King Mafia And Queen Psycopat

King Mafia And Queen Psycopat
KMAQP#07


__ADS_3

"Gemesin banget sih kamu ini." Alex malah mencubit kedua pipi Jennifer sehingga membuat bibir Jennifer mengerucut lucu.


"Aaa... bibirnya menggoda banget, tahan Lex tahan." batin Alex yang melihat bibir Jennifer.


"Auw sakit tahu." cemberut Jennifer setelah Alex melepaskan cubitannya.


"Hehehe maaf ya, habisnya kamu gemesin banget sih." Alex mengelus pipi Jennifer dengan lembut.


"Oh iya boleh minta nomor pribadi kamu gak?" tanya Alex meminta nomor pribadi Jennifer.


"Oh iya boleh, biar sekalian tambah temen juga." balas Jennifer.


Alex pun menyodorkan handphone seharga puluhan juta kepada Jennifer agar Jennifer segera mengetikkan nomor telepon pribadinya.


"Nih udah." ucap Jennifer menyerahkan handphone Alex setelah selesai mengetikkan nomor teleponnya di handphone Alex.


Alex menerimanya dan langsung memberikan nama GADIS CANTIK untuk kontak Jennifer sebelum dia menyimpannya.

__ADS_1


"Aku coba telfon ya, nanti kamu save juga nomor aku." ucap Alex.


"Ok, kamu telfon aja." balas Jennifer.


Alex pun langsung menghubungi ke nomor itu, dan setelah itu handphone Jennifer yang ada di dalam tas jinjingnya pun berdering. Mendengar itu, Alex pun langsung mematikan sambungan telefon dan Jennifer pun langsung menyimpan nomor Alex.


"Apakah habis ini kamu ada waktu luang?" tanya Alex.


Alex berharap kalau hari ini dia bisa makan siang bersama Jennifer untuk lebih mendekatkan diri mereka, tapi sepertinya keinginannya itu sirna setelah dia mendapatkan jawaban dari Jennifer.


"Maaf kalau untuk hari ini jadwal aku sangat padat, ini aja asisten Daddy udah telfon aku berulang kali menyuruh aku agar cepat kembali ke perusahaan karena habis ini ada meeting penting di sana." jawab Jennifer membuat Alex lesu.


"Ah iya tidak apa apa, aku juga baru ingat kalau aku hari ini ada meeting dengan klien lagi." balas Alex.


Memang sebenarnya Alex juga sibuk, bahkan saat ini saja seharusnya dia sudah ada meeting lagi, tapi karena dia berniat ingin berdekatan dengan Jennifer sehingga dia meminta Sean untuk menggantikan dirinya untuk sementara waktu sebelum nanti dia akan menyusul.


"Mungkin lain waktu kita bisa bertemu lagi, kalau gitu aku pamit pergi dulu ya." pamit Jennifer pada Alex.

__ADS_1


"Ah iya," balas Alex.


Jennifer terdiam sebentar menatap Alex, menunggu Alex untuk mengucapkan sesuatu, tapi sepertinya itu tidak akan terjadi, alhasil Jennifer pun melanjutkan membalik tubuhnya dan berjalan menuju pintu kamar hotel.


"Jen." pangil Alex menghentikan Jennifer yang sudah memegang handle pintu.


"Hati hati." lanjut Alex membuat pipi Jennifer memerah.


Inilah yang dia tunggu tadi, tapi kenapa sekarang malah setelah Alex mengatakannya dia malah malu sendiri. Jennifer membalas ucapan hati hati Alex dengan anggukan kepala saja, dan baru setelah itu dia langsung berlalu keluar dari kamar hotel karena dia sudah terlanjur malu.


"Aaa...." teriak heboh Alex yang masih berada di dalam kamar hotel.


"Gila jadi gini rasanya jatuh cinta, ini awal yang bagus dan nanti kedepannya harus lebih baik lagi." ucap Alex pada dirinya sendiri.


Alex memang baru kali ini merasa terpesona dengan tubuh dan kecantikan seorang wanita, karena biasanya dia akan merasa biasa saja saat ada wanita secantik dan seseksi apapun di dekatnya, dan itu rasanya sangat menyenangkan sekali.


Apalagi tadi mereka berdua sudah akrab, dan tidak mengunakan bahasa formal seperti saat awal tadi mereka bertemu. Tidak seperti biasanya dia akan cepat akrab dengan orang baru, apalagi ini cewek, jadi ini adalah momen yang sangat langka buat Alex.

__ADS_1


...***...


__ADS_2