
Keesokan harinya
Mereka pun akhirnya kembali ke Jepang. Tentu saja mereka sangat antusias, sudah 2 minggu mereka berada di Meksiko untuk menjalankan misi. Dan untungnya saat ini sekolah sedang libur selama 2 minggu. Seminggu nya untuk kakak kelas try out, sementara seminggu lainnya untuk istirahat sehabis pts 2 minggu lalu.
Ya, 2 minggu lalu mereka sempat melaksanakan PTS. Alias, sebelum Giyu pergi terlebih dahulu menuju Meksiko, baru Tanjirou menyusul 2 hari kemudian. Dan 2 hari lagi mereka harus masuk sekolah.
Sesampainya di Jepang
Mereka sampai di Jepang sekitar pukul 23:25 malam. Kedatangan mereka ini disambut oleh para anggota organisasi mereka setelah mengetahui keberhasilan misi mereka. Meski mereka tidak berhasil menangkap Muzan, setidaknya mereka berhasil menangkap anak buah Muzan yang dianggap sangatlah merepotkan.
Saat mereka tengah sibuk memindahkan anak buah Muzan ke dalam markas mereka. Giyu melihat seseorang yang sangat ia kenal dan juga sayang ada di hadapannya. Yap, orang tersebut adalah kekasihnya sendiri yaitu Shinobu.
"Aku kembali" senyumnya kepada Shinobu.
"Yah, selamat datang" balas Shinobu sembari mulai memeluk Giyu.
"Kau belum tidur? Ini sudah hampir tengah malam loh" tanya Giyu yang cukup khawatir.
"Aku dengar dari Tsutako-san kalau kau akan kembali hari ini. Aku meminta untuk ikut dan dia pun memperbolehkan nya" jawab Shinobu dengan santai.
"Lalu, apa Nee-san mu tau akan hal ini?" tanya Giyu kembali.
"Hehe, jangan khawatir. Aku menyelinap pergi dengan Tsutako-san saat yang lain tidur" jawab kembali Shinobu dengan senyuman jahilnya.
"Yang lain?" bingung Giyu dengan perkataan Shinobu.
"Iya, kemarin kita ngadain acara bakar-bakaran di rumahmu sekalian nginep di rumahmu" balas Shinobu dengan jelas.
"Lalu, Nee-san ku jawab apa saat teman-teman bertanya aku kemana?" tanya Giyu dengan cukup panik.
"Aku bilang, kau sedang pergi ke rumah lama untuk mengambil sesuatu dan bakalan nginep di sana kurang lebih 2 minggu" jawab Tsutako yang datang secara tiba-tiba.
"Oh, untung saja" lega Giyu mendengar jawab Tsutako.
__ADS_1
"Aku bangga kepadamu, kau berhasil menangkap anak buah Muzan yang bahkan sangat sulit untuk mengalahkan mereka jika berdua ataupun lebih" bangga Tsutako terhadap adiknya itu.
"Itu juga berkat bantuan Tanjirou, jika aku hanya sendirian, bisa saja aku akan kesulitan untuk menangkap mereka semua" jelas Giyu dan mendeskripsikan kesulitannya untuk menangkap anak buah Muzan.
"Tanjirou? sepupu mu itu?" tanya Shinobu.
"Iya, yang tadi keluar bersama ku" jawab Giyu.
"Yasudahlah, apa kau lapar? Aku akan memasakkan makanan kesukaan mu" tanya Tsutako karena ia akan segera memasak.
"Ya, aku kangen sekali dengan salmon daikon buatan mu" balas Giyu yang sudah tidak sabar ingin memakan salmon daikon buatan Tsutako.
"Kalau begitu, aku akan membantumu Tsutako-san" ucap Shinobu yang ingin membantu Tsutako.
"Wah terima kasih, aku akan sangat tertolong kalau seperti itu" Terima kasih Tsutako kepada Shinobu.
Mereka bertiga pun segera menuju ke dalam markas. Tsutako dan Shinobu akan menuju dapur karena ingin memasakkan makanan untuk Giyu yang baru saja pulang. Dengan bantuan Shinobu, Tsutako dapat memasak salmon daikon porsi besar dengan cepat.
Setelah selesai memasak, mereka pun menghidangkan salmon daikon porsi besar tersebut kepada Giyu. Dengan perut yang lapar, Giyu dapat dengan cepat menghabisi salmon daikon porsi besar tersebut. Tsutako dan Shinobu pun merasa terheran-heran dengan kecepatan makan Giyu. Mereka sempat mengira bahwa Giyu tidak pernah makan selama 2 minggu itu.
"Cuma sehari, saat di perjalanan" jawab Giyu yang telah menghabiskan makanannya tersebut.
"Rasa-rasanya kau tidak makan hampir 2 minggu ya dengan kecepatan makan yang seperti itu" ucap Shinobu yang tidak percaya dengan perkataan bahwa Giyu hanya sehari saja tidak makan.
"Emang hanya saat itu, kalau kalian tidak percaya, kalian bisa tanya sama Tanjirou atau tidak Tamayo-san" balas Giyu.
"Ya, baiklah" balas Tsutako dan Shinobu dengan tatapan yang tetap tidak percaya.
Setelah menghabiskan makanan yang dibuatkan Tsutako dan Shinobu, mereka bertiga pun pulang menuju rumah Giyu. Tentu saja untuk beristirahat karena perjalanan yang jauh. Di rumah Giyu, mereka langsung segera pergi ke kamar lalu tidur.
Keesokan harinya
Para wanita pun telah bangun karena akan memasakkan makanan untuk para pria. Tentu saja, setelah memasak, para wanita pun membangun kan para pria yang masih tidur pulas. Saat Shinobu ingin membangunkan Giyu, ternyata Giyu sudah tidak berada di kamarnya.
__ADS_1
Di halaman belakang
Tampak Giyu yang tengah berlatih untuk mempertajam indra yang ia miliki. Shinobu yang melihatnya dari jendela kamar Giyu, memutuskan untuk menghampirinya untuk mengajak makan. Di halaman belakang, Giyu yang masih sibuk berlatih dengan mata tertutup, ia tidak menyadari bahwa Shinobu ternyata tengah berada di belakangnya.
"Latihan terus, gak mau makan emang?" tanya Shinobu dengan nada cukup kesal.
"Eh, Shinobu. Sejak kapan kau berada di belakangku?" tanya Giyu kembali.
"Dari tadi, saking sibuknya kau latihan, sampai-sampai kau tidak menyadari keberadaan ku" jawab Shinobu dengan tatapan malas.
"Eh, hehehe, maaf ya. Aku pengen melatih indra ku saja, agar di misi selanjutnya, indar ku dapat jauh lebih bisa diandalkan" balas Giyu meminta maaf.
"Haish, yasudah. Cepat makan, yang lain sudah nunggu" ucap Shinobu yang langsung pergi duluan ke meja makan.
"Ok, bu" jawab Giyu dengan senyuman.
Giyu pun pergi ke kamarnya untuk mandi terlebih dahulu. Sebenarnya, teman-teman Giyu telah mengetahui bahwa Giyu telah pulang tadi malam. Hanya saja, mereka terlalu malas untuk bangun, jadinya tidak terlihat saat Giyu pulang.
Selesai mandi
Giyu pun segera menuju ke lantai bawah dan menuju ruang makan. Di sana, teman-temannya pun telah menunggu cukup lama. Giyu langsung meminta maaf atas keterlambatannya tersebut.
"Lama bet dah lu yu, kasian tuh si Kyo, udah kelaperan" ketus Tengen memarahi Giyu.
"Gak usah bawa-bawa gw lah ngen" balas Kyo dengan kesal.
"Iya deh iya, maaf. Gw baru mandi soalnya" ucap Giyu meminta maaf kepada teman-temannya.
"Sudah-sudah, cepat makan. Nanti makanannya dingin, mana enak" suruh Tsutako agar mereka semua segera makan, karena dia tidak ingin makanan yang ia buat beserta teman-teman wanitanya tersebut, menjadi dingin dan kurang enak untuk dinikmati.
Mereka pun menurut dan langsung memakan masakan para wanita. Sambil makan, mereka pun bertanya kepada Giyu mengenai kunjungannya ke rumah lamanya. Tentu saja di situ Giyu harus berbohong, karena tidak mungkin ia menjelaskan tentang pengalamannya sewaktu di Meksiko kemarin. Yang ada, bisa saja teman-temannya tersebut jadi takut atau malah melaporkannya ke polisi. Akhirnya, ia pun mengarang cerita agar bisa dipercaya oleh teman-temannya tersebut.
To be continued
__ADS_1
Cukup sekian ya guys ya, jangan lupa di like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, dan beri saran.
Bye