
'Heh, Jubaedah lo bohongi gw ya, ini gw udah di alamat yang lo bilang tapi di sini sepi gak ada orang sama sekali.' omel Jennifer dari sambungan telefon karena merasa sudah di bohongi oleh Salsabila.
'Ehh, sorry Jen gw lupa kasih tahu lo lagi tadi, ternyata mereka menundanya menjadi malam hari, jadi di sana pasti belum ada apa apa.' balas Salsabila merasa bersalah karena dia lupa memberikan informasi yang update kepada Jennifer.
'S1alan Lo, gw udah dari tadi di sini anj**, awas aja lu ya Jubaedah, gw abisin lo nanti.' geram Jennifer dengan temannya itu, bisa bisanya dia sudah menunggu lama di sana tapi ternyata malah jamnya di tunda.
'Hehehe... sorry gw lupa. Ehh tapikan lo bisa sekalian keliling di tempat itu agar nanti lo bisa hafal waktu menjalankan aksi.' balas Salsabila memberikan ide agar Jennifer ada gunanya datang ke sana.
'Boleh juga ide Lo, ya udah gw tutup dulu, bye Jubaedah.'
Tut.
Jennifer langsung menutup sambungan telepon dan langsung keluar dari dalam mobilnya.
"Jubaedah Jubaedah aja, dasar Maemunah." kesal Salsabila karena Jennifer memanggilnya Jubaedah.
"Ehh tapi bagus juga, asik lagi." lanjutnya yang merasa cocok dengan panggilan itu.
__ADS_1
"Tauk ah gw harus cari informasi lagi, jangan sampai nanti gw kecolongan." lanjut Salsabila dan langsung mengambil laptop miliknya untuk mencari informasi tentang aksi nanti malam.
...**...
Sementara itu, di tempat Alex setelah dia tidur tadi dia langsung menyiapkan segala keperluan yang dia butuhkan malam ini.
Alex membawa tiga pistol yang dia sembunyikan di belakang tubuhnya dan tak lupa juga beberapa stok peluru yang wajib dia bawa.
Selain Alex, Sean juga sama sibuknya apalagi dia juga ada banyak pekerjaan kantor yang belum selesai, belum lagi misi yang akan mereka kerjakan malam ini.
"Baik tuan." balas mereka.
"Yang sebagian silahkan berangkat duluan pantau situasi yang ada di sana, dan untuk yang lainnya kita berangkat beberapa menit lagi." ucap Sean memberikan instruksi.
"Baik tuan." balas mereka semua.
Mereka pun langsung membelah menjadi dua bagian, yang sebagian pergi dan yang sebagiannya lagi tetap berada di sana.
__ADS_1
"Apa semuanya sudah siap Sean?" tanya Alex kepada Sean.
"Sudah taun, semuanya sudah siap." balas Sean.
"Kerja bagus." puji Alex.
Alex sangat menyukai kinerja Sean yang sangat sat set no lemot lemot. Mungkin kalau ada nominalnya jaringan Sean itu sudah 6G, lebih sat set lagi dari pada 5G.
Tak berapa lama setelah itu mereka langsung berangkat menuju tempat yang akan mereka tuju, lagi dan lagi tujuan mereka adalah pelabuhan.
Mereka akan menghadang kapal yang baru saja singgah di dermaga. Kapal itu berisi banyak senjata yang akan mereka selundupkan ke negri sebrang.
Alex yang tahu kalau di antara senjata senjata itu ada senjata yang sangat dia inginkan maka dia pun langsung memerintahkan orang orangnya untuk segera melakukan persiapan untuk menghadang kapal itu.
Entah nanti akan ada pertumpahan darah seperti apa, yang pasti sudah Alex pastikan kalau nanti hiu hiu di tengah laut akan merasa kenyang bahkan mungkin akan menjadi stok makanan mereka selama beberapa Minggu.
...***...
__ADS_1