Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)

Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)
Terluka kembali


__ADS_3

Setengah tahun kemudian


Giyu dan teman-teman telah naik kelas dari kelas 1 menjadi kelas 2. Pada saat yang sama, Giyu menyadari bahwa pergerakan sang mantan junior sangat aktif belakangan ini. Ia bingung jika saja sang mantan juniornya tersebut meminta bantuan pemb*nuh bayaran top sepertinya, maka sudah dapat dipastikan ia tidak akan baik-baik saja.


"Hmm, jika saja ia tiba-tiba menyerang bersama dengan pemb*nuh bayaran top lainnya, aku pasti akan habis" pikir Giyu yang takut bahwa sang mantan junior akan meminta bantuan pemb*nuh bayaran yang setingkat dengannya.


"Jika benar seperti itu, aku harus banyak berlatih lagi. Jika aku berlatih lebih keras lagi, aku pasti bisa menghadapi pemb*nuh bayaran setingkat denganku walau 2 lawan 1" lanjut Giyu yang sudah terfikir ingin berlatih lagi.


Giyu pun mulai berlatih kembali dengan tanpa henti. Kurang lebih liburannya selama seminggu ini, 3 harinya ia gunakan untuk berlatih. Sedangkan sisa harinya, ia lebih memilih untuk menghabiskannya bersama Shinobu.


"Kenapa kau berlatih gila-gilaan dari 3 hari yang lalu?" tanya Shinobu khawatir akan keadaan Giyu yang berlatih gila-gilaan.


"Untuk berjaga-jaga, aku hanya khawatir mantan junior ku yang tidak punya otak itu, bersatu dengan pemb*nuh bayaran yang setingkat denganku" jawab Giyu dengan alasan yang jelas.


"Kalau hanya satu lawan satu, tentunya aku masih bisa. Tetapi jika 2 lawan satu atau lebih, aku pasti akan tewas mengenaskan jika tidak meningkatkan kemampuan ku sendiri" lanjut Giyu dengan lebih detail.


"Tapi, apa itu tidak masalah? Latihan mu tuh berat loh" tanya Shinobu sekali lagi dengan penuh kekhawatiran.


"Tenang saja, aku akan baik-baik saja kok" ucap Giyu menenangkan Shinobu.


"Ya, baiklah" balasnya yang sudah yakin bahwa Giyu akan baik-baik saja.


"Sudah, lebih baik kita pergi makan siang. Aku sudah lapar nih" ajak Giyu yang ingin segera pergi makan siang.


"Ayo, tapi kamu yang bayar ya hehehehe" tawa kecil Shinobu yang selalu saja ingin ditraktir oleh Giyu.

__ADS_1


"Haih, yaudah deh. Dasar kau ini, sukanya gratisan" ejek Giyu dengan lembut sembari mencubit hidung Shinobu.


"Siapa sih yang gak suka gratisan? Hahaha" tanya Shinobu kepada Giyu yang membuat Giyu tercengang karena perkataan Shinobu memang ada benarnya.


"Udah udah, ayo kita pergi" ajak Giyu tanpa basa-basi sembari menarik tangan Shinobu.


"Iya iya, sabar sih" ucap Shinobu yang menyetujui ajakan Giyu, walau ia yang sekarang ini, sedang di tarik oleh Giyu.


Mereka pun kembali menghabiskan hari yang indah lagi. Meski begitu, malamnya Giyu tidak lupa untuk berlatih kembali, agar kemampuannya semakin meningkat.


Tak terasa ia terus berlatih hingga ia hampir masuk sekolah. Besok adalah hari pertamanya sebagai siswa kelas 2 SMA. Ia tidak ingin melewatkannya, jadi memutuskan untuk tidak berlatih malamnya.


2 hari kemudian


Giyu pun pergi untuk menjalankan misinya seperti biasa. Saat sudah selesai, ia dengan segera akan pergi pulang untuk bersantai. Tetapi, saat ditengah jalan, tanpa sengaja ia bertemu dengan sang mantan junior yang tidak memiliki otak tersebut.


"Ku kira siapa? Rupanya sang mantan junior ku yang tidak punya otak itu ya" ejek Giyu dengan mulut pedasnya.


"Mungkin saat ini kau masih bisa tertawa, senpai. Tapi, apa sekarang kau masih bisa tertawa?" tanya Naruda dengan menunjukan 2 pemb*nuh bayaran tingkat tinggi yang ia bawa.


"Hmm 2 pemb*nuh bayaran yang setingkat denganku ya. Sepertinya kau terlalu meremehkan mantan senpai mu ini" remeh Giyu yang dengan sigap langsung mengeluarkan pedangnya.


"Majulah" tantang Giyu yang langsung di sahut oleh kedua pemb*nuh bayaran tersebut dengan langsung menembakkan pistol yang mereka miliki.


"Akurasi kalian jelek sekali, kalian ini pemb*nuh bayaran tingkat tinggi bukan sih? Masa akurasi kalian saja sampah" jelas Giyu yang heran, kok bisa seorang pemb*nuh bayaran tingkat tinggi, memiliki akurasi yang begitu parah.

__ADS_1


Kedua pemb*nuh bayaran tersebut, tentu saja marah mendengar ejekan Giyu yang begitu pedas. Mereka berdua langsung memborbardir Giyu dengan tembakan pistol mereka. Sayangnya, reflek Giyu jauh lebih hebat dibandingkan akurasi mereka yang seperti sampah.


Giyu pun juga ikut maju sembari akan menebaskan pedang miliknya ke arah tubuh kedua pemb*nuh bayaran tersebut. Dengan cepat, ia langsung membuat tangan salah satu pemb*nuh bayaran tersebut term*til*si. Salah satu Pemb*nuh bayaran tersebut meringis kesakitan dikarenakan tangannya dim*til*si oleh Giyu.


Tanpa memberi mereka istirahat, Giyu segera melancarkan serangan kedua yang sukses mendaratkan sebuah tebasan ke leher salah satu pemb*nuh dan berhasil memb*nuhnya dalam satu serangan tersebut. Pemb*nuh kedua pun teriak histeris, karena ia tidak menyangka bahwa temannya dapat dihabisi dengan muda oleh Giyu.


Giyu yang ingin langsung memb*nuh pemb*nug yang terakhir tersebut, ia tiba-tiba tertusuk dari belakang oleh Naruda sang mantan juniornya. Tak disangka, ternyata sang mantan juniornya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk diam-diam menusuknya dari belakangnya. Yang Giyu tidak habis pikir adalah, belati yang sekarang persis menancap bagian tubuhnya, ternyata mengandung racun. Ia dapat merasakan dengan jelas, bahwa racun tersebut mulai menyebar ke seluruh tubuhnya.


Dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki, Giyu pun pergi dari sana dengan keadaan luka yang parah. Dan pada saat ia sampai di depan rumahnya, ia yang sudah tidak sanggup untuk membuka pintu rumahnya dan ingin masuk pun, pingsan di depan pintu rumahnya yang masih tertutup rapat.


Beberapa jam kemudian


Giyu pun akhirnya tersadar dari pingsannya. Ia pun melihat ke sekeliling dan mengkonfirmasi bahwa ia sekarang sedang berada di rumahnya. Lebih tepatnya di kamarnya.


"Bagaimana bisa aku tiba-tiba berada disini?" tanya Giyu keheranan, karena bagaimana bisa ia tiba-tiba berada di dalam rumah, sedangkan ia baru saja pingsan di depan pintu rumahnya yang masih tertutup rapat.


"Mungkin saja Nee-san yang baru saja pulang dari misinya, lalu melihatku sedang pingsan di depan pintu rumah" lanjut Giyu yang berpikir positif.


"Aku hampir tidak bisa merasakan apa-apa karena racun yang menyebalkan ini" keluh Giyu karena racun yang ia derita.


Ia pun memutuskan untuk kembali beristirahat dan kembali tidur.


To be continued


Cukup sekian ya guys ya, jangan lupa di like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, dan beri saran.

__ADS_1


Bye guys


__ADS_2