Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)

Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)
Apakah aku menyukainya?


__ADS_3

Keesokan harinya


POV Giyu


Aku beranjak dari tempat tidurku dan menuju kamar mandi karena yah sekolah. Karena kejadian kemarin teman baruku malah mengira aku diare atau sembelit karena terlalu lama tidak balik ke kelas.


Setelah mandi kali ini kakakku lah yang memasak makanannya. Jika ditanya seberapa enak makanannya, bahkan koki bintang 5 aja kalah.


Kami pun bersiap berangkat ke sekolah karena sudah sarapan. Di perjalanan kami bertemu dengan Shinobu dan Kanae. Kakakku mengajak mereka untuk berangkat bersama, yah aku tidak punya pilihan lain selain menerimanya karena itu keinginan kakakku. Kelemahan ku terletak pada orang yang ku sayangi jika ada yang berani melukai mereka disitulah emosiku tidak bisa ku tahan lagi, bisa dibilang aku menjadi seperti orang yang kehilangan akalnya.


Beberapa saat kemudian kami berempat pun sampai disekolah.


POV Author


Giyu dkk. pun sampai disekolah tepat pada pukul 06:30. Mereka berempat langsung menuju kelas mereka. Lingkungan sekolah masih cukup sepi karena biasanya para murid banyak berdatangan di sekitar pukul 06:45 pagi. Hari ini Giyu mendapati bahwa dia harus piket. Tentu saja Giyu merasa malas karena dia paling paling paling malas jika harus piket. Tapi dia tidak mau ambil pusing dan mulai menyapu lantai. "Semangat adikku" ucap Tsutako meledek Giyu. Tsutako sangat jarang melihat adiknya bersih bersih jadinya dia mengejek Giyu yang selalu malas bahkan membersihkan kamarnya, kecuali pekerjaannya. "Tch mentang mentang piket nya hari jumat" desis Giyu kesal. Tsutako, Shinobu, dan Kanae mereka bertiga piket dihari Jumat, sedangkan di hari ini tidak ada temannya yang memiliki jadwal piket yang sama dengannya.

__ADS_1


POV Shinobu


"Hahaha" tawaku melihat Tsutako yang mengejek Giyu. Aku awalnya berpikir bahwa Giyu itu meski dia seorang pembunuh tapi dia sangat tidak akan malas dalam membersihkan sesuatu tetapi ternyata dugaan ku salah lucu bukan. Setiap kali aku memikirkannya hanya membuatku teringat tentang pertemuan pertama kami di taman saat dia sedang terluka parah saat itu. Aku yang dulu selalu berpikir bahwa semua orang itu tidak ada yang jahat. Sampai aku bertemu dengannya, disitulah aku merasakan bahwa tidak semua orang memiliki hati yang baik sepertiku. Orang orang lain mungkin akan mengabaikan Giyu yang dalam kondisi sekarat saat itu. Tapi karena sifatku yang gampang merasa kasihan saat melihat seseorang menderita aku merenungkan niatku yang ingin pergi tanpa membantunya dan mencoba membantunya sebisa mungkin.


Aku masih ingat saat dimana aku merawat serta mengobati lukanya saat itu. Aku tau aku tau dia memang sangat tampan munafik jika aku bilang aku tidak tergoda, nyatanya aku benar benar tergoda oleh ketampanannya.


POV Author


Disaat Shinobu mengingat wajah tampan Giyu saat dia mengobatinya. Setiap kali mengingatnya selalu membuatnya merona tersipu malu dan bahkan berkata. "Apakah aku menyukainya?" tanya Shinobu yang masih tersipu akibat mengingat hal waktu itu.


Disisi Giyu


Jam sudah menunjukan pukul 09:30 itu artinya jam istirahat pertama sudah datang. Para murid antusias dengan bekal yang mereka bawa. Tak jarang dari mereka yang saling berbagi makanan.


Dikantin

__ADS_1


"Kalian mau pesan apa ntar Tengen traktir" ujar Sanemi dengan suara bersemangat. "dih ogah enak amat kalian nya" Ujar Tengen kesal. "Gak papa lah sekali-sekali" Giyu menambahkan. "Yaudah gw bayarin dah cepet pesen mau apa asal jan banyak banyak" ucap Tengen sedikit kesal. "Nah gitu dong baru temen gw ini" sahut Sanemi. "Yok sini gw pesenin kalian mau apaan" ucap Sanemi. "Samain aja mi" ucap mereka kompak. "Ok terserah gw ya mau apa" ucap Sanemi sembari meninggalkan meja dan menuju ke tempat pemesanan makanan.


POV Giyu


"Sial mengapa harus disaat saat begini" ucapku kesal. Mendapatkan misi disaat sedang bersekolah menyebalkan bukan yap sangat menyebalkan. Tapi mau bagaimana lagi misi tetap lah misi. Aku pun langsung meminta izin kepada teman teman dengan alasan yang berbeda dari kemarin dan tanpa kusadari ternyata Shinobu mengikuti ku dari belakang karena penasaran dengan pekerjaan ku. Sebelum melangkah ke markas besar tempat aku mengambil misi aku langsung menyadari kehadiran Shinobu. "Shinobu mengapa kau ada disini?" tanya giyu penasaran. "Hehe aku hanya penasaran dengan pekerjaanmu" jawab Shinobu dengan singkat. "Mengapa kau penasaran dengan pekerjaan ku bukankah sudah cukup jelas bahwa aku adalah seorang pembunuh bayaran dan pekerjaanku membunuh orang apa kau tidak takut?" tanya Giyu lagi. "Cara kerjanya yang penasaran" kembali dijawab dengan santai. "Apa aku boleh ikut denganmu pliss aku tidak akan menjadi beban kok" ucap Shinobu dengan ucapan sedikit memohon. "Baiklah asal kau tetap sisiku bagaimana": " Baik.


Pada akhirnya aku terpaksa membawa Shinobu ikut denganku memang berbahaya tapi asal aku bisa melindunginya maka itu akan baik baik saja.


Seperti biasa oyakata sama memberinya misi yang sesuai dengan keadaan. "Misi kali ini cukup penting jadi tolong ya Giyu" ucap oyakata sama kepada Giyu. "baik oyakata sama" jawab Giyu. "hmm siapa yang disebelah mu Giyu apakah dia kekasih mu" tanya oyakata sama. "dia hanyalah temanku" ucapku.


"Baik Shinobu apa kau sudah siap pekerjaanku sangat berbahaya" ucapku kepadanya. "Aku tidak takut kok" balas Shinobu. "Sekarang saatnya kita menuju ke tempat mereka" ucapku. Semoga saja tidak ada jebakan seperti dulu karena aku tidak ingin Shinobu kenapa kenapa.


to be continued


jangan lupa like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, beri saran, dan berkomentar yang baik.

__ADS_1


bye guys


bye.


__ADS_2