Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)

Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)
Terluka parah


__ADS_3

Malam harinya


Giyu terbangun dengan tubuh yang terbalut perban. Saat terbangun, Giyu melihat Shinobu yang tertidur pulas di samping tempat tidurnya. Ia tau bahwa sekarang ia tengah berada di rumah nya, lebih tepatnya di kamarnya. Meski masih lemas, ia pun menarik tubuh mungil gadis itu dan membaringkannya di samping dirinya.


"Maaf ya telah merepotkan mu" ucap Giyu lembut terhadap gadis tersebut.


"Sial kalau bukan karena tidak hati-hati pasti aku tidak akan terluka begini" kesal Giyu terhadap musuh lamanya tersebut.


Storm adalah musuh lama Giyu yang sering membuat pekerjaannya jauh lebih rumit. Misalnya jika dia hanya disuruh mencuri data pemerintah daerah, musuh lamanya tersebut akan membuat Giyu ketahuan dan dikepung oleh penjaga di sana yang mengharuskan Giyu membun*h mereka semua. Tetapi, sudah hampir 3 tahun mereka tidak bertemu, Kira-kira apa yang diinginkan oleh musuh lamanya tersebut. Itu lah yang masih terbesit dalam pikiran Giyu. Giyu hanya takut bahwa dia akan mengusik kekasihnya ini. Bagaimanapun juga meski ia bisa membela diri, tetap tidak sehebat musuhnya tersebut. Dengan pikiran yang masih kacau balau tersebut, Giyu mencoba mengabaikannya dan mencoba untuk tidur. Tetapi tetap saja ia tidak bisa tidur dan hanya memainkan pipi Shinobu yang membuatnya sedikit tenang akan pikirannya.


"Apapun yang terjadi aku akan tetap melindungi mu, aku berjanji" janji Giyu kepadanya dengan sangat tulus.


Setelah mengucapkan janji tersebut Giyu pun akhirnya dapat tertidur dengan cukup pulas. Meski masih memikirkan tentang musuh lamanya yang begitu menyebalkan, ia lebih memilih untuk tidak ambil pusing dan tidur sembari memeluk kekasihnya tersebut.


Pagi hari pun tiba


Shinobu yang tertidur lebih dulu, ia juga lah yang terbangun lebih awal dari Giyu. Saat terbangun, ia kaget karena mendapati dirinya yang sedang berada di atas tempat tidurnya. Ia berpikiran bahwa Giyu pasti sudah memindahkan nya ke atas kasurnya lalu pergi meski sedang terluka parah.


"Dasar Giyu sudah tau terluka parah, malah pergi Menghindari pengobatan ku. Awas saja nanti saat bertemu dengan mu aku akan menghukum mu" kesal Shinobu kepada Giyu karena sudah seenaknya pergi saat sedang terluka.


Disaat dia sedang kesal, ia menoleh ke samping kanan tempat tidurnya. Alangkah terkejutnya ia ketika menyadari bahwa ternyata ia dari tadi sedang tidur bersama Giyu. Raut wajahnya pun mulai memerah karena malu dirinya tidur sembari dipeluk oleh kekasihnya tersebut.


Beberapa saat kemudian


Giyu terbangun dari tidurnya dan melihat Shinobu yang sudah terbangun terlebih dahulu. Ia pun langsung memeluk gadis tersebut sembari memberi ucapan selamat pagi kepadanya.


"Pagi sayang" ucap Giyu dengan begitu tulus dan lembut.


"Gk usah manggil sayang, kok kamu bisa terluka parah kayak gini?" tanya Shinobu dengan nada marah.


"Eh jangan marah dong sayang" ucap Giyu mencoba menenangkannya.

__ADS_1


"Udah jawab aja dulu" ucap Shinobu yang semakin kesal dengan Giyu karena tidak berhati-hati.


"Baiklah jadi sebenarnya saat sudah selesai menjalankan misi, aku pun ingin segera kembali ke markas organisasi ku. Tetapi saat aku ingin kembali ke markas, aku bertemu dengan musuh lama ku yang sudah hampir 3 tahun kami tidak bertemu lagi. Pada saat bertemu dengannya, ia pun memanas-manasi aku dengan mengatakan bahwa aku yang kejam ini dapat juga bertindak kasihan terhadap penjahat. Ya aku sih tidak mempedulikan nya dan bersiap untuk pergi, tapi dia malah mengancam ku akan melukaimu, jadi disitu dengan emosi aku menghajarnya dan berhasil membuatnya terluka parah. Tapi sialnya, ia ternyata diam diam menus*kkan pisau yang ia bawa ke dada kanan ku yang ternyata pisau tersebut mengandung racun. Dan akhirnya dia berhasil lari dan menjauh dari sana. Kalau sisanya kau pasti tau kan" jawab Giyu panjang lebar.


"Ya ampun Giyu, gak usah sampe segitunya dong. Dia itu mancing kamu biar kamu kesel dan dia gampang untuk ngelukain kamu. Bahkan bisa aja dia ngebun*h kamu loh" ucap Shinobu yang khawatir.


Ia tidak menyangka bahwa Giyu bisa terluka sebab khawatir ia akan diserang oleh musuh lamanya. Padahal, ia tidak perlu begitu khawatir terhadap dirinya karena ia juga bisa membela dirinya.


"Meski begitu aku tetep aja kesel yank, masa dia ngancem aku bakalan ngebunuh kamu gimana aku gak emosi. Dan lagi jangan panggil aku Giyu, panggil sayang aja ya sayang" ucap Giyu yang sepertinya tidak tau malu.


"Ih jangan gitu lah aku malu" ucap Shinobu sembari menutupi wajahnya yang mulai memerah karena malu.


"Gak papa sih hehe. Eh iya btw Nee-san ku dan Nee-san mu tau gk kalo aku disini?" tanya Giyu penasaran.


"Kalo Nee-san mu aku udah beri tau dia, tapi kalo Nee-san ku mana tau" jawab Shinobu.


"Yasudah aku akan memasak sarapan untuk mu, tunggu sebentar ya" ucap Shinobu sembari menuju dapur untuk memasak sarapan mereka.


Setelah selesai memasak, ia segera membawa nasi goreng 2 porsi untuknya dan Giyu menuju kamarnya. Di kamar, ia melihat Giyu yang dengan santainya sedang menunggu dia sambil melihat-lihat barang miliknya.


"Hei jangan mengobrak-abrik barangku" kesal Shinobu jika barangnya diobrak-abrik oleh orang lain.


"Hehe maaf sayang abisnya kamarmu ini sangat nyaman ya wangi lagi" puji Giyu terhadap Shinobu.


"Udah gk usah puji puji lagi nih makan" ucap Shinobu cukup keras untuk menutupi dirinya yang sedang malu.


"Wah kau masak apa?" tanya Giyu sembari menanti masakan yang dibuat oleh Shinobu.


"Aku buat nasi goreng hehe soalnya aku gk terlalu bisa masak" jawab Shinobu sedikit malu karena yang dia masak adalah nasi goreng.


"Gak papa kok masakan mu pasti enak" ucap Giyu sembari mencoba masakan Shinobu.

__ADS_1


"Gimana enak?" tanya Shinobu penasaran dengan reaksi Giyu dengan masakannya.


"Hm ini enak kok hanya saja jika telurnya tidak terlalu cepat diacak pasti akan lebih enak lagi" reaksi Giyu terhadap masakan Shinobu.


"Kok kamu bisa tau kalo aku ngacak telurnya kecepetan?" tanya Shinobu heran.


"Liat aja tekstur telurnya terlalu ancur" jawab Giyu.


"Emangnya harus kayak gimana?" tanyanya lagi.


"Harusnya kamu tunggu dia sampai dia jadi telur dadar walau masih setengah jadi baru diacak" jawab Giyu kembali.


"Tapi jadi kerja 2 kali dong" ucap Shinobu yang gk mau kerja 2 kali.


"Ya biar jauh lebih baik sayang" saran Giyu.


"Iya deh yank" ucap Shinobu mendengarkan saran Giyu yang juga ia tanpa sadar keceplosan memanggil Giyu sayang.


"Eh apa tadi yang kamu bilang?" tanya Giyu pura-pura tidak dengar.


"Ih Giyu" kesel Shinobu sambil malu-malu.


"Hahaha pacarku lucu banget sih" tawa Giyu senang.


"Udah abisin makanannya" perintah Shinobu.


"Siap sayang" turut Giyu.


To be continued


Cukup sekian ya guys jangan lupa di like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, dan beri saran.

__ADS_1


Bye


__ADS_2