Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)

Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)
Penyelamatan


__ADS_3

Flashback sekitar 3 jam yang lalu.


Shinobu sedang merapihkan buku dikarenakan ia sudah selesai belajar. Tetapi, saat ia ingin membalas chat dari Giyu. Ia menyadari ada seseorang yang sepertinya sedang masuk ke dalam kamarnya. Tanpa rasa takut ia pun pergi mengeceknya. Ia mulai mengecek di jendela kamarnya karena saat itu, jendela kamarnya masih terbuka. Sesaat setelah ia berada di dekat jendela kamarnya, secara tiba-tiba di belakangnya terdapat seseorang yang langsung memukul tengkuknya hingga ia pingsan. Sebelum benar-benar pingsan, ia melihat siluet orang yang memukulnya tadi. Sosok yang memukulnya itu sepertinya adalah seorang laki-laki dan juga saat itu, ia sedang mendekati HP nya yang masih menyala. Dan akhirnya ia pun pingsan dan tidak tau apa-apa lagi.


3 jam kemudian, tepatnya pada tengah malam.


Giyu pun akhirnya sampai di sebuah pabrik kosong yang sepertinya sudah lama ditinggalkan. Tanpa banyak basa-basi ia segera naik ke bagian atas pabrik tersebut dan bertemu dengan Storm.


"Wah wah wah cepat juga ya sang prince ice datangnya. Sepertinya, wanita ini sangat lah penting bagi mu senpai" ucapnya dengan santai sembari meminum teh yang baru ia seduh.


"Yoshigawa Naruda serahkan dirinya maka aku akan menjamin kau bisa pergi dari sini dengan selamat" ancam Giyu dengan wajah yang tidak main-main sembari menyebut nama asli dari junior nya yaitu Storm.


"Sudah lama sekali senpai tidak menyebut nama asli ku, aku kira senpai sudah lupa" ucap Naruda dengan nada yang senang.


"Aku baru tau ternyata nama senpai adalah Tomioka Giyu, selama ini senpai selalu menyembunyikan nama aslimu darimu" lanjut Naruda dengan masih meminum tehnya tersebut.


"Jangan mengubah topik, cepat lepaskan dia" ancam Giyu kembali.


"Aduh jangan buru-buru dong senpai, kita main-main dulu" ucapnya mulai serius.


"Lagi pula aku memang belum ada niatan untuk melepaskan nya sih" lanjutnya yang sudah berdiri dari tempatnya sekarang.


"Apa kau yakin tidak ingin melepaskannya" ucap Giyu yang sudah bersiap.


"Aku tau aku memang tidak bisa mengalahkan senpai. Tapi, senpai jangan lupa dia masih ada di tanganku" ancam Naruda sembari menunjukkan Shinobu yang disekap di sebuah kursi dalam keadaan pingsan.


"Oh iya senpai, dia sangat lah cantik. Aku menginginkan nya bisakah senpai memberikannya kepadaku" lanjut Naruda sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Shinobu.


"Kau sangat berisik" ucap Giyu yang sudah tidak bisa bersabar dan mulai menerjang maju.


Saat sudah memulai aksinya tersebut, tanpa Giyu sadari rupanya Naruda sudah mengetahui bahwa Giyu akan muncul dari belakangnya. Tapi bukan Giyu namanya jika ia tidak langsung tau jebakan yang di siapkan oleh Naruda. Saat ia sudah berada di belakangnya, ia segera menghunus kan pedangnya dan berhasil memotong telinga Naruda.


"Aww sakit sekali, senpai jahat sekali ya" ucap Naruda sembari tersenyum.

__ADS_1


"Dan lagi asal senpai tau, wanita yang berada di samping senpai itu bukanlah yang asli" lanjutnya yang mulai tertawa.


"HAHAHA KAU BISA MENCOBA MENCARINYA. TETAPI KAU HARUS CEPAT, KARENA WAKTUMU HANYA TERSISA 15 MENIT DARI SEKARANG" tawa Naruda dengan sangat puas.


"AKU TAU KAU PASTI AKAN SELAMAT MESKI BOM INI DILEDAKKAN, TETAPI BAGAIMANA DENGAN KEKASIHMU ITU? MUNGKIN SAJA IA AKAN TEWAS TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN INI" lanjutnya dengan tawa yang seperti orang gila.


"AKU SUNGGUH SANGAT MENANTIKAN WAJAH MU YANG MERASA SANGAT KEHILANGAN ITU. DAN KAU HARUS CEPAT KARENA 15 MENIT ITU, DIMULAI DARI SEKARANG HAHAHAHAHA" tawa Naruda sembari pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Naruda sialan, lain kali aku bertemu denganmu lagi, maka saat itu lah kematian mu tiba" kesal Giyu yang mulai mencari keberadaan Shinobu di seluruh bagian pabrik lama tersebut.


Giyu pun mulai mencari dimana keberadaan Shinobu. Dalam waktu yang sedikit yaitu 15 menit, ia sedikit tidak yakin akan bisa menemukannya hanya dengan waktu yang se sedikit itu. Tetapi, ia tetap berusaha untuk mencari keberadaan Shinobu walau presentase ia menemukannya itu kecil.


10 menit kemudian.


Waktu yang tersisa hanya 5 menit lagi. Giyu pun mulai pasrah karena tak kunjung menemukan keberadaan Shinobu. Saat ia mulai berhenti, tanpa sengaja ia melihat ke arah timur di tempat pertama kali ia datang ke pabrik ini. Ia pun pergi ke sana dan menemukan sebuah pintu rahasia. Saat memasuki pintu tersebut, ia pun akhirnya menemukan Shinobu yang dalam keadaan terikat tetapi ia sudah sadarkan diri.


"Shinobu" panggilnya sembari dengan cepat membukakan ikatan yang menjerat Shinobu.


"Kau baik-baik saja" tanyanya yang dengan sigap langsung menggendongnya.


"Panjang ceritanya, saat keluar dari sini, aku akan menceritakannya" jawabnya sembari bergegas keluar dari sana.


"Pegangan" lanjutnya sembari mulai pergi dari sana dengan menggendong Shinobu.


Mereka pun segera menjauh dari pabrik tersebut. Saat mereka keluar dan berjarak sekitar 20 meter dari pabrik tersebut, pabrik tersebut pun meledak hingga tak bersisa. Puing-puing dari pabrik tersebut mulai tersebar di sekitar tempat pabrik tersebut yang awalnya berdiri. Giyu pun akhirnya bisa bernafas lega karena mereka berhasil keluar dari pabrik tersebut dengan selamat.


Beberapa saat kemudian.


Mereka berdua pun sampai di rumah Shinobu. Karena takut ketahuan orang ramai, Giyu pun langsung masuk dari jendela kamar Shinobu.


"Jadi bagaimana aku bisa berada di pabrik yang hampir meledak tadi? Aku ingat bahwa saat itu aku baru saja selesai merapikan buku dan bersiap untuk tidur" tanya Shinobu yang heran karena bisa-bisanya ia berada di sebuah pabrik yang hampir meledak, untung saja ada Giyu yang menyelamatkan nya.


"Aku akan menjelaskannya besok saja lebih baik kita tidur sekarang" jawab Giyu yang tidak ingin hal tersebut dibahas sekarang.

__ADS_1


"Ya baiklah, aku tidak akan memaksamu mengatakannya sekarang. Kalau begitu selamat malam, semoga sampai ke rumahmu dengan selamat" ucap Shinobu yang ingin langsung tidur.


"Siapa bilang aku akan tidur di rumahku?" tanya Giyu yang mulai duduk di ranjang Shinobu.


"Oh kau mau langsung pergi ke markas mu ya. Yasudah tetap hati-hati sampai di sana" jawabnya yang mulai berbaring.


"Aku juga tidak ingin pergi ke markas karena ingin langsung istirahat" balasnya santai.


"Lalu?" tanya Shinobu yang mulai bingung dengan apa yang diinginkan Giyu.


"Aku akan menginap di sini" jawabnya sembari berbaring dan memeluk Shinobu.


"Eh" reaksi Shinobu yang malu-malu dan ditandai dengan wajahnya yang mulai memerah.


"Nga-ngapain kau menginap di sini?" tanya Shinobu dengan malu-malu.


"Santai saja sayang, lagipula ini bukan pertama kalinya kita melakukan ini" goda Giyu dengan suara kecil di dekat telinga Shinobu.


"Sudah, sana tidur" panik Shinobu karena tidak ingin Giyu tau kalau dirinya sedang malu-malu.


"Apa kau malu sayang?" tanya Giyu dengan nada menggoda.


"Ma-mana ada aku malu" jawabnya dengan grogi.


"Lalu mengapa kau tidak menatapku, malah menatap ke arah yang berlawanan? kalau bukan sedang malu, maka apalagi?" tanya Giyu yang semakin menggoda Shinobu.


"Berisik aku mau tidur" ucap Shinobu yang mulai memejamkan matanya.


"Yasudah selamat malam sayang, semoga kau mimpi indah" ucap Giyu yang juga mulai memejamkan matanya.


Mereka pun mulai tertidur dengan pose saling berpelukan. Malam itu pun mereka lalui dengan mimpi yang cukup indah.


To be continued

__ADS_1


Cukup sekian ya guys ya jangan lupa di like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, beri saran.


Bye


__ADS_2