
POV Giyu
Di markas para pembunuh
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang" tanya Shinobu kepadaku. Dia memang sudah antusias semenjak sampai disini entah mengapa dia ingin ikut. "Memantau pergerakan musuh" ucapku santai. "Baiklah tapi apa kita tidak akan ketahuan?" tanyanya kepadaku. "Kalau kau takut lebih baik tidak usah ikut" balasku. "Aku tidak takut hanya jaga jaga saja" balasnya kembali. " Kau jangan jauh jauh dariku mengerti kan" ucapku. "Siap bos" balasnya.
POV Author
Giyu dan Shinobu pun terus memantau musuh yang ada di hadapan mereka. Beberapa saat kemudian. " Ayo kita bergerak selagi pertahanan musuh melemah" ucap Giyu. "Yey akhirnya kita maju juga" ucap Shinobu girang. "Tapi tetap hati hati oke" peringatan Giyu. "Siap" jawab Shinobu.
__ADS_1
Mereka berdua maju ke arah para musuh. Sesampainya disana Giyu langsung menghajar 5 musuh sekaligus. Sesuatu yang tak diduga Giyu ternyata Shinobu bisa bela diri. "Wow keren aku tak menyangka ternyata dia bisa bela diri" ucap Giyu kagum. "Tentu saja aku bisa ayahku saja mantan jendral tentara angkatan darat" balas Shinobu. "Waduh apa aku tidak apa apa berteman dengan dia nanti dia menangkap ku lagi" batin Giyu.
Setelah menghajar para musuh tersebut.
Darah pun mengalir dimana mana, tetapi Shinobu tidak tampak takut dengan hal seperti itu. "Mengapa kau tidak takut dengan hal hal seperti itu meski kau tidak membunuh satu orang pun" tanya Giyu. "Yah aku pernah ikut ke camp tentara bersama ayahku dan melihat banyak sekali tentara yang bahkan kondisinya lebih parah daripada yang ada di depanku" balas Shinobu, yah meski perempuan tapi dia dengan kanae sudah pernah melihat hal yang lebih parah daripada yang ada di depan mereka saat ini.
Mereka pun mulai beres beres, yah meski hanya Giyu yang beres beres Shinobu hanya duduk saja. "Apa kau tidak akan menangkap ku" tanya Giyu kembali. "Mengapa aku harus menangkap mu" tanya Shinobu kembali. "Bagaimanapun notabene nya aku adalah pembunuh masa kau tidak ingin menangkap ku" balas Giyu. "Meski kau seorang pembunuh aku tidak akan menangkap mu, aku tau kau pasti punya alasan mengapa kau harus menjadi pembunuh bayaran" balas Shinobu hangat, tiba tiba Giyu merasa sedikit senang karena ada orang selain kakaknya yang peduli dengannya. "Sudah beres ayo kita pulang" ajak Giyu. "Ayo aku juga capek, ternyata seru juga ya melakukan hal seperti ini" ucap Shinobu girang. "Jadi maksudmu membunuh orang itu menyenangkan" ucap Giyu sinis. "Tidak aku tidak bilang seperti itu, maksudku adalah bertarung dengan orang cukup menyenangkan. Apa aku boleh bergabung" tanya Shinobu. "Tidak boleh, kau tidak boleh bergabung dengan organisasi ku" ucap Giyu sedikit marah. "Ah yasudahlah" ucap Shinobu sedikit kecewa. Mereka pun bergegas pulang setelah bertarung hari ini yah bisa dibilang melelahkan. Giyu pergi ke markasnya setelah mengantar Shinobu pulang. Dan Giyu meminta Shinobu untuk menjaga rahasianya dengan sedikit memohon. Setelah itu baru pergi ke markasnya.
POV Giyu
__ADS_1
Aku dan kakakku segera menuju ke ruangan tuan besar yang notabene nya bos ku dan kakakku. Setelah beberapa saat akhirnya kami sampai disana.
Tok Tok Tok
Kakakku mengetuk pintu ruangan bos kami. "Masuk" terdengar suara dari dalam yang menyuruh kami masuk. Yap benar suara tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah suara tuan besar yaitu bos kami. Kami pun segera masuk ke dalam ruangan tersebut. "Permisi" ucapku dan kakakku bersamaan. "Jadi bagaimana dengan misi kalian, Tsutako kau jelaskan terlebih dahulu" Tanya bos kami Kagaya yang memulai topik terlebih dahulu. "Misi ku lancar kok tuan besar" ucap kakakku sembari menjelaskan apa yang dialaminya saat menjalani misi tersebut. "Jadi begitu, kalau kau Giyu bisa jelaskan misi mu" ucap tuan besar. "Bisa jadi misi ku juga terbilang lancar bahkan tidak ada yang tersisa dari mereka tapi ada sesuatu yang menarik pada misi ku" Jawab ku santai. "Benarkah tolong jelaskan" ucap tuan besar penasaran dengan ceritaku. "Baik jadi......." ucapku menjelaskan. Setelah aku menjelaskan semua yang terjadi pada misi ku. "Jadi begitu, orang yang bernama Shinobu yang kau ucapkan itu pasti dia anak dari Kochou Zeno seorang mantan jendral yang terbilang hebat pada masanya" jelas tuan besar. "Aku pernah mendengar tentang dia. Kalau tidak salah, dia pernah menghancurkan banyak batalion musuh saat negara kita diserang. Benarkan" ucap kakakku menjelaskan. "Yang kau bilang itu benar Tsutako, dia adalah pahlawan yang sangat berjasa di negara kita. Dan aku memiliki fakta unik tentang dirinya" ucap tuan besar yang membuatku penasaran. "Benarkah bisa beritahu kami tuan besar" ucapku dan kakakku bersamaan. "Tentu, jadi Zeno adalah orang yang tidak menangkap pembunuh seperti kalian tanpa alasan yang jelas" jelas tuan besar. "Maksudnya?" tanya kami penasaran. "Zeno pernah memergokiku membunuh seseorang disaat aku seumuran kalian. Saat itu dia tidak menangkap ku dengan menjelaskan alasan yang sama dengan anaknya. Mungkin anaknya bertindak seperti itu karena faktor gen" Jawab tuan besar. "Oh jadi begitu kami mengerti" jawab kami bersamaan. "Yasudah kalian segeralah pulang sudah mau malam" ucap tuan besar. "Baik tuan besar" jawab kami. Setelah pembicaraan tersebut kami langsung pulang dikarenakan sudah mau malam.
to be continued
cukup sekian ya jangan lupa
__ADS_1
like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, beri saran.
bye