Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)

Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)
Mengungkapkan


__ADS_3

Keesokan harinya


Seperti biasa Giyu selalu bangun awal. Setelah bangun ia pun langsung bersiap-siap mandi. Usai mandi ia segera memasang seragam sekolahnya dan turun ke bawah guna untuk sarapan. "Kak apa makanannya sudah siap?" tanya Giyu yang ingin segera sarapan. "Sudah cek saja di meja makan" jawab Tsutako dari ruang tamu. Tsutako berada di ruang tamu karena ingin menonton acara favoritnya yang hanya tayang 30 menit per harinya dan itupun ada jadwalnya. Biasanya ia bangun pagi dan segera memasak lalu langsung bergegas menonton acaranya tersebut sambil bersiap-siap. acaranya mulai pukul 06:00 pagi dan dia sudah mulai mandi dan masak dari pukul 05:00 pagi. Setelah Giyu sarapan dan juga Tsutako yang sudah menyelesaikan acara favoritnya, mereka pun segera menuju sekolah dikarenakan takut terlambat.


Sesampainya di sekolah


"Ne Giyu apa kau beneran akan menembaknya hari ini" tanya Tsutako penasaran. "Hah menembak aku sedang tidak bawa pistol sih tapi memangnya perlu sampai menembaknya ya" jawab Giyu keherenan. "Hah kapan aku bilang menembak itu harus menggunakan pistol" tanya Tsutako yang semakin heran dengan kebodohan adiknya dalam hal percintaan. "Tadi bukankah kau bertanya kapan aku akan menembaknya" jawab Giyu yang semakin membuat Tsutako tercengang. "Bukan begitu maksudku ah sudahlah mau ku jelaskan juga sepertinya kau tidak akan mengerti nanti saja di kelas baru dilanjut" ucap Tsutako pasrah dengan kebodohan adiknya dalam hal percintaan. "Memangnya aku salah ya" batin Giyu yang semakin bingung.

__ADS_1


Di kelas


Tsutako yang sedang kesal lantas membanting tasnya ke mejanya. "Hei Giyu apa kakakmu lagi pms" tanya Sabito yang heran dengan tingkah Tsutako yang tidak seperti biasanya. "Entahlah mana aku tau" jawab Giyu yang juga heran dengan tingkah kakaknya. "Tapi kalo dilihat-lihat sepertinya dia sedang kesal dengan seseorang apa kau tau dia sedang kesal dengan siapa" tanya Kyojuro yang sepertinya mengerti tingkah Tsutako. "Aku rasa sih tidak ada hanya saja tadi kakakku bilang kalau temanku ingin menembak seorang wanita tetapi tidak tau mau memakai barang apa? Lalu aku menyarankan memakai pistol saja. Tetapi dia malah heran dan aku pun berkata lagi apa tidak masalah jika menembak seseorang nanti kalo mati bagaimana itu saja sih yang ku katakan" jawab Giyu panjang lebar. "Yah kurasa aku sudah tau bagaimana bisa kakakmu jadi seperti itu" ucap Kyojuro tercengang dengan perkataan Giyu. "Yah aku juga" ucap para teman pria Giyu yang lain. "Memangnya aku salah ya" ucap Giyu bingung. "Hei apa kau tidak mengerti apa maksud menembak yang dikatakan oleh kakakmu itu" tanya Tengen. "Tidak" jawab Giyu singkat. "Haduh pantesan" ucap Sanemi. "Jadi gini yu.................................... nah gitu ngertikan" ucap Obanai menjelaskan panjang lebar. "Oh jadi jika kita ingin menjadi pacar seorang wanita tuh kita harus menembaknya dan itu bukan menggunakan pistol melainkan hal-hal yang berbau romantis seperti bunga, coklat, ataupun boneka gitu" ucap Giyu yang mulai paham. "Nah iya itu maksudnya" ucap mereka serempak. "Naruhodo" ucap Giyu yang mulai mengerti.


Beberapa jam kemudian istirahat pun tiba


Sepulang sekolah

__ADS_1


Seperti biasa mereka semua pulang bersama-sama. Setelah pulang ke rumah mereka masing-masing di kediaman Tomioka. "Jadi bagaimana apa kau jadi menembaknya" tanya Tsutako penasaran. "Ya aku jadi menembaknya" jawab Giyu. "Lalu bagaimana apa kau diterima atau tidak" tanya Tsutako semakin penasaran. "Tentu saja diterima asal kau tau ya kak tidak ada wanita yang bisa tahan akan ketampanan adikmu yang satu ini" jawab Giyu dengan sifat narsis nya. "Kau terlalu narsis tau" ucap Tsutako yang sedikit kesal melihat ke narsisan adiknya. "Biarin" ucap Giyu yang tidak mempedulikan perkataan kakaknya.


To be continued


Cukup sekian ya jangan lupa like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, beri saran.


bye

__ADS_1


__ADS_2