
Sementara itu, di suatu tempat, tepatnya berada di daerah yang sangat terpencil di Jepang. Di sana terdapat beberapa orang yang tengah berkumpul untuk merancang sesuatu. Rancangan ini bisa dibilang dapat membahayakan kedaulatan Jepang.
"Jadi semuanya telah berkumpul disini?" tanya Naruda.
"Sudah" jawab mereka semua serempak.
"Bagus, kita semua tau bahwa kita disini hanya untuk satu hal, yaitu hanya untuk memb*n*h pria ini yang tak lain dan tak bukan adalah Tomioka Giyu" jelas Naruda tanpa banyak basa-basi.
"Karena dia lah kita semua hampir saja tertangkap oleh polisi dan selalu saja mengacaukan rencana kita. Oleh karena itu, aku mengumpulkan kalian semua disini untuk meminjam kekuatan kalian dan bersama-sama kita akan memb*n*hnya" lanjut Naruda dengan sangat jelas.
"Tapi bagaimana caranya? Dia itu sangatlah tangguh" tanya salah seorang yang hadir.
"Itulah sebabnya kita berkumpul disini. Kita akan membahasnya saat ini. Baj***an itu dapat bertahan dari racun yang sangat mematikan maupun terkena tikaman di titik vitalnya" kesal Naruda.
"Bahkan jika kalian semua bertarung dan mengeroyok dirinya, kalian semua tetap akan kalah" lanjut Naruda.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya salah seorang dari mereka lagi.
"Cara terbaik yang dapat kita lakukan hanyalah mengancam dengan orang terdekatnya. Tetapi, baj***an itu tetap dapat bertahan meski ancaman itu dapat memb*n*hnya" jawab Naruda berpikir keras untuk dapat mencelakai Giyu.
Meski ia merasa pusing karena harus menyusun rencana agar bisa mencelakai Giyu, Naruda tidak pantang menyerah dan tetap berusaha agar dapat mencapai keinginannya tersebut. Tujuannya hanya satu, diakui sebagai yang terbaik dari yang terbaik dan membalaskan dendamnya karena telah ditinggal oleh Giyu saat misi di Rusia. Meski harus mengorbankan beberapa nyawa orang yang tidak bersalah, demi misi balas dendamnya ini, Naruda sanggup melakukan segala hal agar dapat tercapai.
Disisi Giyu
"Hmm, aku merasakan sesuatu yang aneh. Bisa saja ada seseorang yang berniat untuk mencelakai ku" batin Giyu.
"Aku harus jauh lebih hati-hati lagi, kali ini tidak boleh sampai ada kesalahan lagi. Aku tidak ingin membuatnya khawatir lagi" batin Giyu mulai mewaspadai segala hal.
Pada saat itu, Giyu sedang bergegas dikarenakan ia memiliki janji dengan kekasihnya. Terlambat sedikit saja, bisa-bisa kekasihnya tersebut itu merajuk dan akan sulit untuk membujuknya kembali. Untungnya, ia tidak pernah telat dalam urusan apapun.
Di tempat yang telah dijanjikan
__ADS_1
Tampak sesosok perempuan cantik dengan rambut berwarna hitam bergradasi ungu, tengah menunggu seseorang di taman sembari memainkan HP nya. Dengan tatapan kesal, ia terus menerus menelpon seseorang yang sudah sedari tadi ia tunggu. Tetapi tetap saja, telpon tersebut tidaklah diangkat. Ia pun semakin kesal dan berpikir yang tidak-tidak.
"Ahh, Giyu kemana sih? Lama banget! Jangan-jangan mampir ke tempat lain dulu lagi" tebak Shinobu yang sudah mulai kesal karena Giyu masih saja belum datang.
Beberapa saat kemudian
"Sayang, maaf lama😓" takut Giyu karena rait wajah Shinobu yang terlihat kesal.
"Kemana aja kamu HAH!" kesal Shinobu yang telah menunggu Giyu hampir satu jam lamanya.
"Tadi di jalan tuh macet banget, sampe-sampe gak bisa gerak. Makanya aku telat" jelas Giyu mencoba untuk tidak membuat Shinobu semakin marah.
"Masa? Gak pergi ketempat lain kan?" curiga Shinobu.
"Gak kok, aku kan kejebak macet, emang mau kemana lagi?" balas Giyu mencoba meyakinkan Shinobu.
"Haih yaudah deh" ucap Shinobu sembari mendecah sebal.
"Hmm" balas Shinobu dengan bergumam.
"Mampus dah, kalo beneran ngambek sih bisa berabe ini masalahnya" pasrah Giyu terhadap keadaannya saat ini.
Shinobu pun naik ke motor dan mereka pun akan pergi menuju toko buku. Dengan pasrah Giyu pun berharap bahwa Shinobu tidak benar-benar ngambek padanya. Semisal ia beneran ngambek, akan cukup sulit untuk Giyu membuatnya senang.
Tetapi, yang Giyu tidak tau adalah, Shinobu tidak benar-benar ngambek kepadanya. Memang ia kesal karena keterlambatan Giyu, tapi ia masih bisa memaklumi karena memang saat itu sedang macet-macetnya. Ia sengaja bertingkah seperti ini untuk melihat ekspresi Giyu yang berpasrah diri. Seperti yang kita tau bahwa Shinobu ini memang jahil orangnya.
Masih dalam keadaan gelisah, takut, dan pasrah, Giyu melajukan motornya dengan kecepatan sedikit lebih cepat dari biasanya. Tujuannya, agar dapat lebih cepat sampai ke toko buku yang akan mereka datangi. Dengan peningkatan kecepatan itu, membuat Shinobu cukup kaget. Karena, tidak biasanya Giyu membawa motor secepat ini. Tetapi, ia langsung tau tujuan ll Giyu melakukan hal ini. Ia hanya ingin cepat-cepat sampai dan kembali meminta maaf kepada Shinobu.
Sementara itu, disisi lain
"Ha Hahaha aku sudah tau bagaimana cara untuk memb*n*h baj***an itu. Kali ini, kau tidak akan bisa lepas lagi senpai ku tersayang" tawa jahat Naruda mengenai rencana liciknya tersebut.
__ADS_1
"Kini kita akan lihat bagaimana kau bisa lepas dari ini senpai. HAHAHAHA" tawa gila Naruda dengan rencana super liciknya tersebut.
Saat sudah sampai ke toko buku
"Hmm, kok perasaanku jadi tidak enak ya. Aku harap tidak terjadi apa-apa" batin Giyu dengan perasaan khawatir yang mendalam.
Setelah memarkirkan motor, ia pun langsung bergegas menuju ke sang kekasih. Shinobu masih setia menunggu kekasihnya itu didepan toko buku tersebut. Dan lagi, dia masih akan terus berpura-pura ngambek dan ingin melihat bagaimana reaksi Giyu sampai mereka selesai di toko buku.
Giyu pun akhirnya datang setelah ia memarkirkan motornya. Mereka berdua pun masuk karena memang ingin membeli beberapa alat tulis beserta beberapa buku baik itu buku cerita dan juga buku tulis. Dan tentu saja, semua yang mereka beli ini akan dibayarkan oleh Giyu. Bisa dibilang, untuk membuat Shinobu senang lah.
Kita kembali lagi ke sisi Naruda dan aliansinya. Naruda pun telah menemukan kelemahan terbesar dari Giyu selain dari orang terdekatnya. Dengan mengetahui hal ini, maka akan semakin mudah baginya untuk melancarkan aksinya tersebut.
"Kelemahan apa yang kau temukan sampai-sampai kau yakin dapat dengan mudah membantu melancarkan aksi kita?" tanya salah seorang dari mereka.
"Rahasia" jawab Naruda singkat.
"Rahasia? Tapi mengapa? Bukankah kita satu aliansi?" tanya salah satu dari mereka lagi secara beruntun.
"Jika kalian mengetahuinya sekarang, percayalah bahwa itu tidak akan berguna dan malah merugikan kita. Tapi, pada saatnya nanti, kalian juga pasti akan mengetahuinya" jelas Naruda.
"Yang jelas, dengan rahasia ini, kita pasti akan dapat menghabisi baj***an itu HAHAHAHA" tawa gila Naruda.
"Itu pasti HAHAHAAA" balas mereka semua.
"Kita lihat saja nanti Tomioka Giyu" raut wajah serius Naruda.
To Be Continued
Cukup sekian ya guys ya, jangan lupa di like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, dan beri saran.
Bye
__ADS_1