Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)

Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)
penyamaran di markas mafia


__ADS_3

Di lantai 14


Mereka pun segera berpisah dan mencari informasi masing masing. Disisi Tsutako. "Hmm bagaimana cara aku bisa mengorek informasi dari mereka ya" tanya Tsutako kepada diri sendiri. Sembari melihat ke seliling tempat ia berada Tsutako pun mendapatkan ide cemerlang dengan menjadi pengantar makanan dan minuman sembari mencoba mengorek informasi dari mereka. "Ok saatnya menyamar" ucap Tsutako licik. Ia pun segera mengantarkan makanan yang ada disana dan jika ada yang bertanya kok berbeda sih orangnya dari yang kemarin maka dia akan menjawab kalau dia adalah orang baru yang baru bekerja disini. Cukup banyak informasi yang ia dapatkan dari penyamaran ini. Contohnya ia berhasil mengetahui rencana dari wakil pemimpin mafia ini yang rupanya cukup gila, rencana perbudakan terhadap anggota mafia yang berhasil mereka tundukan, rencana pengeboman di istana Kekaisaran Jepang, serta peluncuran sebuah roket pemusnah ke pangkalan militer Jepang. "Hmm sudah waktunya aku berkumpul kembali dengan Giyu" ucap Tsutako menuju ke gudang di lantai 14.


Di gudang yang berada di lantai 14

__ADS_1


Tsutako sembari menunggu Giyu ia pun menelaah satu persatu informasi yang ia dapatkan. Setelah cukup lama menelaah Giyu pun akhirnya datang dengan membawa beberapa informasi yang berguna juga. "Hei Giyu apa saja informasi yang kau dapatkan" tanya Tsutako kepadanya. "Cukup banyak, aku mendapatkan informasi bahwa mereka berencana untuk menculik anak dari presiden Amerika, lalu mereka berencana meledakkan sebuah kota di Britania Raya, dan juga mereka sedang membuat senjata super canggih yang akan dapat membuat mereka menghancurkan kota seperti tokyo ini dalam waktu kurang lebih 1 menit" jawab Giyu. "Mengerikan juga ya rencana mereka" ucap Tsutako. "Lalu bagaimana denganmu" tanya Giyu. "Aku dapat informasi mengenai rencana wakil pemimpin dari mafia ini" ucap Tsutako. "Rencana apa itu" tanya Giyu kembali. "Ia berencana ingin menguasai Jepang dengan jalur kekerasan padahal mereka tidak tau seberapa keras militer Jepang" jawab Tsutako. "Lalu ada juga rencana perbudakan dari anggota mafia lain yang berhasil merka kalahkan, rencana pengeboman di istana Kekaisaran Jepang, serta peluncuran roket pemusnah menuju pangkalan militer Jepang" lanjut Tsutako. "Begitu rupanya persiapan mereka juga cukup matang pantas saja berani menantang Kekaisaran Jepang yang begitu kuat" ucap Giyu. "Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang" tanya Tsutako kepada Giyu. "Ini mudah pertama kita hentikan terlebih dahulu rencana mereka perlahan lahan" jawab Giyu santai. "Bagaimana caranya" tanya Tsutako kembali. "Caranya kita akan hentikan rencana mereka yaitu peluncuran roket pemusnah yang menuju militer Jepang saja dulu" jawab Giyu. "Oh aku tau kita akan menghentikan rencana tersebut dengan menonaktifkan roket tersebut atau menghancurkannya di udara benar kan" jawab Tsutako yakin. "Yap kita akan hancurkan rencana matang mereka tersebut" ucap Giyu. "Kalau begitu ayo kita ke control room roket pemusnah tersebut" ajak Tsutako. "Nanti dulu penjagaan mereka pasti banyak" ucap Giyu menahan Tsutako. "Lalu bagaimana" tanya Tsutako lagi dan lagi. "Sesekali gunakanlah otakmu. Kita akan membuat sedikit trik yaitu memadamkan electrical system mereka cuma 1 jam" ucap Giyu licik. "Kalau begitu ayo" ajak Tsutako. "Hmm ayo" jawab Giyu.


Giyu pun segera pergi menuju Electrical system untuk memadamkan listrik di bagian control room roket pemusnah tadi, sedangkan Tsutako langsung menuju control room tersebut. Di Electrical system Giyu langsung menghajar para bawahan mafia yang berada disana dan menonaktifkan listrik dibagian sana. "Kak waktumu hanya 1 jam ok" ucap Giyu memberi tahu melalui radio transmisi sembari mematikan listrik dibagian control room. "Siap" jawab Tsutako semangat. Listrik dibagian control room pun padam. Orang yang berada di control room pun berhamburan keluar karena kondisi di dalam sungguh gelap. Tetapi sistem di sana tetap bisa bekerja walaupun listrik dibagian control room mati. "Saatnya kita menghancurkan roket pemusnah ini" licik Tsutako. Tsutako pun segera meluncurkan tiga roket pemusnah menuju langit dan akan membuat mereka bertiga bertabrakan. Kubah yang menutupi roket ini keluar pun terbuka. Dari situ Tsutako langsung meluncurkan ketiga roket tersebut menuju langit dan berbuat mereka bertabrakan.


BOOM

__ADS_1


Giyu dan Tsutako pun segera berkumpul kembali di gudang tadi. "Lalu rencana apa lagi yang akan kita batalkan sekarang" tanya Tsutako penasaran. "Kalau rencana pengeboman di istana Kekaisaran Jepang itu sudah ada yang menangani" ucap Giyu. "Sedangkan pengeboman di Britania Raya dan penculikan anak presiden Amerika bukanlah sesuatu yang bisa kita handle. Jadi yang akan kita lakukan adalah menghancurkan senjata baru yang sedang mereka buat" lanjut Giyu. "Oh yang dapat menghancurkan sebuah kota yang sebesar Tokyo dalam waktu kurang lebih 1 menit ya" ucap Tsutako yakin. "Tentu saja memangnya yang mana lagi" jawab Giyu. "Hanya saja kita tidak tau dimana mereka membuat senjata tersebut" lanjut Giyu. "Aku tau dimana tempat mereka membuat senjata pemusnah tersebut. Soalnya tadi saat menyamar, ada yang menyinggung soal tempat penemuan penemuan gila yang mereka kembangkan. yaitu di laboratorium lantai 12" jawab Tsutako yakin. "Kalau begitu ayo kita kesana sekarang" balas Giyu.


Sesampainya di laboratorium tersebut


"Tempat ini sepertinya sepi sekali bukankah seharusnya dijaga ketat ya" tanya Tsutako keheranan. "Mereka semua sedang berkumpul di control room karena mereka heran kok bisa roket pemusnah tersebut meledak sendiri" jawab Giyu santai. "Begitu rupanya" ucap Tsutako sedikit mengerti. "Sudah lebih baik kita cepat cari senjata tersebut dan hancurkan hingga tidak bisa dibentuk kembali" ucap Giyu. "Apakah itu senjatanya" tunjuk Tsutako kepada sebuah meja yang berisi sebuah meriam laser yang belum jadi. "Nah ini dia senjata yang kita cari" ucap Giyu yakin. "Tau darimana kau" tanya Tsutako tidak yakin. "Tuh ada tulisan nama senjatanya di bawahnya" jawab Giyu dengan yakin. "Sudahlah mari kita hancurkan" lanjut Giyu. "Dengan apa" tanya Tsutako kembali. "Nih" memberikan palu yang besar dan kuat kepada kakaknya. "Dapat darimana" tanya Tsutako. "Tuh" tunjuk Giyu terhadap kotak peralatan yang sedang terbuka. Mereka pun menghancurkan senjata tersebut hingga tidak membentuk seperti senjata lagi dan tidak bisa diperbaiki lagi. "Sudah misi clear" ucap mereka berdua sembari melempar palu yang baru mereka gunakan. "Ok mari kita menyingkir sebelum kita ketahuan" ajak Tsutako. "Hmm ayo" ucap Giyu menyingkir dari sana bersama Tsutako.

__ADS_1


To be continued


Cukup sekian ya jangan lupa like, comment, share, favorit ya bye guys.


__ADS_2