King Mafia And Queen Psycopat

King Mafia And Queen Psycopat
KMAQP#19


__ADS_3

Jennifer memutuskan untuk pergi ke sebuah pasar gelap, dia baru mendapatkan kabar kalau hari ini ada lelang sebuah pisau kecil yang sangat cantik.


Jennifer yang memang sangat menyukai pisau pisau cantik pun segera berangkat sebelum nanti pisau itu berada di tangan orang.


"Pokoknya berapapun nanti harganya, aku harus bisa mendapatkan pisau itu." gumam Jennifer yang tengah mengendarai mobil sport miliknya.


Jennifer bahkan rela merogoh kantongnya untuk mendapatkan barang incaran miliknya.


Di apartemen sudah ada beberapa macam pisau cantik yang pastinya itu berukuran kecil agar memudahkan Jennifer saat membawanya.


Tapi jangan salah, meskipun ukurannya kecil tapi pisau milik Jennifer itu sangat tajam.


Sampai di tempat, Jennifer langsung turun dari mobil. Tak lupa Jennifer memakai masker hitam dan juga kaca mata hitam agar nanti tidak ada yang mengenali dirinya.


Dengan anggun Jennifer melangkahkan kakinya memasuki tempat itu, banyak pasang mata yang menatap dirinya tapi Jennifer tidak memperdulikan itu.


"Selamat datang nona, lama kita tak jumpa." sapa seorang pria yang mengenali Jennifer.


"Hmm." balas Jennifer dingin.


"Apakah anda menginginkan pisau itu nona?" tanya pria itu.


"Menurutmu?" balas Jennifer.


"Ah ya, sudah pasti anda menginginkannya nona, apalagi dari yang saya dengar pisau itu adalah salah satu pembuatan dari Italia dan di buat dengan waktu yang cukup lama agar hasilnya maksimal." balas pria itu lagi yang memang mengetahui pisau yang Jennifer inginkan.


"Sudahlah jems diamlah, kau membuatku malas saja berada di sini." Jennifer sangat malas kalau harus mendengarkan ocehan ocehan orang, apalagi orang itu adalah James.


James Carolline, pria asal Italia yang dulunya pernah menjadi teman satu kampus Jennifer. James sangat kagum dengan Jennifer yang memiliki sifat dingin dan tak pernah tersentuh oleh pria.


Tapi dia tidak pernah membawa hati dalam rasa kagumnya itu, dia tahu siapa Jennifer yang anak dari salah satu pengusaha ternama, dia sadar diri meskipun dia juga orang kaya, tapi dia tidak sekaya keluarga Jennifer.


"Ehh tapi yang saya dengar acara ini juga di hadirin seorang ketua Mafia," ucap James yang baru mendengar desas desus orang orang yang datang ke sana.


"Benarkah?" tanya Jennifer yang mulai tertarik dengan apa yang James katakan.


"Benar nona, saya mendengar sendiri banyak orang yang membicarakan king mafia itu, dan saya juga yakin pasti king Mafia itu datang untuk mendapatkan pisau yang anda incar itu nona, karena dalam lelang kali ini hanya pisau itulah yang paling menarik perhatian orang orang." jelas James.


"Menarik." Jennifer menarik sudut bibirnya hingga menampilkan senyuman smirk, tapi tidak ada yang dapat melihatnya karena dia memakai masker dan juga kaca mata.

__ADS_1


"Apakah anda tidak takut kalah nona?" tanya James.


"Untuk apa aku takut, aku punya uang jadi aku yakin aku bisa menang." balas Jennifer menoleh pada James sebentar dan kembali lagi menatap ke depan.


"Dasar orang kaya mah gini." batin James.


Setelah itu James langsung diam, dia tak lagi banyak tanya karena dia tahu nanti ujung ujungnya dia juga akan kalah dengan Jennifer.


James sangat menyukai acara lelang seperti ini, tapi selama mengikuti acara seperti ini dia tidak pernah membeli apapun karena dia tidak tahu harus menggunakan barang barang itu untuk apa, jadi dia hanya akan menjadi penonton saja di sana.


Dan dia baru mengetahui kalau mantan teman kuliahnya dulu juga menyukai hadir di tempat seperti ini, dan yang membuat James hafal adalah setiap menghampiri acara lelang pasti yang di incar temannya itu adalah pisau kecil.


Entah untuk apa barang itu James tak ingin tahu, dia tidak suka kepo dengan urusan orang lain.


Dan soal kenapa James memanggil Jennifer dengan sebutan nona, itu karena dia sudah terbiasa mulai sejak duduk di bangku kuliah dulu.


Di dalam satu kelas Jennifer lah orang yang paling kaya, jadi semua teman sekelas menghargai Jennifer.


Dan untuk James sendiri, entah kenapa dia menggunakan panggilan nona kepada Jennifer padahal teman sekelasnya tidak ada yang memanggil Jennifer seperti itu.


Jennifer sudah pernah melarangnya, tapi James tak memperdulikan itu, dia tetap memanggil Jennifer nona.


"Apa anda lupa nona, kita ini teman satu kampus dan kita juga sering ketemu jadi mudah buat saya untuk mengenali nona." balas James.


Jennifer mengangguk, dia kembali lagi menatap ke depan menatap sebuah pisau yang ada di sebuah kotak kaca.


"Nona nona." James menyenggol lengan Jennifer yang duduk di sebelahnya.


"Apaan sih Jems?" Jennifer menatap James tajam karena sudah mengganggu dirinya yang tengah melihat pisau incarannya di depan sana.


"Itu nona coba lihat ke pintu masuk." jelas James menyuruh Jennifer untuk melihat ke arah pintu masuk ruangan yang akan di jadikan tempat lelang.


"Ada apa sih?" Jennifer langsung melihat ke tempat yang James suruh.


Di sana dia bisa melihat ada satu pria yang badannya sungguh gagah tengah berjalan masuk di ikuti beberapa pengawal yang ada di samping dan belakangnya.


"Apakah dia yang kau bilang king Mafia tadi?" tanya Jennifer kepada James dan di balas anggukan oleh James karena dia sibuk menatap ke orang yang baru saja datang itu.


Orang itu memakai jubah hitam yang ada tulisan logo di bagian punggungnya, Dark Mouse. Tulisan beserta gambar tikus yang mengigit mangsanya.

__ADS_1


Orang itu menutupi wajahnya dengan topeng mata yang berwarna hitam sehingga membuat orang orang yang melihat ingin tahu bagiamana wajah asli dari ketua kelompok mafia terbesar itu.


"Apakah kau tahu wajahnya Jems?" tanya Jennifer dan James pun menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak tahu wajah yang ada di balik topeng itu.


"Tidak ada yang mengetahui wajah di balik topeng itu nona, bahkan para anggotanya saja banyak yang tidak tahu, mungkin hanya anggota terpilih saja yang tahu wajah aslinya." jelas James.


Jennifer menggangukkan kepalanya pertanda mengerti, dia jadi penasaran wajah yang ada di balik topeng itu.


Selama ini Jennifer menutup mata tentang masalah masalah yang ada di sekitarnya, dia fokus kepada perusahaan papanya dan juga fokus dengan kecanduannya terhadap darah.


Tapi setelah melihat king mafia itu, dia jadi penasaran dengan wajah yang ada di balik topeng itu.


Dari postur tubuh yang tidak terlalu terlihat karena tertutupi jubah, tapi Jennifer yakin pasti orang itu sangat gagah karena tingginya saja di atas para pengawal pengawalnya.


"Apakah nona penasaran dengan wajahnya?" tebak James yang tahu isi pikiran Jennifer.


"Hah, tidak untuk apa saya penasaran, buang buang waktu saja." elak Jennifer membuat James tersenyum.


Dia tahu kalau Jennifer penasaran dengan king mafia itu tapi dia menutupinya.


...**...


Sementara itu di tempat yang sama Alex sudah duduk di tempat yang sudah di sediakan untuk dirinya.


Ya, orang yang memakai topeng serta jubah hitam itu adalah Alex, dia mendatangi acara lelang itu untuk menghindari bertemu dengan Jennifer.


Sebenarnya itu tidak terlalu menginginkan pisau itu karena dia sudah punya banyak pisau yang lebih bagus dari pisau yang ada di depan sana, tapi karena dia bingung tadi hendak pergi ke mana sehingga dia menggajak beberapa anak buahnya untuk pergi ke acara lelang itu dari pada dia harus bertemu dengan Jennifer nantinya.


"Ki g, apakah anda nanti ingin mendapatkan pisau itu?" tanya salah satu anak buah Alex.


"Kita lihat saja nanti." balas Alex.


"Kalau king menginginkannya saya bisa bantu berbicara kepada penyelengara lelang ini karena dia adalah salah satu anggota Dark Mouse yang menyamar." jelas anak buah Alex.


"Tidak jangan lakukan itu, saya ingin melihat bagaimana para orang orang di sini menawarkan harga untuk sebuah pisau itu." balas Alex.


"Baik king." balas anak buah Alex patuh.


Dia tidak akan melakukan sesuatu tanpa perintah dari Alex.

__ADS_1


...***...


__ADS_2