Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)

Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)
Blue Spider Lily, Berlatih Dengan Tamayo


__ADS_3

1 bulan kemudian


Giyu yang telah kembali dari misinya, ia pun memutuskan untuk mampir ke klinik Tamayo. Ia ingin pergi ke sana juga karena sejalan dengan arah ia akan pulang dari misinya. Ia ingin mengecek kondisi tubuhnya saat ini. Itulah sebabnya ia pergi ke sana.


Di klinik Tamayo


Melihat kondisi klinik yang cukup sepi, ia pun menghampiri Tamayo di tempat ia merawat pasiennya. Saat ini, suami Tamayo yaitu Yushiro, sedang tidak berada di sana. Suaminya tersebut, sedang melakukan bisnis di luar kota.


"Tumben sekali kau ke sini, ada urusan apa?" tanya Tamayo sembari merapihkan tempat tidur pasien.


"Hanya mengecek kondisi diriku setelah menjalankan misi tadi" jawab Giyu santai.


Tamayo pun mulai melakukan pemeriksaan terhadap Giyu. Setelah memeriksa cukup lama, ia tidak menemukan sesuatu yang salah dari Giyu. Denyut jantungnya normal, nafasnya juga normal, dan beberapa hal lainnya juga masih normal.


"Tidak ada yang salah dengan kondisi tubuh mu saat ini" ucap Tamayo yang mulai beranjak dari sana.


"Oh benarkah, baguslah" balas Giyu santai.


"Oh iya, aku memiliki informasi mengenai tanaman langka yang kau inginkan" ucap Giyu sembari bersiap untuk pergi juga.


"Informasi mengenai tanaman langka yang ku inginkan? Tanaman apa?" tanya Tamayo yang juga penasaran dengan tanaman yang di maksud.


"Tanaman langka tersebut adalah blue spider lily" jawab Giyu.


"Eh, benarkah. Itu tanaman yang sangat langka loh" balas Tamayo tidak percaya.


"Iya, tapi tanaman itu dapat di temukan di hutan Aokagihara di Prefektur Yamanashi" jawab Giyu kembali.


"Eh, bukankah itu adalah hutan angker yang biasa ditakuti oleh warga Jepang ya?" tanya Tamayo.


"Memang, karena arti bunga itu meski berkebalikan dengan bunga red spider lily. Tapi hanya berbeda di arti saja, sisanya tetap sama" jawab Giyu.


"Berarti, red spider lily juga ada di sana ya" ucap Tamayo dengan semangat.

__ADS_1


"Seharusnya ada, aku bisa saja pergi mengambilkan bunga tersebut. Tapi, kau harus membantuku satu hal" ucap Giyu yang dapat memenuhi keinginan Tamayo, tetapi ia juga harus bisa memenuhi syaratnya terlebih dahulu.


"Apa syarat mu?" tanya Tamayo.


"Bisakah kau membantu untuk mengajari kekasihku tentang dunia pengobatan?" tanya Giyu dengan membicarakan syarat yang ia inginkan.


"Eh, bukankah dia bisa mengobati mu saat kau terluka saat itu. Mengapa masih ingin minta diajari" tanya Tamayo.


"Dia hanya bisa mengobati luka biasa, tetapi dia juga ingin mencoba untuk menetralkan racun" jawab Giyu dengan jelas.


"Oh, begitu rupanya. Baiklah, aku setuju" balas Tamayo dengan menyetujui syarat yang di ajukan Giyu.


"Kalau begitu, aku akan membawa kekasihku kemari sekarang" ucap Giyu sembari pergi meninggalkan Tamayo.


30 menit kemudian


Giyu pun kembali bersama dengan Shinobu. Ia kembali ke sini juga tidak dengan tangan kosong, melainkan dengan beberapa bunga red spider lily beserta 3 buah bunga blue spider lily. Ia meletakkan bunga tersebut di sebuah tempat yang memang khusus untuk kedua bunga tersebut.


"Nih, tanaman langka yang kau inginkan bukan" ucap Giyu sembari menyerahkan kedua tanaman tersebut.


"Dan juga, ini pacar mu ya. Wah, dia sangatlah cantik. Hebat juga ya, pria dingin sepertimu saja dapat memiliki pacar secantik ini" sindir Tamayo tentang sifat Giyu yang seperti es batu.


"Arigatou atas pujiannya" ucap Shinobu karena senang di puji cantik oleh seseorang wanita yang juga menurut nya sangatlah cantik.


"Ehm, lebih baik kau menunggu di luar saja atau melakukan hal lain gitu. Kau berada disini hanya akan menjadi pengganggu saja" usir Tamayo agar tidak diganggu oleh Giyu.


Giyu pun akhirnya diusir oleh kedua wanita cantik itu. Padahal mereka baru pertama kali bertemu, tapi sudah cepat akrab seperti itu. Giyu pun merasa kesal, karena merasa, Tamayo telah mencuri kekasihnya, dari dirinya.


Sembari menunggu kekasihnya itu keluar, ia pun melakukan berbagai hal yang sangatlah gabut. Contohnya seperti: bermain game, nonton televisi, jalan-jalan diluar, nonton youtube, dan masih banyak lagi kegiatan gabut yang ia lakukan.


Sore hari pun tiba


Giyu yang sudah menunggu sekitar 2-3 jam, ia akhirnya dapat menyelesaikan kegabutannya itu sekarang karena sang kekasih sudah selesai dari kegiatan belajarnya. Ia melihat, sepertinya telah terjadi sesuatu yang menyenangkan di dalam. Ia merasa kesal, karena dia tidak di ajak.

__ADS_1


"Sepertinya kalian senang sekali ya, tapi kenapa aku malah tidak di ajak?" tanya Giyu dengan nada kesal, karena tidak di ajak.


"Rahasia" jawab mereka berdua dengan kompak.


"Dasar menyebalkan" ucap Giyu yang semakin kesal karena tidak di ajak.


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pergi, setelah berpamitan dengan Tamayo. Tamayo berpesan untuk berhati-hati saat perjalanan nanti. Ia juga meminta Giyu untuk menjaga muridnya itu dengan baik. Tentu saja Giyu pasti akan menjaganya dengan baik.


Di jalan


"Bagaimana? Senang tidak setelah belajar ilmu pengobatan?" tanya Giyu dengan penasaran apakah Shinobu senang dengan pembelajaran ilmu pengobatan tadi.


"Senang dong, senang banget malah. Dan juga, dia orangnya baik hati, cantik pula tuh" jelas Shinobu dengan menunjukkan ekspresi senangnya tersebut.


"Memangnya, serunya dimana?" tanya Giyu yang semakin dibuat penasaran oleh Shinobu.


"Ada deh, kamu gak perlu tau sih" jawab Shinobu menutupi hal yang menurutnya menyenangkan tersebut.


"Ih, jahat kamu. Masa gitu doang gak mau ngasih tau" cemberut Giyu yang semakin penasaran dengan hal apa yang membuat Shinobu senang saat belajar dengan Tamayo.


Sebelum mereka benar-benar pulang ke rumahnya masing-masing, Giyu memutuskan untuk mengajak Shinobu makan terlebih dahulu. Ia tau bahwa kekasihnya itu, tengah kelaparan setelah belajar cukup lama. Mengetahui ajakan Giyu tersebut, Shinobu pun dengan senang hati, menerima ajakan tersebut.


Setelah mereka makan sejenak, mereka akhirnya melanjutkan berjalan untuk pulang. Sebenarnya, rumah Shinobu dan klinik Tamayo, tidak begitu jauh. Hanya saja, tadi Giyu sempat pergi ke markas terlebih dahulu untuk menyampaikan hasil misinya. Itulah mengapa, ia membutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk kembali ke klinik Tamayo.


Sesampainya di rumah Shinobu


Shinobu yang sangat senang sekarang, mengajak Giyu untuk bertamu dulu. Tapi, Giyu menolak karena dia harus pergi setelah ini. Shinobu pun mengerti dengan kondisi Giyu dan membiarkan jika Giyu ingin pergi sekarang.


Sebelum ia pergi, Giyu meminta izin kepada Shinobu untuk menciumnya. Shinobu pun tertawa, tetapi ia tetap membiarkannya. Setelah menciumnya, ia pun langsung bergegas pergi dari sana, karena ia sedang memiliki misi saat ini.


To be continued


Cukup sekian ya guys ya, jangan lupa di like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, dan beri saran.

__ADS_1


Bye guys


__ADS_2