
Di markas
Giyu dan Tsutako segera melapor kepada tuan besar alias Ubuyashiki Kagaya. Mereka melaporkan apa informasi yang berhasil mereka dapatkan. "Begitu rupanya informasi yang kalian dapatkan sangatlah penting" ucap Kagaya. "Tapi mengapa kau bisa terlibat dalam misi ini juga Giyu" tanya Kagaya. "Saya dimintai tolong oleh kakak saya tuan besar" jawab Giyu sopan. "Yasudah tidak masalah, omong-omong semua informasi yang kalian sampaikan ini akan ku sampaikan kepada badan intelegen nasional dan meminta mereka untuk memberitahu negara yang terdampak juga" lanjut Kagaya. "Tapi tuan besar apa itu tidak masalah? bagaimanapun juga kita ini organisasi pembunuh dan mata mata" tanya Tsutako. "Tenang saja karena aku dan pemerintah sudah membuat kesepakatan bahwa kita boleh saja beraksi sesuai dengan profesi asalkan jika ada sesuatu yang mengancam negara dan luar negara yang kita ketahui, kita wajib memberitahu mereka juga" jawab Kagaya. "Begitu rupanya" ucap mereka berdua kompak. Setelah selesai melapor mereka berdua pun bergegas pulang untuk beristirahat.
Sesampainya di rumah Giyu pun langsung menuju kamarnya untuk merebahkan diri. Sedangkan Tsutako memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Disaat yang sama Giyu tiba tiba kepikiran dengan statusnya yang sekarang yaitu sebagai pacar pura pura nya Shinobu. Ia pun masih tidak menyangka bahwa Zeno selalu ayah dari Shinobu akan setuju untuk menyerahkan anaknya kepada seseorang sepertinya yang notabene nya adalah seorang pembunuh. Tanpa ia sadari ternyata ada notifikasi chat dari Shinobu yang masuk. Karena ia tidak sadar sudah pasti akan ada masalah yang terjadi. Karena rasa lelah akibat menjalankan misi tadi ia pun tertidur.
Sore hari pun tiba
__ADS_1
Giyu pun terbangun dari tidurnya. Ia melihat bahwa jam sudah menunjukan pukul 16:59. Setelah bangun ia pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan bersiap untuk makan. Sebelum makan ia pun mengecek HP nya. Saat di cek ternyata ada pesan masuk dari Shinobu yang tidak ia sadari telah ada semenjak sebelum ia tidur. "Gawat, jadi masalah deh kalau begini" batin Giyu kesal. Ia pun segera mengecek isi pesan tersebut. "Giyu" chat Shinobu singkat. "Hei jawablah" chat Shinobu cukup keras. "Giyu jawablah" chat Shinobu mulai menyerah. "Ah sudahlah" chat Shinobu yang akhirnya menyerah. Melihat chat Shinobu tersebut Giyu pun jadi merasa bersalah dengannya. Pada akhirnya ia pun berinisiatif meminta maaf dengan meng-chatnya balik. "Hei Shinobu maaf aku tidak tau kalau kau meng-chat diriku soalnya tadi aku sedang tidur" chat Giyu meminta maaf. Tak lama kemudian masuklah sebuah chat. "Yah baiklah akan ku maafkan tapi awas saja jika kau mengabaikan chatku" chat Shinobu mengancam. "Baiklah, tapi ada apa" chat Giyu bertanya-tanya. "Jadi begini, karena kau sudah setuju untuk menjadi pacar pura puraku nah ayahku ingin aku membawamu ke keluarga besarku" chat Shinobu memberitahu. "Tunggu jika begitu nanti malah aku akan semakin terikat dong denganmu" chat Giyu tidak setuju. "Aku mohon mau ya anggap saja balas budi dari waktu aku membantumu saat itu" chat Shinobu memohon. "Tapi nanti bagaimana caranya aku bisa lepas" chat Giyu menanyakan caranya. "Nanti pasti ada cara aku janji deh" chat Shinobu berusaha meyakinkannya. "Hah baiklah janji ya" chat Giyu setuju. "Yasudah aku harus mandi dulu dah" chat Shinobu menyudahi. "Dah" chat Giyu ikut menyudahi. Setelah chat yang panjang tadi ia pun makan malam bersama kakaknya.
Malam hari pun tiba
Disaat Giyu ingin tidur, ia pun teringat dengan apa yang disampaikan Shinobu tadi sore. Ia pun berfikir apa bisa ya dia lepas dari status kepura-puraan ini. Semua pikiran ini membuatnya lelah dan ingin tidur. Pada akhirnya dia pun memejamkan matanya dan terlelap dalam kantuknya.
Keesokan harinya
__ADS_1
Di sekolah
Mereka pun sampai sekitar pukul 07:30 dikarenakan sekolah mereka dimulai pukul 08:00. Beberapa saat kemudian teman mereka yang lain pun datang. Disaat Giyu melihat ke arah Shinobu ia pun langsung teringat dengan chat Shinobu dengannya.
Istirahat pun tiba
Melihat Shinobu sedang sendirian di kelas ia pun segera memintanya untuk mengikutinya ke atap sekolah. Shinobu pun menyetujuinya. "Ehem aku masih memikirkan soal chat kita kemarin" ucap Giyu memulai pembicaraan. "Ah soal itu ya, tolong lah sampai mereka benar benar percaya kalau aku sudah punya pacar" ucap Shinobu memohon untuk Giyu menyetujuinya. "Tetapi aku masih tidak yakin jika itu terjadi apakah akan bisa lepas" jawab Giyu tidak yakin. "Begini saja nanti ketika mereka sudah benar benar percaya dan bisa dibilang sudah berhasil maka kita sudah selesai dan jika mereka nanya bilang saja kita sudah putus" ucap Shinobu santai. "Em aku rasa itu tidak akan semudah itu" ucap Giyu makin tidak yakin. "Percayalah padaku nanti kalau berhasil ku turuti deh apapun permintaan mu asal bisa ku penuhi" jawab Shinobu meyakinkan Giyu kembali. "Baiklah, tanggal berapa kau akan mengunjungi keluarga besarmu" tanya Giyu. "Tanggal 30 September ya jangan lupa" ucap Shinobu memberitahu. "Iya aku tau" balas Giyu. "Kalau begitu aku ke kelas dulu ya" ucap Shinobu sembari pergi. "Baiklah dah" ucap Giyu. "Hmm bagaimana jika malah tidak bisa terlepas dari status kepura-puraan ini yang ada malah aku dihajar habis habisan oleh keluarganya jika melakukan hal seperti itu" batin Giyu bingung. "Aku bahkan tidak menyukainya tapi malah setuju dengan rencananya, ah sudahlah" batin Giyu pasrah. Akankah Giyu bisa terlepas dari status kepura-puraan nya dengan Shinobu atau malah yang tadinya berstatus pura pura malah menjadi permanen. Saksikan terus.
__ADS_1
to be continued
jangan lupa like, comment, share, favorit bye guys