Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)

Kimetsu No Yaiba Pembunuh Dingin Yang Ditakuti (ShinoGiyu)
Hutan Amazon


__ADS_3

Setelah pingsan cukup lama, Giyu pun akhirnya terbangun di malam hari. Saat terbangun, ia baru sadar bahwa ia sedang berada di dalam rumah.


"Hmm, pasti Nee-san ini yang membawa ku ke dalam dan merawatku. Mungkin saja sehabis misi, ia melihat aku tergeletak di depan rumah tak sadarkan diri, lalu merawatku hingga aku bangun" positif Giyu yang yakin bahwa Nee-san nya lah, yang membawanya ke dalam rumah.


"Tapi tunggu, ini bukan lah kamarku. Dimana ini?" tanya Giyu yang baru sadar bahwa ternyata ia tidaklah berada di dalam kamarnya sendiri, melainkan di suatu tempat yang desainnya cukup mirip dengan kamarnya.


Meski ia menyadari bahwa itu bukanlah kamarnya maupun rumah nya, ia tidak bisa berbuat apa-apa dikarenakan tubuhnya yang mati rasa karena racun yang mulai menyebar ke seluruh tubuhnya.


Di saat yang sama. Tiba-tiba saja, ada seseorang wanita yang masuk ke dalam ruangan tersebut. Awalnya, Giyu tidak bisa melihat dengan jelas, siapa wanita itu? Karena tempat tersebut sedang gelap gulita. Lalu, wanita itu pun menyalakan lampu di ruangan tersebut dan dapat diketahui lah identitas wanita itu oleh Giyu. Wanita tersebut bernama Tamayo, dia itu seorang dokter yang biasanya membantu organisasi Giyu dalam pengobatan. Meski tidak bekerja secara langsung.


"Tamayo-sama, bagaimana bisa aku berada disini?" tanya Giyu dengan bingung, karena bisa-bisanya ia berada di tempat klinik Tamayo.


"Giyu-kun, Nee-san mu lah yang membawa mu ke sini. Awalnya dia mengira, luka mu itu hanya luka ringan. Tapi, ia baru sadar kalau kau terkena racun yang dapat membahayakan nyawa mu. Untungnya, ia berhasil tepat waktu membawamu ke sini. Jadi, aku bisa langsung menolong nyawamu" jelas Tamayo sambil bersiap akan menyuntikan suatu cairan ke dalam tubuh Giyu.


"Kemari kan tanganmu, meski ini bukan penawar, tapi ini cukup efektif untuk menahan racun yang berada di dalam tubuh mu" lanjut Tamayo yang sudah menyiapkan jarum suntik tersebut.


"Baiklah" patuh Giyu yang langsung memberikan tangannya agar disuntik oleh Tamayo.


Tamayo pun menyuntikan cairan yang dapat menahan racun yang berada di dalam tubuh Giyu untuk sementara. Usai menyuntikan cairan tersebut, Giyu kembali menanyakan sesuatu kepada Tamayo.


"Nee Tamayo-san, Nee-san ku ada dimana? Kok dari tadi, aku tidak melihatnya" tanya Giyu sembari mencari-cari keberadaan Nee-san nya.

__ADS_1


"Etoo Nee-san mu, dia....... dia pergi untuk mengambil tanaman herbal, yang dapat membantu untuk menekan racun mu" jawab Tamayo dengan ragu.


"Oh begitu. Tapi, mengapa kau ragu menjawabnya?" tanya Giyu kembali, yang penasaran, mengapa Tamayo ragu menjawab tentang keberadaan Nee-san nya.


"Masalahnya, tanaman herbal yang sedang ia cari tersebut, berada di dalam hutan Amazon" jawab Tamayo sembari menjelaskan dengan gugup.


"Apa? Amazon?" kaget Giyu setelah mendengar bahwa kakaknya pergi ke hutan Amazon, demi tanaman herbal yang dapat membantunya menekan racun tersebut.


"Tidak, aku harus menyusulnya" lanjut Giyu sembari ia mencoba berdiri.


Sayangnya, saat ia mencoba untuk berdiri, ia akhirnya terjatuh ke lantai. Meski sudah terjatuh, ia tetap mencoba untuk berdiri. Ia ingin menyusul Nee-san nya ke hutan Amazon, untuk membantunya. Ia tau, hutan Amazon tersebut adalah hutan yang berbahaya. Jadi, ia ingin menyusul ke sana untuk membantu.


"Tapi, aku harus menyusul Nee-san ku. Hutan Amazon itu berbahaya baginya" ucap Giyu yang sangat ingin membantu Nee-san nya, karena sangat berbahaya di hutan Amazon walaupun dia berpengalaman.


"Sudah tau berbahaya, masih saja ingin memaksakan diri. Jika kau bisa ke sana sekarang juga, yang ada kau hanya menjadi beban Nee-san mu. Dia harus terus mencoba melindungi mu dari binatang buas, bahkan sebelum mendapatkan tanaman herbal tersebut. Bisa saja kau m*ti terlebih dahulu sebelum tanaman herbal tersebut berhasil didapatkan" jelas Tamayo yang melarang Giyu pergi ke sana, karena dirinya yang hanya akan menjadi beban dari Tsutako.


"Benar juga yang kau bilang, aku hanya akan menjadi beban jika pergi ke sana sekarang" setuju Giyu dengan penjelasan Tamayo tadi.


"Sudahlah, kau percaya saja dengan Nee-san mu. Aku yakin dia pasti bisa, walau kemampuan dia tidak sehebat dirimu. Tapi, pengalaman bertahan hidup dirinya, jauh lebih banyak dibandingkan dirimu" ucap Tamayo yang mencoba untuk meyakinkan Giyu untuk percaya terhadap Nee-san mu.


"Baiklah, aku akan percaya dengan Nee-san ku" ucap Giyu yang mempercayai Nee-san nya.

__ADS_1


Walau dia mempercayai Nee-san nya, ia tetap saja khawatir dengan keselamatan Nee-san nya. Ia juga benci dengan kondisinya saat ini. Jika saja ia masih bisa berdiri atau bertarung, ia pasti akan membantu Nee-san nya yang berada di hutan Amazon.


Disisi lain


Tsutako yang telah sampai di hutan Amazon, kini mulai mencari keberadaan tanaman herbal, yang dibutuhkan oleh Tamayo, untuk mengobati Giyu. Ia tau bahwa, hutan yang sedang ia masuki saat ini, sangatlah berbahaya. Banyak sekali penjelajah yang tewas mengenaskan disini. Tetapi ia tidak ragu, untuk menyelamatkan adik kesayangan nya tersebut, ia rela mengorbankan nyawanya. Ia hanya berharap, ia bisa mengantarkan tanaman herbal tersebut kepada Tamayo, untuk diracik menjadi obat penyembuh bagi Giyu.


Tsutako yang saat ini sudah mulai memasuki bagian tengah dari hutan Amazon, ia terus-menerus menajamkan matanya, agar dapat menemukan tanaman herbal, yang ia butuhkan saat ini. Pada saat yang sama, ia hanya dipersenjatai oleh sebilah pedang, sebuah pisau kecil, ditambah dengan sebuah pistol colt M1911 A1 dengan stok peluru sebanyak 57 buah.


Saat sudah mencapai bagian tengah dari hutan Amazon, ia pun mulai menyiapkan pistol dan pedangnya untuk berjaga-jaga. Siapa tau, ada binatang buas yang akan mengancam nyawanya.


"Hmm, jika aku berjalan menuju selatan dari bagian tengah hutan Amazon, aku pasti akan menemukan tanaman herbal tersebut" senang Tsutako yang mulai pergi menuju selatan hutan Amazon dan memulai perjalanan dari bagian tengah hutan Amazon.


Setelah berjalan cukup lama, Tsutako akhirnya sampai di suatu tebing yang sangat curam. Ia akhirnya menemukan tanaman herbal yang ia cari selama ini. Sayangnya, tanaman tersebut berada di pinggir tebing tersebut. Tanpa pikir panjang, ia mencoba untuk mengambil tanaman herbal tersebut di pinggir tebing tersebut. Sayangnya, saat ia mencoba untuk mengambil tanaman herbal tersebut, Tsutako terjatuh dari tebing tersebut.


Meski ia terjatuh, ia berhasil mendapatkan tanaman herbal yang ia butuhkan. Tetapi sayangnya, ia pingsan akibat benturan keras tadi.


To be continued


Cukup sekian ya guys ya, jangan lupa di like, comment, share, favorit, beri rating, vote, beri hadiah, beri saran, dan berkomentar yang baik.


Bye

__ADS_1


__ADS_2