
2 hari kemudian
Kondisi Giyu pun menjadi jauh lebih baik dibandingkan kemarin. Meski begitu, ia tetap teguh ingin pulang ke rumahnya walau sudah ditegur oleh Shinobu.
"Haih kau ini, yasudah lah jika kau ingin pulang. Tapi ingat, Hati-hati ya. Soalnya kau belum sembuh sepenuhnya" ucap Shinobu mengingatkan dengan penuh khawatir.
"Tidak perlu khawatir, aku baik baik saja kok" ucap Giyu menenangkannya.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Shinobu, Giyu segera pulang menuju rumahnya. Sesampainya di rumah, ia mengetuk pintu rumahnya. Tak ada sahutan, ia pun mengetuk lebih keras lagi agar ia bisa masuk ke rumahnya untuk beristirahat.
"Baru tau pulang kau" sinis Tsutako kepada Giyu sembari membukakan pintu rumahnya.
"Tch kalau bukan karena tidak hati-hati, aku juga tidak akan terluka begini" balas Giyu yang juga ikut sinis kepadanya.
"Tapi meski terluka, kau senang juga kan dirawat kekasihmu" ejek Tsutako.
"Berisik" kesal Giyu kepada sang kakak.
Giyu pun langsung masuk meninggalkan kakaknya yang masih berada di depan pintu. Tsutako yang kesal dengan sifat adiknya itu, memilih untuk masuk saja dan menuju dapur untuk memasak.
"Hei Giyu, kau mau makan apa?" tanya Tsutako yang ingin segera memasak.
"Kau juga tau kan apa yang aku mau" jawab Giyu dengan sinis.
"Salmon Daikon mulu, gak bosen apa?" tanya Tsutako yang juga ikut sinis kepadanya.
"Tidak" jawabnya singkat pada dan jelas.
"Oh iya Nee-san, akhir minggu ini aku akan pergi. Jadi jaga rumah dengan baik ya" lanjutnya sembari bersantai menunggu masakan Tsutako jadi.
Beberapa saat kemudian, makanan yang dibuat oleh Tsutako pun akhirnya jadi. Giyu yang sudah menunggu cukup lama pun langsung memakannya dengan lahap.
"Memang bener deh, masakan Nee-san tidak ada tandingannya" puji Giyu sembari terus memakan Salmon Daikon yang dibuat oleh Tsutako.
"Manis juga ya mulutmu bisa memuji seperti itu" ucap Tsutako yang senang dipuji oleh Giyu.
__ADS_1
"Lalu jika dibandingkan dengan masakan Shinobu, masakan mana yang jauh lebih enak menurutmu?" tanya Tsutako yang penasaran dengan reaksi Giyu akan masakan Shinobu.
"Sayangnya dia hanya bisa memasak hal-hal yang mudah seperti nasi goreng dan juga omelet" jawab Giyu terus terang.
"Kalau masalah rasa sih, menurutku omeletnya tuh enak. Tapi karena aku belum pernah mencoba omelet buatan mu, jadi aku tidak bisa membandingkan nya" lanjut Giyu menjawab pertanyaan kakaknya mengenai rasa masakan Shinobu.
"Bilang saja kau ingin ku buatkan omelet" sinis Tsutako kepada Giyu.
"Katanya ingin ku bandingkan" pancing Giyu.
"Tch baiklah tunggu sebentar bentar lagi juga siap" ucap Tsutako yang mulai memasak omelet untuk Giyu.
Setelahnya pun, Giyu mulai mencoba omelet buatan Tsutako dan mencoba membandingkannya dengan omelet buatan Shinobu. Setelah mencoba omelet buatan kakaknya, ia mengakui bahwa omelet buatan kakaknya memang enak. Tapi omelet buatan Shinobu jauh lebih enak menurutnya.
Keesokan harinya
Sesuai janjinya kepada Shinobu, pada akhir minggu ini, ia ingin mengajak Shinobu jalan-jalan. Setelah sampai di rumah Shinobu, ia segera mengetuk pintu rumahnya. Ketukan pintu tersebut di sahut oleh Kanae yang mempersilahkan Giyu untuk masuk. Saat masuk, Kanae segera pergi ke kamar Shinobu untuk memanggilnya sementara Giyu diminta menunggu di ruang tamu. Giyu pun menurutinya dan menunggu Shinobu di ruang tamu. Beberapa saat kemudian, Shinobu pun akhirnya datang dengan persiapan yang baik. Mereka pun akhirnya jalan-jalan menuju berbagai tempat.
"Kita mau kemana dulu nih?" tanya Shinobu.
"Bagaimana kalau kita ke bioskop dulu? Ada film baru horor judulnya Train To Muzan dan katanya seru loh" tanya Shinobu antusias.
"Boleh, tapi emangnya kamu berani?" tanya Giyu balik meremehkan Shinobu.
"Dih cuma horor gak takut aku mah" balasnya.
"Awas ya nanti kalo sampe ketakutan terus meluk aku" ucap Giyu meremehkannya kembali.
"Oh jadi aku gak boleh meluk kamu" kesal Shinobu.
"Ya boleh dong sayang" jawab Giyu.
"Udah yuk ke sana kamu yang traktir ya hihihi" ucap Shinobu dengan senyum jahilnya.
"Iya tenang aja" jawabnya santai.
__ADS_1
Mereka pun memulai harinya dengan pergi ke bioskop dan akan menonton film berjudul Train To Muzan. Setelah menonton film tersebut, Shinobu dan Giyu merasa lapar dan ingin pergi menuju ke sebuah restoran. Di restoran, mereka pun segera memesan hidangan yang mereka inginkan. Sembari menunggu, mereka pun berbincang-bincang mengenai film tadi.
"Gila film tadi serem banget sih tapi seru juga" ucap Shinobu dengan super senang.
"Serem banget ya sampai-sampai kamu gak mau lepasin pelukanmu dariku" goda Giyu yang merasa imut akan tingkah Shinobu.
"Ihh kamu mah" kesal Shinobu yang tidak ingin di ejek oleh Giyu karena terus memeluknya lantaran film tadi yang terlalu seram baginya.
Beberapa saat kemudian, hidangan yang mereka pesan pun akhirnya tiba. Shinobu yang sedari tadi sudah kelaparan, ia langsung melahap hidangan yang ia pesan. Setelah makan, Giyu pun bergegas menuju kasir dan hendak membayar semua hidangan yang mereka pesan tadi. Setelah membayar makanan, mereka pun kembali menikmati hari seperti berjalan-jalan ke pantai, menikmati bunga di taman bunga, juga pergi ke kebun binatang bersama untuk menghabiskan hari.
Hingga tak terasa sore pun tiba.
Mereka pun bergegas pulang karena sudah mau malam hari. Sesampainya di rumah Shinobu.
"Makasih ya udah nemenin aku jalan-jalan hari ini" ucap Shinobu yang senang di ajak jalan oleh Giyu.
"Sama-sama yank" balas Giyu dengan senyuman hangat yang terukir di wajahnya.
"Oh iya, bisa gak sih sekali aja kamu panggil aku sayang" manja Giyu yang ingin sekali saja dipanggil sayang oleh kekasihnya.
"Yaudah sekali aja ya" ucap Shinobu dengan perasaan malu-malu.
"Sa-sayang" panggilnya dengan wajah yang memerah seperti tomat matang.
"Ah imut banget emang ya kekasih ku itu sangat imut" ucap Giyu yang tidak tahan dengan keimutan yang dimiliki oleh Shinobu.
"Ih udah ah" ucap Shinobu yang langsung masuk ke dalam rumahnya dikarenakan ia malu-malu.
Setelah Shinobu masuk ke dalam rumahnya, Giyu pun hendak untuk pulang. Sebelum ia beranjak pulang, tiba-tiba pintu rumah Shinobu terbuka dan Shinobu pun keluar sembari mencium pipi Giyu. Giyu yang tidak terima, ia langsung mencium bibir Shinobu. Shinobu pun langsung melepas paksa dan memarahi Giyu sembari masuk menuju rumahnya kembali. Dan akhirnya Giyu pun pulang setelah hari mulai menjadi gelap.
To be continued
Cukup sekian ya guys jangan lupa di like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, beri saran.
Bye
__ADS_1