
Sama halnya dengan Sean, Salsabila saat ini juga di buat kesalahan karena Jennifer menghilang entah kemana.
"James terus hubungi Jennifer, anak itu emang sukanya bikin orang pusing aja." perintah Salsabila agar James terus mencoba untuk menghubungi Jennifer.
"Sudah Bil tapi tetap sama dari tadi gak di angkat angkat." balas James.
"Anak itu emang minta di rukyah, awas aja nanti kalau ketemu aku bejek bejek dia." kesal Salsabila.
Salsabila merasakan apa yang Sean rasakan sekarang, pekerjaan sedang banyak banyaknya tadi Jennifer malah menghilang entah kemana.
Beruntungnya Salsabila masih ada James yang bisa membantu dirinya. Coba saja kalau Jennifer belum mempekerjakan James seperti dulu, mungkin otak Salsabila udah meledak sekarang.
"Tolong kau siapkan materi meeting kali ini, dan setelah itu siapkan ruangannya. Kita gak bisa kalau harus menunggu Jennifer dulu." perintah Salsabila kepada James.
"Siap bil." James langsung pergi untuk menjalankan perintah Salsabila.
Sementara itu Salsabila pun langsung menyiapkan diri dan mulai mempelajari materi meeting kali ini agar nanti saat meeting berlangsung dia bisa lancar dalam menjelaskan isi meeting kali ini.
...**...
Selesai makan, Alex menggajak Jennifer untuk duduk di ruang televisi untuk ngobrol dengan serius.
"Lex beliin aku baju dulu napa, ini gak nyaman banget." pinta Jennifer.
"Udah pakai itu aja, aku suka lihatnya nanti kalau Sean udah pulang dari kerja aku suruh dia yang beli." balas Alex membuat Jennifer merenggut kesal.
"Jadi gimana, pokoknya aku gak terima penolakan ya, aku akan tetap menemui kedua orang tua kamu dan melamar kamu di hadapan mereka." Alex mengembalikan pembicaraan mereka tentang masalah yang tadi sempat tertunda dengan kegiatan makan.
"Lex, serius deh aku beneran loh gak nuntut kamu buat tanggung jawab, ini salah aku bukan salah kamu." balas Jennifer.
"Ya udah kalau begitu aku yang akan meminta pertanggungjawaban dari kamu, kalau kamu gak mau aku tanggung jawab maka kamu yang harus tanggung jawab sama aku karena sudah mengambil keperjakaan ku." balas Alex membalikkan kondisi.
"Loh kok gitu, kan di sini juga aku juga yang kehilangan keperawanan bukan kamu aja yang kehilangan keperjakaan kamu." balas Jennifer.
"Ya makanya ayo kita menikah biar adil." balas Alex.
"Kenapa sih kamu pengen banget nikah sama aku?" tanya Jennifer penasaran.
"Kan aku sudah bilang, karena aku cinta sama kamu." balas Alex.
__ADS_1
"Cinta, yakin kamu cinta sama aku?" tanya Jennifer.
Sebenarnya Jennifer juga memiliki rasa terhadap Alex, tapi dia takut kalau Alex menikahi dirinya hanya karena rasa bersalahnya saja, jadi Jennifer lebih memilih untuk menolaknya.
"Yakin, emang kamu yang gak ada rasa sama aku." balas Alex menuduh Jennifer tidak ada rasa terhadap dirinya.
"Kata siapa, aku suka kok sama kamu." balas Jennifer dan langsung menutup mulutnya karena sudah keceplosan.
"Hah apa kamu bilang tadi, coba ulangi lagi aku gak dengar?" tanya Alex menggoda Jennifer.
"Eng-gak ada, udah ah kalau kamu gak mau beliin aku baju aku mau suruh Salsabila aja buat beliin aku baju." Jennifer menghindari Alex, dia pergi ke kamar Alex untuk mencari keberadaan handphone miliknya.
"Jangan tinggalin aku honey." teriak Alex mengejar Jennifer.
Jennifer sampai di kamar Alex dan mencari di mana handphonenya berada tapi dia tidak menemukannya di kamar Alex.
"Honey kok kamu tinggalin aku sih." Alex tiba tiba saja memeluk tubuh Jennifer dari belakang.
"Kamu apaan sih, jijik tau gak dengernya." Jennifer berusaha melepaskan tangan Alex dari pinggangnya.
"Iih kamu kok jahat banget sih sama aku, aku kan cinta sama kamu honey." balas Alex merasa tersakiti.
"Udah deh jangan ganggu aku, aku mau cari handphone aku." Jennifer masih terus berusaha untuk melepaskan pelukan Alex di pinggangnya tapi itu sangat sulit karena Alex memeluknya sangat erat.
"Mungkin handphone kamu tertinggal di mobil, karena seingat ku kemaren waktu aku gendong kamu ke sini kamu sudah tidak bawa apa apa." ucap Alex menjelaskan kalau di dalam kamarnya tidak ada handphone Jennifer.
"Yah, kalau gitu aku gimana dong beli bajunya." bingung Jennifer.
Tidak mungkinkan kalau Jennifer pergi keluar mengambil handphonenya dengan pakaian yang seperti ini, nanti yang ada orang orang akan berpikiran yang tidak tidak tenang dirinya.
Ehh tapi kan emang dia semalam melakukan hal yang tidak tidak dengan Alex.
"Udah kamu tenang saja, aku tadi sudah menghubungi anak buahku untuk membelikan pakaian buat kamu, mungkin sebentar lagi akan sampai." balas Alex.
Memang tadi Alex sebelum menonaktifkan handphonenya dia sudah menghubungi anak buahnya untuk membelikan Jennifer pakaian, Alex menonaktifkan handphonenya karena dia tidak mau ada yang mengganggu waktu berduaan dirinya dengan Jennifer.
"Terus tadi kenapa kamu bilang kalau kamu gak mau beliin aku baju?" tanya Jennifer menoleh ke arah Alex yang meletakkan kepalanya di pundak sebelah kanannya.
"Ya karena aku mau menggoda kamu," balas Alex santai dan langsung mendapatkan cubitan di lengannya dari Jennifer.
__ADS_1
"Auw sakit honey." ringis Alex tapi tak membuat dia melepaskan pelukannya dari Jennifer.
"Plis deh gak usah alay gitu panggilannya, aku jijik dengernya." pinta Jennifer yang merasa jijik dengan panggilan Alex kepadanya.
"Jadi kami sudah menerima aku dan meminta panggilan yang lain dari aku, yes terimakasih sayang."
Emmuah.
Alex langsung memberikan kecupan di pipi sebelah kanan Jennifer yang membuat pipi Jennifer merah seperti kepiting rebus.
"Ciee... kamu malu ya, gak usah malu sama aku karena nanti kamu akan sering sering mendapatkan perlakuan seperti itu dari aku." ucap Alex lagi yang semakin membuat Jennifer salah tingkah.
"Emang aku mau sama kamu?" tanya Jennifer untuk menutupi salah tingkahnya.
"Aku gak tanya dan meminta pendapat kamu, karena aku tidak menerima penolakan dari kamu." balas Alex semakin mengeratkan pelukannya kepada Jennifer.
"Kamu wangi banget sih yang, aku jadi tercandu candu." ucap Alex mendengus dengus aroma rambut Jennifer.
"Apaan sih, geli tahu lepasin gak?" pinta Jennifer agar Alex melepaskan pelukannya dan menghentikan kegiatannya mendengus dengus rambut Jennifer.
"Mandi bareng yuk." ajak Alex.
Plak.
Jennifer langsung menampar tangan Alex yang ada di pinggangnya sehingga membuat Alex mengeluh kesakitan.
"Sayang sakit tahu, kenapa tangan kamu nakal banget sih, perasaan semalam kamu lembut banget banget elus elus dada saku sama rahang aku, ini sekarang kamu kok malah jadi seperti ini." heran Alex.
"Ya itu karena semalam aku tidak sadar, kalau sekarang aku sudah sadar." balas Jennifer.
"Ooh jadi kalau sadar kamu garang begini?"
"Iya, kenapa gak suka, ya udah batalin aja niat kamu yang tadi." garang Jennifer.
"Enggak kok aku malah suka, apalagi kalau kamu nakalnya di atas ranjang seperti semalam." balas Alex.
Blush.
...***...
__ADS_1