
Seminggu kemudian
Semakin hari, Giyu semakin merasakan ada sesuatu yang salah. Sering kali ia merasa ada yang janggal seperti ada yang membuntutinya, ada yang mengawasi setiap gerak geriknya, dan bahkan setiap ia mau tidur seperti ada sesuatu yang akan memb*n*hnya. Tapi, walaupun saat ingin tidur ia merasa ada yang akan memb*n*hnya, ia masih tetap bisa tidur dengan aman karena ia dapat mengatasi ancaman tersebut.
"Kenapa semakin tidak enak nih perasaanku. Seakan sesuatu yang sangat penting bagiku bakalan menghilang begitu saja. Aku sih tidak begitu khawatir dengan Nee-san, tapi jika Shinobu..... Ah jangan berpikir yang tidak-tidak, semoga tidak terjadi apa-apa" batin Giyu tidak tenang karena akhir-akhir ini pikirannya sangat kacau dan rasa takut kehilangannya tersebut semakin besar.
Kekhawatiran nya tersebut pun terus berlanjut hingga beberapa bulan kemudian alias saat ia mulai naik kelas 11. Lebih tepatnya sebulan setelah ia naik kelas 11, ancaman yang ia dapatkan semakin nyata. Ia tidak yakin itu dari siapa karena musuh yang ia miliki sungguh sangat banyak.
"Giyu, kulihat sepertinya kau akhir-akhir ini kau sedang banyak pikiran. Ada apa? Kau bisa bercerita kepadaku" tanya Tsutako kepada sang adik yang terlihat banyak pikiran.
"Tidak ada, hanya saja belakangan ini aku merasa sepertinya ada yang mengincarku" curhat Giyu kepada sang kakak.
"Loh, bukannya itu sudah biasa ya. Kita kan memang punya banyak musuh. Santai aja kali" jelas Tsutako dengan santai.
"Jika memang cuman incaran biasa dari para musuhku sih, aku sudah biasa. Tapi ini, aku sering merasa seperti akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga bagiku dalam waktu dekat. Bisa saja itu nyawaku, atau dirimu, atau malah...." potong Giyu dengan raut wajah khawatir.
"Atau Shinobu kekasihmu?" tebak Tsutako yang sepertinya sudah tau apa yang dipikirkan adiknya tersebut.
"Itu memang sudah menjadi resiko jika kau memiliki seorang kekasih. Bisa saja, kekasihmu itu menjadi incaran musuh-musuhmu. Terlebih lagi, dia juga anak dari seorang tentara jenderal yang hebat di negara ini. Pastinya seorang tentara jenderal sepertinya punya banyak musuh yang dendam kepadanya" lanjut Tsutako dengan menjelaskan resiko yang harus dihadapi Giyu.
__ADS_1
"Aku tau akan resiko itu, tapi aku masih dapat menghadapinya. Hanya saja tidak biasanya mereka bergerak aktif seperti ini" balas Giyu yang memang sudah mengerti akan resiko yang akan ia hadapi.
"Mereka mulai bergerak aktif, mungkin karena ada celah dari setiap kegiatan yang kau lakukan dan dapat dimanfaatkan untuk mencelakai mu. Sebelumnya mereka selalu bergerak pasif, karena tidak ada celah atau kesempatan untuk mencelakai mu. Yang mereka incar itu kau, bukan kekasihmu. Mereka menggunakan kekasihmu untuk mengancam mu" jelas kembali Tsutako mengenai pergerakan musuh Giyu.
"Yah, yang kau katakan memang benar. Selama ini, mereka selalu bersikap pasif karena tidak berani kepadaku. Sekarang, karena aku sedang sibuk-sibuknya dengan urusan sekolah ditambah dengan sekarang aku memiliki kekasih, jadinya mereka mulai bergerak aktif" setuju Giyu dengan penjelasan Tsutako.
"Memangnya, sejak kapan kau mulai merasa bahwa mereka mulai bergerak aktif" tanya Tsutako penasaran.
"Sekitar beberapa bulan yang lalu, kalau tidak salah ingat, di bulan Maret" jawab Giyu yang agak lupa dengan tanggal pastinya tapi masih mengingat bulannya.
"Loh, udah lama banget. Kok kamu baru ceritanya sekarang?" tanya Tsutako kembali.
"Hmm, sepertinya mereka telah menemukan celah yang dapat mengancam dirimu" pikir Tsutako mengenai pergerakan musuh Giyu.
"Bisa jadi. Tapi, apa yang mereka temukan yang benar-benar dapat mengancam ku? Jika dalam hal keluarga, aku tidak akan khawatir. Bahkan, jika mengincar kekasihku, aku juga masih tidak terlalu khawatir lantaran aku masih dapat melindunginya ataupun keluarganya. Keluarganya itu keluarga militer mulai dari kakek hingga ayah dan pamannya" jelas Giyu.
"Entahlah" ucap Tsutako yang tidak peduli mengenai celah yang ditemukan oleh musuh Giyu.
Setelah perbincangan siang itu, Giyu memutuskan untuk pergi ke markas organisasinya. Ia tau jika ia ke sana sekarang, pasti lokasi markasnya akan diketahui oleh musuh. Tapi, lokasi rahasia markasnya tersebut, memang sudah diketahui oleh musuh-musuhnya yang lain ataupun musuh organisasi mereka. Hanya saja, mereka tidak berani menyerang karena kekuatan dari organisasi Giyu yang bisa dibilang gak ngotak.
__ADS_1
Giyu langsung pergi menuju ruangannya. Di sana, ia sedang melihat statistik peningkatan kekuatan dari muridnya yaitu Tanjirou. Sebenarnya murid dia bukan hanya Tanjirou saja, melainkan 2 orang temannya yaitu Zenitsu dan Inosuke juga termasuk muridnya. Hanya saja, Tanjirou jauh lebih menonjol dari mereka dan jauh lebih sering berlatih dibandingkan mereka.
"Hmm, bagus. Peningkatan kekuatannya sangat signifikan. Dia sudah menjadi semakin kuat setelah misi terakhir yang bersamaku alias saat di Mexico" puji Giyu kepada muridnya ini.
"Huh, meski mereka berdua mengalami peningkatan kekuatan juga, tapi mereka sangatlah jarang latihan. Mereka akan tertinggal jauh jika begitu" pasrah Giyu yang tidak habis pikir dengan kedua muridnya yang satu lagi itu.
"Tapi, peningkatan Tanjirou ini pasti memiliki hubungan dengan Kibutsuji Muzan. Setelah ini, kita pasti akan bisa menangkapnya. Setelah itu, kau bisa melampiaskan dendam mu kepadanya" batin Giyu tentang dendam Tanjirou terhadap Muzan.
"Haih, yasudahlah. Semoga saja dendamnya ini tidak akan mempengaruhi peningkatan kekuatannya. Jika dia semakin kuat, maka akan semakin menguntungkan" batin Giyu kembali.
Karena tidak memiliki pekerjaan lain, Giyu pun mengecek misi-misi yang diberikan oleh Kagaya untuk murid ataupun anggota yang bernaung dibawah divisinya. Ia menilai kira-kira misi apa yang cocok dilakukan untuk anggota yang bernaung dibawah divisinya atau muridnya sendiri. Dia juga melihat-lihat misi yang sekiranya cocok untuk dirinya sendiri. Tapi, misi yang dia ambil pastinya adalah peringkat A ke atas.
"Hmm, belum terlihat misi yang cocok untukku. Sedangkan, untuk anggota divisi atau murid-muridku ada cukup banyak yang cocok untuk mereka. Sepertinya untuk saat ini, kekuatanku sedang tidak diperlukan" ucap Giyu sembari melihat-lihat list misi untuk divisinya.
"Yah, untuk sementara ini akhirnya aku bisa bersantai sejenak. Untuk jurnal misi, untungnya aku sudah bagikan di grup divisi, jadinya aku tidak perlu capek-capek menginformasikan satu per satu ke mereka lagi" santai Giyu karena sedang tidak ada pekerjaan.
To be continued
Cukup sekian ya guys ya, jangan lupa di like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, dan beri saran.
__ADS_1
Bye guys