
"Sayang dia siapa sih, datang datang kok marah marah gitu, kamu kenal sama dia?" tanya Ezra merangkul mesra pundak Jennifer membuat rahang Alex semakin mengeras.
Jennifer menatap Ezra bingung, dan Ezra pun membalasnya dengan kedipan mata membuat Jennifer pun mengerti.
"Oh dia ini...."
"Saya kekasih Jennifer, lepaskan tanganmu dari tubuhnya." Alex menghempaskan paksa tangan Ezra dari pundak Jennifer.
"Ayo kita pulang." ajak Alex menarik tangan Jennifer.
"Aku belum selesai makan dan pekerjaan aku juga masih banyak di kantor jadi aku gak bisa ikut kamu pulang dulu." tolak Jennifer.
"Kerjaan? Ini yang kamu bilang kerja, bermesraan dengan cowok sambil makan siang hah?" marah Alex.
"Lu tuh jadi cowok jangan suka marah marah, pantesan aja muka lu cepet tua." ucap Ezra membuat Alex geram.
"Diam kau," balas Alex menatap tajam Ezra.
"Sayang kamu yakin mau sama dia, gantengan juga aku." ucap Ezra pada Jennifer.
"Ngaca lu, muka kayak kerak panci aja bangga." balas Alex.
__ADS_1
"Hahaha... kerak panci." tawa Sean pecah.
"Sudah sudah, kamu kenapa sih marah marah terus?" Jennifer menatap Alex.
"Bukankah kamu sudah tahu apa penyebab aku marah seperti ini?" balas Alex.
"Aku sama dia gak ada apa apa, jadi kam...."
"Gak ada apa apa tapi suap suapan seperti tadi, itu yang namanya gak ada apa apa?" potong Alex.
"Ayo kita pulang, aku gak menerima penolakan dari kamu." Alex langsung menarik kasar tangan Jennifer untuk meninggalkan private room itu.
"Ezra kamu bayar makanannya dan tolong kembali ke perusahaan selesaikan pekerjaan ku." teriak Jennifer sebelum terlalu jauh dari Ezra.
"Makan tuh kerja." balas Sean yang ternyata masih ada di sana dan mendengarkan apa yang Ezra katakan.
"Kau...." belum sempat Ezra mengumpat pada Sean, dia sudah berlari pergi meninggalkan private room itu mengejar Alex dan Jennifer.
"Hah nasib dah, sayang kamu kapan sih pulang ke indo, aku sendirian di sini." gumam Ezra sadboy karena sang kekasih berada di luar negeri.
Sementara itu, Alex langsung membawa Jennifer masuk je dalam mobilnya dan dia menyempatkan diri untuk berbicara kepada Sean sebelum pergi dari sana.
__ADS_1
"Kau kembali ke perusahaan, kerjakan semua pekerjaan yang belum selesai sampai aku kembali. Itu hukuman karena kau berani meninggalkan perusahaan di waktu jam kerja." ucap Alex dan langsung berlalu pergi dari sana.
"Lah, aku kira udah lupa masalah yang tadi setelah aku memberikan informasi tentang kekasihnya, ehh taunya malah masih ingat." gumam Sean dan pergi masuk ke dalam mobilnya untuk kembali ke perusahaan.
"Lex kita mau kemana?" tanya Jennifer saat Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Alex tak menjawab, dia semakin kesal di saat Jennifer malah memanggil dirinya dengan sebutan nama, bukan panggilan kesayangan yang sebelumnya Jennifer berikan kepadanya.
"Di tanyain juga malah diam, semoga aja tuli beneran." Jennifer menyumpahi Alex.
"Huss, kalau ngomong itu di jaga, omongan itu adalah doa." balas Alex, kalau sudah soal seperti ini Alex tak bisa lagi hanya diam.
"Makanya kalau ada orang bertanya itu di jawab, jangan diam aja." balas Jennifer kesal.
"Males." balas Alex cuek.
"Ooh gitu, ya udah turunin aku di sini." balas Jennifer meminta untuk di turunkan.
Alex tak menyahuti dan tak juga menghentikan mobilnya, dia malah semakin menambah kecepatan laju mobilnya sehingga membuat Jennifer berpegangan.
"Alex kalau mau mati jangan ajak ajak aku." omel Jennifer.
__ADS_1
"Diam Jen, kau membuatku marah." Alex menatap tajam Jennifer membuat Jennifer bungkam.
...***...