
Keesokan harinya
Giyu pun terbangun dari tidurnya dan mendapati pemandangan yang wah. Yaitu pemandangan posisi tubuh Shinobu yang sedang tertidur membuat pikirannya tersebut terbang ke mana mana. Untuk menghilangkan pikiran kotor tersebut ia bergegas ke kamar mandi dan mencuci mukanya. Saat ia keluar ternyata Shinobu sudah terbangun. "Hoamm selamat pagi Giyu" ucap Shinobu sambil meregangkan tubuhnya. "Pagi" jawab Giyu singkat karena masih terbayang-bayang akan posisi tubuh Shinobu tadi. "Apa kau sudah mandi" tanya Shinobu. "Sudah" bohong Giyu. Memang Giyu ini tipikal pria yang cukup malas jika disuruh mandi, maka tidak heran jika ia jarang mandi di pagi hari. "Yasudah kalau begitu aku akan mandi dulu ya" ucap Shinobu sembari jalan terhuyung-huyung menuju kamar mandi. "Ya mandi lah dan juga aku ingin bilang setelah sarapan sekitaran jam 09:00 aku akan menjalankan misi disini" ucap Giyu sembari memperlihatkan chat dari organisasi nya. "Really di Osaka memangnya siapa yang akan kau b*nuh" tanya Shinobu penasaran. "Kau kira pekerjaanku hanya membunuh orang saja kah" jawab Giyu sedikit kesal. "Aku harus memata-matai gedung pemerintah daerah sini dan mencoba menemukan bukti bahwa pejabat di daerah sini telah melakukan tindakan korupsi" lanjut Giyu menjelaskan. "Oh ok semoga berhasil dan harus berhasil biar pejabat yang korupsi tersebut tau konsekuensi dari melakukan tindakan korupsi" ucap Shinobu memberi semangat dari dalam kamar mandi.
Usai sarapan Giyu pun bergegas menyiapkan peralatan-peralatan yang akan ia butuhkan saat menjalankan misinya. Sebelum pergi ia pun memberitahu Shinobu alasan yang paling masuk akal jika ada yang menanyakan keberadaan dirinya. "Nanti jika ada yang bertanya bilang saja bahwa aku mengunjungi rumah sepupuku yang ada di Osaka" ucap Giyu memberitahu alasan yang masuk akal tersebut. "Baiklah tapi kau juga harus menyelesaikan nya dengan cepat mengerti" ucap Shinobu memperingati. "Aku tau baiklah aku harus bergegas dah" ucap Giyu sembari meninggalkan Shinobu dan melambaikan tangannya. "Dah" jawab Shinobu sembari ikut melambaikan tangannya. "Semoga kau baik baik saja dalam menyelesaikan misi tersebut" batin Shinobu khawatir.
Di sebuah gedung parlemen Osaka
__ADS_1
Giyu nampak hinggap di atap bangunan tersebut. "Ok setelah melihat denah bangunan ini aku yakin tempat pemimpinnya bukan berasa di tengah melainkan ujung kanan" batin Giyu. "Sedangkan di bagian tengah bangunan tersebut adalah security yang siap menangkap ku jikalau aku salah sasaran" batin Giyu sembari memikirkan rencana yang tepat. "Sedangkan dari rooftop sampai ke ruang pemimpin ini harus menuruni 3 lantai dan berjalan mengendap-endap sampai ke pojok kanan" batin Giyu berfikir keras. "Jika aku memaksakan diri untuk pergi ke kantor pemimpin secara terang-terangan maka akan terjadi perlawanan dan bahkan pertumpahan darah" batin Giyu masih berfikir keras. "Tunggu setelah turun dari tangga menuju rooftop, di bagian kiri bangunan terdapat pakaian staf yang ada di loker kerja. Itu artinya aku dapat memanfaatkan hal tersebut untuk menyamar sebagai staf pembersih disana" batin Giyu mendapatkan ide cemerlang. Tanpa basa basi Giyu langsung menuju tempat loker bagian atas staf untuk mengambil pakaian staf guna untuk menyamar.
Setibanya di sana ia langsung bergegas mengambil pakaian tersebut dan mengganti pakaiannya dengan cepat. Setelah mengganti pakaian ia bergegas menuju kantor pemimpin sembari membawa sebuah meja yang biasa staf kebersihan bawa yang menyimpan peralatan-peralatan kebersihan. "Hei kau yang disitu, mau kemana kau" tanya salah satu pegawai di sana. "Saya bertugas untuk membersihkan kantor pemimpin tuan" jawab Giyu dengan nada yang rendah. "Oh begitu yasudah sana" ucap pegawai tersebut sembari pergi. "Baik Terima kasih tuan" ucap Giyu perlahan. "Fiuhh hampir saja ketahuan" batin Giyu lega.
Setelah melewati beberapa lantai akhirnya Giyu pun sampai di kantor pemimpin tersebut. Tok tok tok suara ketukan yang dihasilkan Giyu meminta untuk masuk. "Masuk" suara dari seseorang yang tengah berada di dalam. "Permisi tuan saya akan membersihkan ruangan anda" ucap Giyu dengan sopan. "Iya cepat jangan sampai memengaruhi pekerjaan saya" ketus pemimpin tersebut. Melihat itu Giyu langsung sigap menghampiri pemimpin tersebut dan menodongkan pistolnya kepada pemimpin tadi. "Katakan siapa saja yang melakukan tindakan korupsi di Osaka" tanya Giyu dengan nada dingin. "Ekhh ampun tuan sa-saya tidak tau siapa yang melakukannya" ucap pemimpin tersebut sambil keringat dingin. "Jangan berbohong sekali aku tarik pelatuk ini maka akan ada sebuah lubang yang manis di kepala mu" ucap Giyu dengan nada dingin dan berusaha menakuti pemimpin tersebut. "Baik baik saya akan jujur yang melakukan tindakan korupsi di Osaka adalah saya, wakil saya, walikota Osaka dan wakil dari walikota Osaka sendiri. Setelah itu saya tidak tau lagi siapa yang melakukan tindakan korupsi di Osaka ini" jawab pemimpin tersebut dengan gemetar dan takut. "Lalu apa kau punya file yang menunjukan kalian korupsi atau tidak" tanya Giyu sekali lagi. "Itu saya tidak punya tuan" jawab pemimpin tersebut ragu. "Yakin? yah jika kau tidak punya sih terpaksa aku harus menarik pelatuk ini karena kau sudah tidak berguna" ucap Giyu kembali menakut-nakuti dengan nada dingin. "Se-sebenarnya saya memiliki file nya tolong jangan bunuh saya" jawab pemimpin tersebut dengan takut. "Tunjukan file tersebut lalu copy file tersebut ke dalam flashdisk ini" ucap Giyu memberikan flashdisk nya. "Baik tuan" jawab pemimpin tersebut dengan gemetar karena masih ada pistol yang ditodongkan di kepalanya.
Di tempat cabang organisasi Giyu berada
__ADS_1
Ia bergegas menuju ruang ketua yang ada disana. Tok tok tok suara ketukan dari Giyu yang meminta izin untuk masuk. "Masuklah" ucap pemimpin cabang. "Selamat siang saya Tomioka Giyu ingin melaporkan hasil misi yang diberikan oleh Oyakata sama yang berada di pusat organisasi kita" ucap Giyu memberi hormat. "Rupanya Tomioka Giyu seorang pembunuh dan Mata-mata terhebat di organisasi kita tolong laporkan hasil misimu" ucap pemimpin tersebut dengan lembut. "Saya berhasil mendapatkan file yang berhubungan dengan tindakan korupsi di Tokyo beserta orang orang yang terlibat di dalamnya" ucap Giyu menerangkan hasil misinya. "Kau berhasil mendapatkan file rahasia tersebut memang tidak perlu diragukan lagi kerja seorang mata-mata terhebat sangatlah keren" ucap pemimpin tersebut memuji Giyu. "Terima kasih atas pujiannya dan file-file tersebut berada di flashdisk ini dan saya mohon untuk pamit" ucap Giyu dengan sopan. "Ah baik silahkan" balas pemimpin tersebut. Giyu pun pergi meninggalkan gedung organisasi cabang di Osaka.
To be continued
Cukup sekian ya jangan lupa like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, dan beri saran
bye guys
__ADS_1