King Mafia And Queen Psycopat

King Mafia And Queen Psycopat
KMAQP#25


__ADS_3

"Kenapa kamu tersenyum, oh jadi benarkan yang aku bilang kalau kamu menolakku karena ingin menikah dengan laki laki itu." ucap Alex yang melihat Jennifer malah tersenyum.


"Hahaha... kamu lucu sekali ya ternyata." tawa Jennifer.


Jennifer sampai lupa kalau tadi dia sempat takut kepada Alex karena tebakan Alex yang salah.


"Kenapa kamu malah tertawa, tidak ada yang lucu di sini." heran Alex.


"Hahaha... memang tidak ada yang lucu, tapi kamu yang lucu." tawa Jennifer.


"Aku, aku sedang tidak stand up comedy." balas Alex.


"Asal kamu tahu ya, laki laki itu adalah temanku dan sekarang dia juga sedang bekerja menjadi asisten aku." jelas Jennifer.


Alex terdiam, jadi selama ini dia salah faham, dan untung saja dia dulu tidak jadi memberikan hukuman kepada mereka berdua, kalau sampai itu dia lakukan mungkin sekarang dia sudah menanggung malu akibat kesalah fahaman nya.


"Udah ah aku lapar, dan soal ajakan kamu menikah tadi aku yakin kami hanya merasa bersalah saja jadi tidak usah." ucap Jennifer dan hendak keluar dari kamar Alex.


Alex menarik tangan Jennifer dan langsung me lu mat bibir Jennifer untuk menyalurkan rasa marah akibat penolakan dari Jennifer tadi.


"Eemmhh...." Jennifer memberontak, dia memukuli dada Alex supaya Alex melepaskan ciu man mereka.


Alex tak tinggal diam, dia menarik tangan Jennifer dan memeganginya agar tidak lagi memukul dadanya.


Ciu man yang awalnya kasar berubah menjadi ciu man yang lembut dan penuh dengan perasaan sehingga membuat Jennifer pun mulai terbuai dan membalas ciu man Alex.


Mereka berdua pun saling membalas lu ma tan satu sama lain hingga mereka merasa pasokan udara yang ada di dada mereka mulai habis barulah mereka melepaskan ciu man satu sama lain.


Hos hos hos.


Nafas ngos ngosan mereka berdua, Alex menyatukan kening mereka dan menatap dalam mata Jennifer.


"Aku serius, aku ingin menikahi kamu, mulai dari pertemuan awal kita di hotel waktu itu aku sudah mulai tertarik sama kamu." ucap Alex menyatakan apa yang sebenarnya dia rasakan.

__ADS_1


"Kamu gak usah berbohong, kalau memang kamu tertarik kenapa kamu tidak ada memberikan kabar kepadaku?" tanya Jennifer.


"Aku memberikan pesan dan kamu tidak membalasnya." balas Alex.


"Pesan, pesan memberitahu kalau ada berkas yang tertinggal?" tebak Jennifer.


"Ya, itu yang pertama dan hanya kamu lihat. Dan selanjutnya aku mengirimkan pesan lagi tapi tidak kamu bukan hingga akhirnya aku memutuskan untuk menghapus pesan itu karena mungkin kamu malas membalas pesan dari ku." jelas Alex.


"Pesan apa lagi, kamu tidak ada mengirimkan pesan sama aku, dan waktu itu aku memang malas membalas pesan dari kamu karena aku sudah berekspektasi tinggi kalau kamu akan mengajak aku jalan, tapi nyatanya kamu hanya bilang perihal berkas saja." balas Jennifer.


Alex menjauh dari Jennifer, dia mengambil handphone yang berada di atas nakas dan membukanya. Entah apa yang Alex cari, yang pasti setelah dia membuka handphonenya dia langsung menghampiri Jennifer dan langsung memperlihatkan handphonenya kepada Jennifer.


"Lihat, ini pesan ku yang hanya kamu buka, dan ini pesan yang aku hapus karena lama tidak kamu buka padahal sudah centang dua." jelas Alex.


Jennifer pun melihat room chat yang ada di handphone Alex, bukan isu pesannya yang menjadi fokus Jennifer, tapi wallpaper room chat itu yang menarik perhatiannya.


Di sana ada foto dirinya yang tengah tersenyum sangat manis, entah Alex mendapatkan foto itu dari mana yang pasti Jennifer tidak pernah merasa mengambil foto dengan Angel seperti itu.


"Tidak, untuk apa. Seharusnya kamu berusaha untuk mengirimkan pesan lagi kepada ku." balas Jennifer.


Dasar wanita, maunya di mengerti dan menang sendiri.


"Eemmm... itu fotoku kamu dapat dari mana?" lanjut Jennifer bertanya karena dia penasaran.


"Ehh." Alex langsung mematikan handphonenya.


Dia sudah tertangkap basah memakai foto Jennifer yang dia suruh orang untuk mengambilnya secara diam diam.


"Bukan dari siapa siapa, udah ayo kita makan dulu aku sudah lapar." ajak Alex.


Biarlah nanti sajalah dia mengajak Jennifer berbicara lagi, yang penting sekarang dia harus mengalihkan perhatian Jennifer dari foto wallpaper yang ada di handphone miliknya.


Jennifer pun menurut saja karena memang dia juga sudah mulai lapar. Mereka berdua pun pergi menuju meja makan yang ada di apartemen Alex, di sana sudah tersedia berbagai macam masakan yang sudah Alex pesan tadi.

__ADS_1


...**...


Sementara itu, di tempat Sean dia tengah marah marah tidak jelas karena perlakuan Alex yang main seenaknya menutup sambungan telefon miliknya.


"Dasar tuan Alex, main seenaknya aja tutup telepon padahal kan ini sangat urgen banget." grutu Sean kesal.


Bagaimana tidak, di perusahaan sedang ada banyak pekerjaan tetapi sang pemilik perusahaan makah menghilang entah kemana.


Sean tadi menelfon Alex untuk menanyakan keberadaan Alex kenapa Alex belum sampai di perusahaan dan menyuruhnya untuk segera datang ke perusahaan karena ada banyak berkas berkas yang harus Alex kerjakan, tapi nyatanya yang dia dapatkan malah tak jelas.


"Ini sebenarnya pemilik perusahaannya aku apa dia sih, kenapa di sini malah aku yang sibuk." kesal Sean.


Tok tok tok.


Pintu ruangan di mana Sean berada di ketuk membuat Sean langsung menatap ke arah pintu.


"Masuk." suruh Sean membuat orang yang mengetuk pintu itu langsung membukanya.


"Selamat siang siang tuan, sebentar lagi akan ada meeting dengan klien dari Singapura di restoran XXX." ucap seorang wanita yang bekerja sebagai sekertaris yang membantu Sean.


"AGGRR Alex sialan." maki Sean kesal karena di saat banyak pekerjaan seperti ini Alex malah tidak ada kabar.


"Siapkan semuanya nanti saya yang akan pergi." perintah Sean kepada sekertaris itu yang bernama Melody.


"Baik tuan." balas Melody dan langsung keluar dari ruangannya.


"Aku harus menghubungi tuan Alex lagi, kalau seperti ini terus bisa bisa gila aku di sini." Sean pun mencoba menghubungi Alex lagi tapi sekarang malah tidak bisa, nomor Alex tidak bisa di hubungi.


"Tenang Sean tenang, kerjakan semuanya dengan senang hati, karena nanti kalau semuanya selesai dengan baik kau juga yang akan mendapatkan bonusnya." ucap Sean menangkan dirinya.


Sean pun pergi dari ruangannya untuk pergi meeting bertemu dengan klien yang berasal dari Singapura.


...***...

__ADS_1


__ADS_2