itu kemauan mu, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Yang penting harus ingat satu hal, jaga dirimu baik-baik ya. Aku tidak ingin melihatmu terluka kembali" ucap Shinobu dengan penuh lembut dan tulus.


"Aku mengerti sayang" balas Giyu juga dengan penuh lembut dan tulus.


"Eh iya, sepertinya sarapan yang di buat oleh kakakku sudah siap. Apa kau ingin ikut sarapan disini juga?" tanya Shinobu yang sudah bersiap untuk sarapan.


"Tidak usah, aku akan langsung pulang. Ada yang harus ku urus soalnya" tolak Giyu dengan santun.


"Ya baiklah, Hati-hati di jalan" ucap Shinobu sembari melambaikan tangan.


"Ciumannya mana?" tanya Giyu dengan manja.


"Nih" ucap Shinobu sembari mencium bibir Giyu.


Giyu pun membalas ciuman dari sang kekasih. Shinobu pun lalu melepas ciuman tersebut dan sudah siap untuk turun dan sarapan.


To be continued


Cukup sekian ya guys ya jangan lupa di like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, dan beri saran.

__ADS_1


Bye


__ADS_2