King Mafia And Queen Psycopat

King Mafia And Queen Psycopat
KMAQP#21


__ADS_3

Jennifer sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, saat ini dia tengah berjalan menuju mobil miliknya.


"Kau laper gak?" tanya Jennifer kepada James yang berjalan di sampingnya.


"Eemm... gak juga, tapi kalau anda mau traktir saya juga gak papa." balas James kepedean.


"Yee orang saya cuma nanya aja kok." balas Jennifer membuat James merenggut kesal.


"Kalau gitu ya gak usah tanya." sewot James.


"Hahaha... ayo kita cari makan, gak usah ngambek gitu mukanya, udah jelek tambah jelek aja nanti." Jennifer terkekeh melihat James yang sewot.


"Let's go, aku tahu di mana tempat makanan yang enak." semangat James karena akan mendapatkan traktiran dari anak Richard Halmiton Ghilbert.


"Pakai mobil sendiri sendiri aja nanti saya ngikutin di belakang." ucap Jennifer dan di angguki James.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil mereka masing masing dan langsung melajukannya menuju tempat makan yang James bilang enak.


Tanpa mereka berdua ketahui, sedari tadi ada yang memperhatikan interaksi mereka berdua.


"Kenapa king, apa anda ingin kita menyelidiki wanita tadi?" tanya anak buah Alex yang mengerti kalau saat ini Alex tengah memperhatikan kepergian Jennifer dan James.


"Tidak perlu, ayo kita kembali ke markas." balas Alex menggajak anak buahnya untuk kembali ke markas.


"Baik king." balas anak buah Alex.


Mereka pun pergi menuju markas Dark Mouse, tempat di mana ada banyak anggota Dark Mouse berkumpul dan tinggal di sana.


"Ternyata itu kamu Jen, berani beraninya kamu jalan dengan pria lain di hadapanku." batin Alex.


Ya, Alex tahu kalau itu adalah Jennifer dari mobil yang Jennifer kenakan. Alex yang memang sudah menaruh hati kepada Jennifer pun mencari tahu semua tentang Jennifer termasuk keluarga dan juga kendaraan yang sering Jennifer kenakan.


Dari postur tubuh yang tadi Alex lihat tidak asing, dan juga plat mobil yang Jennifer kenakan, Alex sangat yakin kalau itu adalah Jennifer.


Dan Alex telah bersalah sangka terhadap Jennifer dan juga James, entah nanti apa yang akan Alex lakukan kepada keduanya karena sudah berani bermain dia hadapannya.


Bukan di belakangnya ya, karena tadi Alex melihat mereka ada di depannya.


...**...

__ADS_1


Jennifer dan James makan di warung Padang yang tadi kata James adalah makanan enak.


Jennifer kira makan enak ya James bilang itu adalah makan di tempat restoran sekelas bintang lima atau apa, ehh taunya malah James mengajaknya makan di warung Padang.


"Gimana enak kan?" tanya James setelah Jennifer mulai makan makanan miliknya.


"Iya enak, baru kali ini saya makan di tempat yang seperti ini." balas Jennifer.


Memang sejak dia ikut bersama Daddy dan mommynya tinggal di kota dia tidak pernah makan di tempat seperti ini, biasanya Daddy nya akan menggajak dia makan di restoran atau yang paling tidak cafe.


Dan dulu pun waktu di kampung Jennifer juga tidak pernah makan di warung seperti ini karena dulu mommy nya tidak ada uang untuk makan di tempat yang seperti ini.


Jadi ya ini pertama kalinya buat Jennifer.


Dulu miskin kemiskinan, sekarang kaya kekayaan.


"Hahaha... udah saya tebak sih, kalau seorang nona seperti anda pasti tidak pernah makan di tempat seperti ini." balas James terkekeh.


"Ya gimana ya, Daddy gak pernah menggajak aku makan di tempat seperti ini, jadi saya ya gak tahu." balas Jennifer.


"Oh iya aku lupa tadi, kau sekarang kerja di mana?" lanjut Jennifer penasaran.


"Hah serius kau gak kerja, emang papamu gak marahin gitu?" tanya Jennifer.


"Ya marah sih, cuma saya gak mau kerja di tempat papa males." balas James.


"Gimana kalau iku saya aja, kerja di perusahaan Daddy. Salsabila juga kerja di sana." ajak Jennifer.


"Hah, seriusan nih boleh, tapi saya gak pintar loh."


"Gampang, nanti tugas kau hanya bantu bantu saya aja, gajinya jangan khawatir, kau tahu kan saya siapa."


"Oke deal saya ikut anda kerja, jadi asisten anda." ucap James memutuskan sendiri apa jabatannya.


"Gak asisten juga sih, hanya asisten di perusahaan aja kalau udah di luar ya kita teman saja." Jennifer memperjelas status mereka.


"Oke saya terima dengan senang hati." balas James.


James merasa sangat senang karena mendapatkan tawaran langsung dari Jennifer, dari dulu memang dia ingin sekali bekerja dengan Jennifer, karena menurutnya Jennifer itu wanita yang unik dan penuh misteri.

__ADS_1


"Oh iya, kita jangan terlalu kaku gini ya, kek gimana gitu dengernya." Jennifer ingin mengubah panggilan mereka agar tidak terlalu kaku.


"Kaku gimana, saya sudah nyaman pangil anda nona kok." balas James.


"Tapi terkesan kaku gak sih, lebih baik kita pakai senyaman kita aja, kalau kerja formal kalau di luar kayak gini ya biasa saja seperti seorang teman kepada temennya." jelas Jennifer.


"Ya sudah terserah anda saja nona." balas James yang masih terbiasa dengan bahasa kaku mereka.


"Tuh kan, aku kita biasakan mulai dari sekarang." ajak Jennifer.


"Iya iya, gw minta maaf." balas James.


"Nah gitu dong,"


"Oh iya, ngomong ngomong lo udah punya pasangan belum?" lanjut Jennifer bertanya.


"Belum tuh, belum nemu yang tepat aja." jawab James.


"Masak sih kok gw gak percaya ya, secara gitu lo tuh orangnya gampang banget bergaul masak iya jomblo."


"Nah lo sendiri gimana, masih jomblo kan, padahal kan lo itu cantik dan gw yakin banget kalau banyak laki laki di luar sana yang ingin menjadi kekasih Lo." balas James membalikkan pertanyaan Jennifer tadi.


"Ya itu kan beda," elak Jennifer.


"Beda apanya, orang sama aja, sama sama manusia juga." balas James.


"Tauk ah males gw ngomong sama Lo." Jennifer menghindari pembicaraannya dengan James.


Kalau sudah membicarakan masalah pasangan, Jennifer jadinya teringat dengan Alex, dia apa kabar ya kira kira. Gimana tadi tanggapan dia saat yang bertemu dengan dia ternyata bukan dirinya, melainkan Salsabila. pikir Jennifer.


Mereka berdua pun makan dengan tenang kadang James bertanya suatu hal dan Jennifer yang akan menjawabnya.


James tidak tahu kalau sekarang Jennifer yang tengah fokus makan itu ternyata pikirannya berkeliaran memikirkan seseorang yang akhir akhir ini sering hinggap di otak Jennifer.


"Nona ini nanti beneran anda yang bayar kan?" tanya James.


"Iya udah lo tenang aja." balas Jennifer.


James pun senang dan semakin semangat menghabiskan makanan miliknya. Bukan karena dia tak mampu bayar, tapi ini adalah momen yang langka, di mana dia ditraktir makan oleh anak orang kaya raya, siapa lagi kalau bukan tuan Richard Halmiton Ghilbert.

__ADS_1


...***...


__ADS_2