
Beberapa hari pun berlalu
Kini Giyu sedang berada di markas pusat organisasinya dan bersiap untuk menjalankan misi selanjutnya. Saat bersiap ia mendapatkan sebuah pesan dari Shinobu yang awalnya ingin mengajaknya pergi jalan-jalan. Tetapi sayangnya Giyu harus menolak dikarenakan ada misi yang harus ia jalankan. Giyu berjanji kepadanya akan mengajaknya jalan-jalan di akhir minggu. Shinobu pun menyetujui nya dan meminta Giyu untuk berhati-hati dalam misinya tersebut.
Usai menerima dan membalas pesan Shinobu, ia pun bergegas menuju lokasi misi yang telah diberikan. Lokasi kali ini tidak jauh dari kota Tokyo melainkan berada di bagian paling utara kota Tokyo. Misinya kali ini adalah menghentikan rencana dari geng Yakuza di daerah tersebut yang memiliki nama Hikari and Darkness. Rencana dari geng tersebut cukup ekstrim yaitu ingin menggulingkan Kekaisaran Jepang dan menggantinya menjadi negara Komunis. Misi kali ini mengharuskan Giyu menghentikan rencananya dengan berbagai cara, mau itu membantu para polisi menangkap seluruh anggota yang terlibat ataupun membun*h mereka semua hingga tak bersisa.
Sesampainya di markas geng Yakuza Hikari and Darkness, Giyu menunggu dan memantau pergerakan dari geng Yakuza tersebut. Saat memantau ia memperhatikan gerak gerik dari geng Yakuza tersebut yang ternyata sangat ketat walaupun terhadap anggota sendiri. "Hmm sepertinya akan sedikit sulit nih untuk masuk diam-diam" pikir Giyu. "Kalau langsung menerobos pasti akan langsung di kepung walau aku bisa melawannya" lanjut Giyu sambil berpikir bagaimana cara masuk yang aman. Saat sedang berpikir ia melihat ke jendela atas gedung tersebut dan mengetahui bahwa jendela tersebut terbuka. Dengan sigap ia langsung pergi menuju jendela tersebut dan menyelinap masuk ke dalam markas mereka. "Hmm ada yang aneh kok penjagaan disini tidak seketat di luar ya bahkan tidak terlihat orang sama sekali" pikir Giyu dengan penuh curiga. "Apa jangan jangan ini jebakan" pikir Giyu curiga yang dibenarkan dengan kemunculan para anggota geng Yakuza Hikari and Darkness. "Yokoso ke dalam perangkap kami yang sangat telat kau sadari" ucap pemimpin geng Yakuza tersebut. "Bagaimana rasanya terperangkap dalam jebakan kami" lanjut pemimpin tersebut sembari menodongkan pistol ke arah Giyu. "Ternyata benar tebakanku bahwa ini semua adalah jebakan" ucap Giyu yang bersiap menghadapi mereka. "Awalnya aku tidak ingin menggunakan kekerasan tetapi kalian memaksaku melakukannya jadi nikmati saja" lanjut Giyu sembari menarik pedang dari sarung pedangnya. "Siap siap untuk menjaga anggota tubuh kalian tetap utuh dan tenang saja aku tidak akan membun*h kalian" ucap Giyu lagi sembari mulai maju dan menghunus kan pedangnya menghindari titik vital lawan.
__ADS_1
Dalam pertarungan tersebut Giyu mulai mengayunkan pedangnya ke arah yang berbeda-beda. Ada yang menuju tangan maupun kaki yang gunanya untuk menyiksa mereka tetapi tetap membiarkan mereka hidup. Meski begitu ia tetap sedikit kewalahan karena banyaknya anggota geng tersebut yang terus berdatangan.
1 jam pun berlalu
Tampak ruangan yang tadinya hanya kotor penuh debu dan berantakan, sekarang menjadi tempat yang banyak sekali bercak darah mau itu di tembok, lantai, maupun jendela. Disana juga banyak sekali tergeletak potongan tangan dan kaki manusia yang masih segar dan baru terpotong. Semua anggota geng Yakuza Hikari and Darkness mendapatkan setidaknya satu anggota tubuh mereka mau itu tangan ataupun kaki terpotong. Dan juga mereka masih meringis kesakitan akibat terpotongnya tangan atau kaki mereka. Disaat yang bersamaan setelah memut*lasi tangan dan kaki mereka ia langsung menelpon polisi menggunakan salah satu HP anggota geng Yakuza tersebut. Setelah menelpon polisi ia segera meninggalkan gedung tersebut dan menjauh dari sana sembari melihat mobil polisi yang berdatangan menuju gedung tersebut.
Di sebuah tempat
__ADS_1
Disaat Storm sudah pergi Giyu pun kembali berjalan menuju markasnya sembari terhuyung-huyung akibat luka yang dideritanya. Saat di perjalanan ia tersungkur lemas di sebuah taman tempat ia pertama kali bertemu dengan Shinobu. Sebelum pingsan entah nyata atau tidak ia seperti melihat Shinobu yang begitu paniknya melihat kondisinya yang menderita luka cukup dalam.
Beberapa saat kemudian
Giyu pun terbangun dari pingsannya. Saat bangun ia menyadari bahwa lukanya telah di obati oleh seseorang. Disaat ia berpikir siapa yang telah mengobatinya ia pun menoleh ke arah samping tempat tidur dan melihat sesosok wanita yang ia kenal yang tidak lain dan tidak bukan adalah kekasihnya Kochou Shinobu. "Sepertinya kau lelah setelah mengobati ku tetapi Terima kasih" ucap Giyu dengan tulus.
To be continued
__ADS_1
Cukup sekian ya guys jangan lupa di like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, dan beri saran
bye guys