Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)

Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)
Persiapan misi di luar negeri


__ADS_3

Seminggu kemudian


Shinobu pun akhirnya resmi menjadi murid Tamayo, dan membantunya untuk mengobati orang-orang di klinik milik Tamayo. Tetapi, setiap kali ada pria yang minta untuk diobati datang ke Shinobu, pastinya si kulkas bakalan merasa kesal. Ia tidak ingin kekasihnya tersebut direbut yang padahal, kekasihnya hanya ingin mengobati orang lain.


Hari demi hari pun berlalu, hingga tak terasa sudah hampir setengah tahun setelah Shinobu menjadi murid Tamayo. Ia sudah sangat hafal dengan pekerjaan yang ia lakukan ini. Tentu saja dengan dampingan sang kekasih yang tetap setia menunggunya dari awal ia memulai latihan, hingga selesai.


"Hari ini selesainya sedikit lebih lama dari biasanya, Terima kasih karena tetap mau menungguku" ucap Shinobu sembari membereskan barang-barangnya.


"Sudah jadi kewajiban ku untuk menunggumu" balas Giyu dengan penuh bangga.


"Ayo kita pergi!" ajak Shinobu untuk segera pulang.


"Ayo" setuju Giyu sembari menggandeng tangan Shinobu.


Mereka pun pulang dari klinik Tamayo setelah berpamitan dengan pemiliknya. Tak lupa, mereka pergi menuju sebuah tempat makan terlebih dahulu untuk mengisi perut mereka yang kosong sejak tadi. Dan, tentu saja itu semua traktiran dari Giyu.


Setelah selesai makan, mereka pun melanjutkan perjalanan untuk pulang. Sesampainya di depan rumah Shinobu, seperti biasa Giyu berpamitan untuk segera pulang. Dan, seperti biasa pula Shinobu mengizinkannya untuk pamit sekarang. Mereka memang tidak sekolah pada hari ini, dikarenakan sedang libur alias weekend.


Giyu pun pergi pulang, meninggalkan Shinobu yang sudah mulai masuk ke dalam rumahnya. Sambil melambaikan tangan, Giyu pun berjalan sendirian di sore hari yang cerah tersebut. Kurang lebih 10 menit agar ia bisa sampai ke rumahnya dengan berjalan santai dari rumah Shinobu.


Malam pun tiba


Karena di rasa ini penting, Giyu pun memutuskan untuk meng-chat Shinobu pada malam itu juga. Awalnya, ia ragu dengan keputusan nya untuk memberitahukan sesuatu kepada Shinobu saat ini. Tapi, kali ini ia telah yakin untuk melakukannya.


"Yank" chat Giyu dengan berniat memulai percakapan di chat.


"Iya, kenapa yank?" balas Shinobu kurang lebih 2 menit kemudian.

__ADS_1


"Kamu kira-kira bisa gak, pulang sama perginya ke klinik Tamayo-sama tuh sendiri selama kurang lebih seminggu?" tanya Giyu yang berniat memberitahu sesuatu setelah Shinobu menjawab pertanyaannya tersebut.


"Bisa kok, kenapa emangnya?" tanya kembali Shinobu yang penasaran dengan tingkah kekasihnya saat ini.


"Jadi gini, kurang lebih selama seminggu. Aku mendapatkan misi untuk ke luar negeri" jawab Giyu dengan memberitahukan maksud yang sebenarnya.


"Eh, kamu mau pergi selama seminggu" balas Shinobu cukup kaget dengan pernyataan kekasihnya tersebut.


"Iya, aku mendapatkan misi ke UK untuk menyelidiki sesuatu di sana" jelas Giyu.


"Ternyata begitu ya, kalau begitu kau harus berhati-hati! Jangan sampai kau terluka lagi, mengerti" jelas Shinobu yang sebenarnya khawatir dengan kondisi Giyu nanti.


"Siap, aku mengerti kok. Kali ini, aku akan lebih berhati-hati lagu" balas Giyu dengan bermaksud menenangkan kekasihnya, untuk tidak khawatir dengan kondisinya nanti.


"Nah bagus, jika nanti kau pulang dengan penuh luka lagi, kau akan ku hajar" ancam Shinobu yang sebenarnya khawatir.


Dan pada akhirnya, isi chat mereka pun hanya ada beberapa omelan pedas dari Shinobu agar Giyu kapok. Meski pedas, tapi Giyu tau bahwa itu demi kebaikannya sendiri. Ia tidak ingin Shinobu khawatir kembali dengan kondisi nya yang terluka parah itu.


Setelah situasinya cukup kondusif, Giyu ingin kembali untuk melanjutkan pembicaraan. Tetapi, sepertinya saat itu, Shinobu telah tertidur setelah menuangkan emosinya cukup lama. Ia pun tidak bisa apa-apa setelah melihat pesan terakhir Shinobu yaitu ia ingin tidur sekarang.


Giyu pun juga memutuskan untuk segera tidur. Sebelum sempat ia memejamkan mata, tiba-tiba saja ia mendapatkan panggilan dari markasnya. Dengan segera, ia pun bergegas menuju markas, untuk mengetahui kondisi apa yang sedang dihadapi oleh markasnya, hingga harus memanggilnya di malam yang cukup larut ini.


Ia pun menghampiri markasnya yang ternyata sedang diserang oleh pihak musuh. Tanpa basa-basi, ia segera menghabisi musuh yang mendekat ke markas organisasi mereka. Beberapa musuh pun tumbang akibat serangan telak dari Giyu. Beberapa dari mereka pun memilih untuk kabur daripada m*ti di sana.


Setelah semua musuh pergi dari sana, Kagaya pun memanggil Giyu untuk menghadap ke dirinya. Saat sedang menghadap, Kagaya pun menjelaskan situasi yang tengah mereka hadapi saat ini. Ia menjelaskan bahwa misi Giyu kali ini, harus dijalankan secepat mungkin.


"Mengapa misi ku harus dijalankan besok?" tanya Giyu.

__ADS_1


"Penyerangan kali ini ada hubungannya dengan misi mu di esok hari" jawab Kagaya.


"Dan satu lagi, pada misi kali ini, berlatar di Mexico" lanjut Kagaya.


"Tunggu, Mexico. Berapa lama aku harus menjalankan misi tersebut?" tanya Giyu kembali.


"Kurang lebih, 1 bulan" jawab Kagaya.


"Durasi misi ini lama, sepertinya karena situasi di Mexico yang sedang tidak kondusif bukan" jelas Giyu.


"Iya, saat ini situasi di Mexico, sangatlah tidak kondusif. Itulah sebabnya durasi misi kali ini cukup lama" balas Kagaya dengan membenarkan perkataan Giyu.


Setelah pertemuan itu, kini Giyu pun kembali lagi ke rumahnya. Hanya saja, sebelum kembali ke rumahnya. Sempat-sempatnya ia mampir terlebih dahulu ke rumah Shinobu.


Ia masuk ke kamar gadis itu dengan melalui jendela kamarnya yang masih terbuka. Ia mengusap lembut rambut pendek gadis itu dan berbisik ke telinga Shinobu dengan lembut. Ia tidak ingin mengganggu kekasihnya yang sedang tertidur pulas itu.


"Shinobu, maaf ya. Sepertinya aku akan melanggar janjiku kali ini. Misi ku kali ini cukup berbahaya, bisa saja aku m*ti di sana. Tapi, kau tidak perlu khawatir, aku akan berusaha untuk kembali ke sisimu lagi" bisik Giyu dengan pelan dan lembut.


Setelah bisikkan tersebut, Giyu pun menulis surat untuk sang kekasih. Isi suratnya tersebut kurang lebih sama dengan perkataan yang diucapkan oleh Giyu kepada Shinobu. Ia tidak ingin kekasihnya tersebut khawatir karena tidak ada kabar darinya.


Usai menulis surat, ia pun segera meninggalkan tempat tersebut. Ia segera pulang ke rumahnya, untuk berpamitan dengan kakaknya. Tanpa ia sadari, ternyata Shinobu masih terbangun. Ia menjadi sedih setelah mendengarkan pesan dari kekasihnya dan menangis. Ia sangat takut akan kehilangan sang kekasih. Sayangnya saat ini, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa berdoa untuk keselamatannya.


To be continued


Cukup sekian ya guys ya, jangan lupa di like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, dan beri saran.


Bye guys

__ADS_1


__ADS_2