Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)

Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)
Mexico


__ADS_3

Keesokan harinya


Giyu pun segera berangkat menuju Mexico untuk menuntaskan misinya tersebut. Tentu saja ini bukanlah hal yang mudah. Seperti yang kita tau, Mexico terkenal dengan kartel-kartel yang bersembunyi di sana. Tapi, ini bukan saatnya untuk Giyu merasa gentar. Ia harus melakukannya apapun yang terjadi.


"Aku harus mencari informasi terlebih dahulu" batin Giyu sembari terus berwaspada.


Ia pun mencoba untuk mencari-cari informasi melalui warga sekitar dan petugas keamanan di sekitar sana. Ia menyamar sebagai warga baru agar tidak dicurigai oleh warga sekitar. Ia mendapatkan beberapa informasi mengenai keadaan yang terjadi akhir-akhir ini di sekitarnya.


"Yosh, ternyata akan ada aktivitas jual beli n*rk*ba di sekitar sini. Aku bisa menyamar sebagai pembeli dan mengorek informasi lebih dalam dari mereka" batin Giyu yang sedang menyusun rencana.


Ia pun mulai mencari keberadaan sang pembeli untuk menyamar menjadi dirinya. Setelah menemukan orang yang dimaksud, ia segera membuat orang tersebut pingsan dan mengambil pakaiannya. Ia langsung pergi menuju tempat transaksi yang berhasil ia temukan informasinya tadi.


Di tempat transaksi


Giyu ternyata sudah ditunggu oleh orang yang menjual barang terlarang tersebut. Ia mencoba untuk tetap tenang agar tidak ketahuan kalau dia sedang menyamar. Ia juga membawa sebuah koper yang dikira orang-orang tersebut berisi uang.


"Sesuai perjanjian, ini barang yang kau inginkan. Cepat serahkan uangnya" ucap kasar orang berbadan besar dan memiliki perawakan yang menyeramkan dengan banyak bekas luka di wajahnya.


"Ini uang yang ku janjikan" ucap Giyu terus menyamar.


"Bagus, sesuai dengan perjanjian kita" ucap orang tersebut dengan mengambil koper Giyu tersebut.


Sebelum sempat orang tersebut membuka koper tersebut, dengan cepat, Giyu langsung menebaskan pedangnya tepat ke arah tangan orang tersebut hingga hampir putus. Belum selesai dari itu, ia langsung memb*n*h 2 orang yang ada di samping orang itu. Ia langsung menahan orang tersebut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut darinya.


"A-ampun" permohonan orang tersebut dengan ketakutan akan dib*n*h oleh Giyu.


"Jika kau tidak ingin m*ti, maka beritahu semua yang kau tau mengenai kartel-kartel yang berada di sini" ancam Giyu.

__ADS_1


"Baik baik, aku akan memberitahu mu semuanya" setuju orang tersebut dengan ketakutan.


Orang itu pun memberi tahu semua informasi mengenai kartel-kartel yang berada di sekitar mereka. Dengan semua informasi yang berhasil ia dapatkan tersebut, akhirnya ia tau dalang penyerang markasnya kemarin. Dalangnya tersebut adalah kartel Kanjoubi, yaitu kartel yang merupakan plesetan dari kata Tanjoubi yang berarti selamat.


Seperti namanya, pemimpin kartel Kanjoubi adalah sang raja penguasa dunia bawah Jepang yaitu Kibutsuji Muzan. Ia memiliki beberapa anak buah yang tak kalah hebat darinya. Dia juga merupakan salah satu buronan yang diburu di Jepang dan merupakan buruan Giyu sejak 2 tahun yang lalu.


Setelah mendapatkan informasi tersebut, Giyu langsung memb*n*h orang tersebut agar penyamaran nya tidak ketahuan. Ia tidak menyangka ternyata buronan yang selama ini ia buru, adalah musuh yang menjadi dalang penyerangan markasnya. Ia mengira bahwa Kibutsuji Muzan masih berada di Jepang dan terus memperkuat kekuatannya.


"Kibutsuji Muzan ya, aku akan mendapatkan mu" yakin Giyu untuk menangkap Muzan kali ini.


Sebelum mulai melanjutkan misinya kembali, Giyu pun menelpon Kagaya. Ia meminta untuk mengirim Tanjirou dan membantunya dalam misi ini. Serta, ia juga memberitahu Kagaya mengenai informasi dari Kibutsuji Muzan yang merupakan kerabat jauh dari Kagaya.


"Rupanya orang itu ada di sana" ucap Kagaya menghela nafas.


"Baiklah, aku akan mengirim Tanjirou untuk membantumu dalam misi itu. Tapi, sebisa mungkin jangan bertindak terlalu impulsif. Bisa-bisa, orang itu mengetahui keberadaan kalian" jelas Kagaya.


Keesokan harinya


Tanjirou pun sudah datang ke tempat yang diarahkan oleh Giyu. Giyu sengaja meminta Tanjirou datang, karena dia yang paling tau mengenai Muzan dibandingkan anggota lainnya selain Kagaya. Karena, keluarga Tanjirou dib*ntai oleh Muzan untuk menutup mulut keluarganya dan hanya tersisa dia dan adiknya saja.


"Giyu-san, apa benar orang itu ada di sini" ucap Tanjirou dengan cukup marah.


"Iya, dia memang ada di sini. tetapi, kau tidak boleh bertindak gegabah ok. Bisa-bisa, ia langsung mengetahui keberadaan kita" jelas Giyu menenangkan Tanjirou.


"Kita bisa melawannya kok. Apa kau takut dengan mereka?" tanya Tanjirou yang dipenuhi dengan dendam.


"Aku sama sekali tidak takut dengan mereka. Hanya saja, jika kita bertindak gegabah sekali saja, bisa-bisa kita m*ti konyol dan malah membuat orang itu senang" balas Giyu dengan memberitahu resiko jika mereka ketahuan.

__ADS_1


"Huh, baik aku mengerti" jawab Tanjirou menenangkan diri.


"Hanya saja, aku tetap tidak bisa memaafkan orang tersebut. Aku ingin sekali memb*n*hnya dan mencincang-cincang tubuhnya hingga menjadi potongan-potongan yang lebih kecil" lanjut Tanjirou dengan dendam yang sangat besar terhadap Muzan.


"Aku mengerti perasaan mu. Hanya saja, jika kau langsung memb*n*hnya, bukankah itu malah membuat dia m*ti tanpa penderitaan. Lebih baik jika kau menyiksanya hingga membuat dia merasa hidup segan m*ti tak mau" jelas Giyu untuk pelampiasan dendam Tanjirou tersebut.


"Aku mengerti. Yang kau bilang itu benar, itu hanya akan membuat dia m*ti dengan tenang dan tanpa merasakan penyiksaan. Lihat saja, aku akan menyiksanya perlahan hingga dia m*ti" jelas Tanjirou yang telah membulatkan tekatnya untuk menyiksa Muzan hingga dia m*ti dengan penderitaan.


"Itu baru anak didik ku" bangga Giyu terhadap Tanjirou.


"Lalu sekarang, kita harus apa Giyu-san?" tanya Tanjirou menanyakan apa yang harus mereka lakukan saat ini.


"Sekarang, yang bisa kita lakukan hanyalah memantau pergerakan mereka. Lalu, kita akan menghajar mereka satu per satu agar kita tidak terkena kepungan mereka" jawab Giyu sembari menjelaskan rencana yang akan mereka lakukan.


"Aku mengerti, lalu apa yang harus pertama kali kita lakukan? Pastinya sebelum memulai memantau mereka, ada yang harus kita lakukan bukan" tanya Tanjirou kembali.


"Kita harus pergi ke sebuah bar yang berada di sekitar sini. Semoga saja kau bisa menahan hasrat mu" jawab Giyu menjelaskan langkah pertama mereka.


"Aku sangat pandai kok, tenang saja. Lagipula, aku lebih tertarik untuk balas dendam, dibanding hal begituan" jelas Tanjirou


Mereka pun memulai langkah pertama mereka yaitu pergi ke sebuah bar yang berada di dekat sana untuk mengumpulkan informasi. Informasi yang mereka cari kali ini, berhubungan dengan seluruh anak buah yang dimiliki Muzan. Dimulai dari kemampuannya, serta perawakannya. Untuk mencari informasi tersebut pun tidaklah mudah, ia harus bernegosiasi dengan karyawan bar ataupun bosnya. Perjalanan mereka pun dimulai.


To be continued


Cukup sekian ya guys ya, jangan lupa di like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, dan beri saran.


Bye

__ADS_1


__ADS_2