King Mafia And Queen Psycopat

King Mafia And Queen Psycopat
KMAQP#10


__ADS_3

Hari sudah sore, Alex sudah bersiap pulang ke apartemennya setelah seharian bekerja. Sebelum beranjak pergi, Alex menyempatkan diri untuk membuka handphonenya untuk melihat apakah Jennifer sudah membalas pesannya atau belum.


"Ih gatel gak sih kalau aku kirim pesan seperti ini ke Jennifer?" tanya Alex pada dirinya sendiri, Alex mengulangi lagi membaca pesannya yang belum di buka juga oleh Jennifer padahal sudah centang dua abu abu.


Nanti malam kamu ada waktu gak, boleh gak kalau nanti aku ajak kamu ketemuan lagi?


Isi pesan yang Alex kirimkan untuk Jennifer.


"Ah ini terlalu alay." Alex pun langsung memutuskan untuk menarik pesannya kembali sebelum nanti di baca Jennifer.


"Apa mungkin sebenarnya Jennifer tadi sudah baca ya dari notifikasi,tapi dia malas balasnya. Buktinya saja ini pesan yang pertama sudah dia baca." lanjut Alex menduga duga.


"Huh, seharusnya tadi aku tidak terlalu berharap lebih, bisa saja kan kalau tadi itu hanya gimik Jennifer biar kerja sama kita lancar." Alex pun langsung bangkit dari tempat duduknya tanpa mengirimkan pesan lagi kepada Jennifer karena takut nanti di bilang dirinya mengejar ngejar Jennifer.


"Sean ayo kita pulang, kamu antar saya pulang, saya lagi malas nyetir." perintah Alex kepada Sean yang terlihat lagi berkutat dengan laptopnya.


"Baik tuan." Sean segera mematikan laptopnya dan membereskan barang barangnya yang akan dia bawa pulang.

__ADS_1


Alex memilih untuk pergi duluan dia akan menunggu Sean di dalam mobil saja.


"Apakah terjadi sesuatu tuan, kenapa wajah anda terlihat sangat masam sekali tidak seperti tadi siang?" tanya Sean yang melihat wajah masam Alex dari pantulan kaca spion mobil.


"Bukan urusan kamu." balas Alex judes.


"Dasar aneh." gumam Sean tapi masih bisa di dengar Alex.


Alex tak menghiraukan itu, dia memejamkan matanya berharap bisa melupakan Jennifer sejenak dari ingatannya.


Citttt....


"Sean bodoh, kenapa kau menghentikan mobil secara mendadak, bagiamana nanti kalau di belakang ada kendaraan hah?" maki Alex pada Sean karena dia sampai terjungkal ke depan akibat perbuatan Sean.


"Maaf tuan, tapi anda kenapa kok sampai berteriak seperti itu?" tanya Sean.


Sean mulai menjalankan mobilnya kembali karena di belakang sana sudah ada beberapa kendaraan yang mengklakson akibat perbuatannya yang main menghentikan mobil secara sembarang.

__ADS_1


"Sudah fokus ke jalan aja, gak usah pedulikan aku." balas Alex garang.


"Lah, tuan kenapa sih, lagi pms apa." gumam Sean lagi menatap heran Alex.


Alex tak menghiraukan Sean, dia terlalu pusing memikirkan Jennifer. Bagaimana dengan Jennifer yang tak membuka bahkan membalas pesannya, apakah Jennifer ilfill karena dia sudah mengirimkan pesan seperti itu kepada Jennifer atau apa, aggrrr Alex sungguh pusing memikirkan itu.


Bahkan sampai di apartemen Alex pun langsung turun dari mobil dan tak mempersilahkan Sean turun. Alex langsung berjalan masuk ke dalam apartemennya dan membanting tubuhnya saat sudah melihat adanya ranjang di depan matanya.


"AAGRR... Jennifer s1alan, kenapa kau sangat menyiksa otakku sih." teriak Alex frustasi.


Alex mengambil bantal dan langsung dia gunakan untuk menutupi kepalanya berharap dengan cara itu otaknya bisa sehat kembali dan tak memikirkan Jennifer lagi.


"Semoga saja tuan tidak gila, waras aja sudah bikin aku pusing, apalagi kalau sampai gila." ucap Sean dari dalam mobil yang melihat Alex pergi memasuki apartemennya.


Setelah Alex tak terlihat, Sean pun langsung pergi dari sana menuju apartemen miliknya. Dia juga sudah sangat lelah, apalagi pekerjaannya juga masih banyak, mungkin nanti dia harus lembur di apartemennya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2