Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)

Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)
mengunjungi keluarga besar Shinobu


__ADS_3

Tanggal 30 September pun tiba


Keluarga Kochou akan segera mengunjungi keluarga besar mereka yang berada di Osaka. Dan di antara mereka pun ada Giyu yang juga ikut sebagai kekasih dari Shinobu. Seusai berberes beres mereka semua langsung menuju ke bandara dan akan terbang ke Osaka. Dan akhirnya setibanya di bandara, mereka segera menuju pesawat yang akan terbang sekitar 10 menit lagi. "Hei Giyu kau harus bisa berakting dengan baik ok" bisik Shinobu. "Aku tau" jawab Giyu pelan.


Setelah perjalanan yang cukup lama. Mereka pun akhirnya tiba di Osaka dan bergegas menuju rumah keluarga besar Kochou. Sesampainya disana mereka langsung membereskan barang barang dan masuk ke dalam. "Haih kenapa aku harus setuju" pasrah Giyu di dalam batin. Melihat Giyu yang terlihat pasrah Shinobu pun mencoba berbisik bisik dengannya. "Hehe sabar ya kau sendiri yang bilang setuju jadi harus dilanjutkan sampai akhir" bisik Shinobu pelan. "Kau menyebalkan" balas Giyu. "Memang" ucap Shinobu tertawa kecil.


Di sebuah rumah yang cukup besar dan cukup untuk menampung keluarga besar Kochou yang tidak terlalu banyak orang di dalamnya. Beberapa kerabat Shinobu dan keluarganya ada 2 pamannya yang bernama Kochou Sekido dan Kochou Take. Ia juga memiliki 2 orang Bibi yang bernama Miko Yu dan Keiko Zui. Miko Yu adalah istri dari Kochou Sekido sedangkan Keiko Zui adalah istri dari Kochou Take. Dan Shinobu memiliki 3 orang sepupu, 2 berasal dari pasangan Sekido dan Yu satunya lagi dari Take dan Zui. Sepupunya tersebut bernama Kochou Kido (laki-laki) dan Kochou Rin (perempuan) yang berasal dari pasangan Sekido dan Yu. dan satu sepupunya lagi berjenis kelamin laki-laki dan bernama Kochou Hitori. Shinobu juga memiliki kakek yang bernama Kochou Ran dan nenek yang bernama Saki Yuiko. Kanae, dan Shinobu disukai oleh 2 sepupu mereka. Kalau Kanae disukai oleh Kido dan Shinobu disukai oleh Hitori. Meski begitu mereka berdua tetap menolak pernyataan cinta yang dihadapkan kepada mereka.

__ADS_1


Di dalam keluarga Shinobu meletakkan barang barangnya di dalam kamar yang telah ada sesuai milik mereka masing-masing. Dan karena Giyu menumpang disana jadinya ia tidur di kamar Shinobu dengan menggunakan futon di lantai. Mendengar bahwa Shinobu telah memiliki kekasih Hitori pun merasa geram. Ia berpikir bahwa kekasih Shinobu itu tidak bisa dibandingkan dengannya dan merasa dirinya jauh lebih hebat. Di keluarga Kochou laki-laki yang bisa bertarung adalah hal yang lumrah. Bagaimanapun juga keluarga mereka adalah keluarga yang bekerja di bidang pertahanan atau sebagai tentara.


Di aula tempat berkumpulnya keluarga mereka


"Wah akhirnya Shinobu membawa pulang calon menantu ya" ucap Yu sang bibi dengan gembira. "Iya nih mana tampan pula lalu bagaimana dengan Kanae kapan kau akan memiliki pasangan" tanya Zui sang bibi. "Aduh bibi aku belum terlalu memikirkannya" jawab Kanae sedikit kesal. "Hahaha bibi bercanda tapi memang sebaiknya kau mencarinya dengan cepat" ucap Zui menenangkan Kanae. "Tch dia cuma sedikit lebih tampan dariku tapi pasti kemampuannya biasa biasa saja" gumam Hitori. "Orang itu mengapa menatapku seperti aku ini adalah musuhnya" gumam Giyu bertanya-tanya. "Hei Shinobu sepupumu itu kenapa menatapku dengan tajam seperti aku ini musuhnya" bisik Giyu. "Oh Hitori ya dia menatapmu seperti itu karena statusmu sekarang adalah pacarku dan dia adalah salah satu orang yang menyukaiku" jawab Shinobu dengan pelan sembari melihat ke arah Hitori. "Memangnya berapa banyak orang yang menyukaimu sampai-sampai kau bilang salah satu" tanya Giyu kembali. "Banyak tidak bisa dihitung dengan jari" jawab Shinobu. "Sudah cocok jadi ****-girl" bisik Giyu. "Kau ini ya" kesal Shinobu.


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 17:30 sore. Keluarga Kochou pun bersiap untuk makan malam. Sebelum makan malam dimulai Hitori mengajak Giyu keluar dari aula dan menuju taman belakang. "Untuk apa kau mengajakku kesini" tanya Giyu dingin. "Hei kau dasar sialan tinggalkan Shinobu atau kau ku hajar" ucap Hitori membentak. "Memang itu sih yang ku inginkan tapi masa berakhir sekarang tidak mungkin kan" gumam Giyu. "Tidak mungkin aku meninggalkannya bagaimanapun dia adalah kekasihku bukan, meski kau sepupunya ada hak apa kau menyuruhku untuk meninggalkannya" tanya Giyu sinis. "Tch kau ini dasar bedebah" bentak Hitori sembari melayangkan sebuah pukulan. Sayangnya serangan mudah tersebut dapat dihindari Giyu. "Apa" ucap Hitori keheranan. "Sudah selesai" tanya Giyu. "Kalau sudah aku pergi dulu" lanjut Giyu. "Belum rasakan ini" melayangkan pukulan dengan cepat. Lagi dan lagi dapat dihindari dengan mudah oleh Giyu. Setelah serangan tadi Giyu pun melancarkan sebuah tendangan tepat di kaki Hitori yang menyebabkan Hitori berlutut karena sakit. "Anggap saja itu pelajaran untukmu agar jangan meremehkan lawan mu dan jika kau masih saja begitu maka jangankan menantang yang lebih kuat bisa saja kau mati di medan perang" ucap Giyu cukup panjang. Giyu pun pergi meninggalkan Hitori yang masih berlutut lemas. "Sial bagaimana mungkin aku kalah darinya dan bagaimana mungkin ia bisa menghindari pukulan ku yang terkenal di sekolahku sebagai pukulan tercepat bahkan guru saja tidak bisa menghindarinya hanya bisa menangkis tapi dia malah bisa menghindarinya dengan mudah" kesal Hitori di dalam batin. Setelah merenung cukup lama Hitori pun mencoba untuk berdiri dan berhasil.

__ADS_1


Di meja makan


Tampak semua orang telah berkumpul. Tak terkecuali Giyu dan Hitori yang habis bertengkar tadi. Mereka pun makan dengan cukup meriah malam itu. Setelah makan mereka pun memutuskan untuk menghabiskan malam dengan bermain, nonton televisi, dan rebahan di kamar. Setelah jam menunjukan pukul 22:00 malam mereka pun segera masuk ke kamarnya masing-masing. Shinobu dan Giyu pun memasuki kamar dan berbaring di kasurnya masing-masing. "Hei Shinobu kapan kita akan kembali" tanya Giyu. "Kurang lebih 2-3 hari lagi" jawab Shinobu. "Kenapa kau sudah rindu dengan kakakmu ya atau kau malah merindukan kekasihmu yang sesungguhnya" canda Shinobu. "Aku mana punya kekasih" ucap Giyu sedikit kesal. "Hahaha iya iya maaf" ucap Shinobu meminta maaf. "Yah memang sih aku sedikit rindu dengan Salmon Daikon buatan kakakku" ucap Giyu santai. "Ternyata yang kau rindukan makanan buatannya bukan orangnya" ucap Shinobu merasa kasihan dengan Tsutako. "Hei asal kau tau Salmon Daikon buatannya adalah Salmon Daikon terenak kedua bagiku" ucap Giyu. "Lalu yang nomor satu" tanya Shinobu. "Tentu saja Salmon Daikon buatan ibuku itu adalah Salmon Daikon terbaik diantara yang terbaik" jawab Giyu. "Haha bisa saja kau melebih-lebihkan ibumu yasudah aku ingin tidur selamat malam" ucap Shinobu sembari tertidur. "Selamat malam" balas Giyu sembari mencoba untuk tidur.


To Be Continued


cukup sekian ya jangan lupa like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah.

__ADS_1


bye bye


__ADS_2