
3 hari kemudian setelah mereka menangkap keseluruhan anak buah Muzan yang paling mereka anggap menyulitkan, mereka pun berencana untuk langsung menyerang markas Muzan. Mereka telah menyiapkan rencana yang sangat matang untuk menangkap Muzan. Kali ini, ia tidak akan terlepas lagi, pikir mereka.
"Giyu-san, apakah hari ini adalah saatnya kita untuk menangkap baj***an itu?" tanya Tanjirou yang sudah tidak sabar untuk menangkap dan menyiksa Muzan.
"Tentu saja, tetapi kita harus tetap berhati-hati. Muzan itu memiliki pemikiran yang sangat licik. Dan juga, dia memiliki keterampilan bertarung yang sangat hebat" jelas Giyu menyuruh Tanjirou bersabar.
"Baiklah, aku mengerti" balas Tanjirou yang mulai menenangkan dirinya.
"Ok, mari kita berangkat" Giyu langsung mengambil peralatan-peralatan yang dibutuhkan beserta senjata yang mereka butuhkan.
"Mari" seru Tanjirou dengan semangat.
Mereka pun memulai misi penyerbuan dan penangkapan Muzan. Seperti namanya, misi kali ini pasti akan sangatlah sulit. Seperti yang kita tau bahwa Muzan memiliki kemampuan bertarung yang sangat hebat. Bahkan jauh lebih hebat dibandingkan anak buahnya yaitu Kokushibou. Jadi, Giyu dan Tanjirou harus berhati-hati dalam menghadapinya.
Sesampainya di markas Muzan
Tanjirou dan Giyu memikirkan cara yang terbaik untuk masuk dan tidak ketahuan. Satu-satunya cara yang mereka pikirkan dan akan sangat sulit untuk ketahuan adalah menyelinap dengan menyamar. Mereka sedikit bingung bagaimana caranya agar mereka bisa menyamar, mereka saja sama sekali tidak memiliki seragam dari anak buah Muzan tersebut. Saat mereka sedang mengelilingi markas dari Muzan, mereka menemukan 2 anak buah Muzan sedang bersantai tanpa ada sedikitpun rasa waspada. Mereka memanfaatkan hal tersebut dengan menyelinap dan membuat kedua anak buah Muzan itu pingsan lalu mengambil seragam mereka.
Mereka pun akhirnya bisa masuk dengan tenang tanpa harus takut ketahuan. Sayangnya, rencana mereka tersebut telah diketahui oleh sang pemimpin dari markas tersebut alias Kibutsuji Muzan. Muzan membiarkan mereka menjalankan rencananya dan berpura-pura seakan-akan dia terjebak rencana mereka.
Tanjirou dan Giyu kini telah berada di dalam markas Muzan yang bisa dibilang lumayan besar. Hanya saja, markas Muzan ini lebih menjulang ke bawah tanah. Jadinya tidak terlihat besar dari luar.
Tanjirou dan Giyu pun menuju tempat yang aman untuk melancarkan rencanannya. Mula-mula, mereka akan menanam b*m di beberapa tempat yang dapat dikatakan sebagai penopang markas tersebut. Tetapi lagi-lagi, rencana mereka telah diketahui oleh Muzan. Ia membiarkan mereka berdua menanam b*m di markasnya tersebut agar bisa menghilangkan jejaknya.
Usai menanam b*m di hampir seluruh tempat yang berpotensi sebagai penopang markas Muzan, Giyu baru menyadari bahwa sebenarnya rencana yang ia dan Tanjirou buat telah diketahui oleh Muzan. Ia berpikir bahwa Muzan sengaja membiarkan dia dan Tanjirou melancarkan rencanannya tersebut untuk menghilangkan jejaknya.
__ADS_1
Untung saja Giyu memiliki rencana kedua yang hanya diketahui olehnya. Ia terus menerus melancarkan aksinya agar Muzan mengira bahwa ia masih terjebak. Bisa dibilang, mereka berdua sama-sama saling menyadari rencana musuh mereka.
"Giyu-san, kita harus segera mencari tempat keberadaan baj***an itu" ucap Tanjirou yang ingin sekali untuk langsung menangkap Muzan.
"Sabar, kita harus mencari informasi dulu" balas Giyu.
Mereka mulai mencari-cari informasi mengenai keberadaan Muzan sembari di monitoring langsung oleh Muzan. Setelah mereka berdua menemukan informasi mengenai keberadaan Muzan di markas tersebut, mereka langsung menuju ke sana. Giyu yang masih berpura-pura terjebak, ia beserta Tanjirou kini sudah sampai di depan pintu kantor Muzan.
"Tunggu apa lagi? Mari kita langsung serang" terobos Tanjirou yang sudah kesal dengan Muzan.
Karena sedari awal Muzan telah mengetahui keberadaan mereka berdua, serangan dadakan Tanjirou pun gagal. Giyu sudah menduganya, bagaimana mungkin jika Muzan telah memonitoring mereka selama ini tapi malah tidak membuat persiapan. Meski begitu, serangan dadakan Tanjirou masih berhasil membuat Muzan hampir tidak berkutik karena ia tengah ditodong pedang oleh Tanjirou.
Seperti yang kita tau, Muzan itu memiliki pemikiran dan sifat yang licik. Ia dapat dengan mudah terlepas dari ancaman Tanjirou yang tengah menodongnya dengan pedang. Malah sebaliknya, Muzan dengan cepat langsung menodong Tanjirou dengan pedangnya sendiri.
Muzan pun kemudian melancarkan serangannya ke arah Giyu. Dengan keterampilannya, Giyu dapat dengan mudah untuk menghindar. Serangan Muzan pun mulai memb*bi buta. Ia berencana untuk langsung memb*n*h mereka berdua pada saat itu juga.
Tiba-tiba saja, Muzan menyerang tempat dimana Tanjirou menanam b*m di area tersebut. Seketika, b*m tersebut meledak dan langsung menyambar ke b*m yang lain. Dalam sekejap mata, markas tersebut pun hancur dan rata dengan tanah.
Giyu yang baru keluar dari puing-puing bangunan tersebut, langsung mencari keberadaan Tanjirou dan memastikan keadaannya. Beruntung, Tanjirou hanya pingsan dan mendapatkan beberapa luka ringan akibat tertimpa reruntuhan. Setelah memastikan keadaan Tanjirou, Giyu langsung mencari-cari keberadaan Muzan.
5 menit kemudian
Giyu tetap tidak bisa menemukan keberadaan Muzan. Bisa saja, sang bos mafia Kanjoubi tersebut telah tewas. Tetapi, jika ia telah tewas, maka jasad dirinya pasti akan ada. Sedangkan, Giyu sama sekali tidak menemukan jasad manusia selain anak buah Muzan yang tertimpa reruntuhan. Dapat dipastikan bahwa Muzan telah melarikan diri dari tempat tersebut.
Sore hari kemudian
__ADS_1
Tanjirou pun tersadar dari pingsannya. Kini, mereka berada di markas darurat organisasi mereka. Di sana terdapat Tamayo yang membantu mereka mengobati anggota yang terluka.
"Giyu-san, bagaimana dengan pria baj***an itu?" tanya Tanjirou mengenai keberadaan Muzan.
"Aku hanya bisa memastikan bahwa dia masih hidup, bisa saja ia telah kabur saat markasnya tersebut meledak" jelas Giyu mengenai keberadaan Muzan yang masih tidak pasti.
"Sial, kalau dia masih bisa kabur seperti itu, maka akan sulit lagi untuk menangkapnya" kesal Tanjirou karena menganggap misinya gagal untuk menangkap Muzan.
"Tenang lah, kita tidak sepenuhnya gagal. Bukankah kita telah berhasil menangkap anak buahnya" balas Giyu mengenai misi mereka yang bisa dibilang tidak sepenuhnya gagal.
"Benar sih, tapi tetap saja misi utama kita adalah untuk menangkap Muzan" elak Tanjirou mengenai keberhasilan misi mereka.
"Sudah lah, dia bisa bebas untuk saat ini. Tapi, dia hanya bisa bebas sebentar saja. Aku telah meminta bantuan Yorichi-san untuk membantu kita" jelas Giyu menenangkan Tanjirou.
"Benar juga, Yorichi-san juga punya dendam yang cukup besar terhadap Muzan kan. Dia bisa membantu kita untuk menangkapnya" ucap Tanjirou kembali bersemangat setelah mendengar nama Yorichi.
"Tapi untuk sekarang, kita istirahat saja dulu. Kurang lebih selama 1 bulan, baru kita mulai beraksi kembali" jelas Giyu.
"Siap" patuh Tanjirou.
To be continued
Cukup sekian ya guys ya, jangan lupa di like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, dan beri saran.
Bye
__ADS_1