King Mafia And Queen Psycopat

King Mafia And Queen Psycopat
KMAQP#36


__ADS_3

"Sayang kamu mau makan apa?" tanya Alex menghampiri Jennifer yang tengah berada di depan televisi.


"Terserah." jawab Jennifer dengan nada judes.


"Kenapa sih hmm, masih marah?" Alex duduk di samping Jennifer.


"Pikir sendiri." judes Jennifer dan menjauhkan diri dari Alex yang duduk di dekatnya.


"Ya udah aku minta maaf ya kalau sudah buat kamu kesal, kamu mau kan maafin aku, sebagai tanda permintaan maaf dari aku kamu boleh deh minta apa saja nanti bakal aku kasih." iming iming Alex agar Jennifer memaafkannya.


"Beneran?" antusias Jennifer.


"Hmm, asal jangan yang aneh aneh." balas Alex.


Tadi setelah Alex menerkam Jennifer kembali, dan karena Jennifer masih lelah pun di buat kesal olehnya. Bagun tidur bukannya di kasih makan, tapi malah di gempur habis habisan, dan sekarang pas tengah malam malah Alex menawari Jennifer makan, ya jelas saja Jennifer kesal.


"Oke gak aneh aneh kok, aku mau maafkan kamu kalau kamu beliin aku jet pribadi. Gimana bisa gak?" tantang Jennifer, Jennifer sangat yakin kalau Alex tidak akan mengabulkan permintaanya itu, mengingat harga pesawat yang sangat mahal.

__ADS_1


"Oke, tapi lusa kita nikah." balas Alex.


Bagi Alex mah jet pribadi bukan hal yang sulit, duitnya ada banyak, dengan sekali menyelundupkan senjata ilegal ke luar negri dia sudah bisa membeli jet pribadi.


"Oke siapa takut." balas Jennifer yang masih sangat yakin kalau Alex tidak akan bisa membelikannya jet pribadi.


"Tapi jet pribadinya dulu, baru aku mau menikah lusa sama kamu." lanjut Jennifer.


"Oke, besok malam pesanan kamu akan sampai, dan lusa kita akan menikah." Balas Alex santai dan begitu pula dengan Jennifer.


Jennifer masih sangat percaya diri kalau tidak mungkin Alex akan membelikan jet pribadi untuknya, kalaupun iya mungkin tidak akan secepat itu waktunya dengan besok sampai.


"Emm... malam malam gitu makan pizza sama martabak manis enak deh bee, aku mau itu dong, martabaknya yang spesial ya." jawab Jennifer yang ingin makan pizza dan martabak manis.


"Oke siap, kamu tunggu sebentar ya aku ambil handphone dulu buat delivery." balas Alex mengecup kening Jennifer dan pergi dari sana menuju kamarnya.


"Berasa jadi ratu gue." gumam Jennifer setelah kepergian Alex.

__ADS_1


Sementara itu Alex yang ada di kamarnya pun langsung memesankan makanan yang Jennifer inginkan. Tak lupa dia juga memberikan perintah kepada Sean agar membelikan jet pribadi atas nama Jennifer, dan besok malam harus sudah sampai.


Tentunya hal itu membuat Sean kesal, udah malam malam ganggu orang tidur, ehh ini malah di kasih tugas yang sangat di luar nalar.


Bagaimana bisa beli pesawat dalam satu hari harus sampai, huh sepertinya Sean harus semakin sabar dalam menghadapi tuannya yang sudah memasuki level bucin itu.


"Sayang ayo kita tunggu di kamar aja, nanti kalau makanannya udah sampai kita kembali lagi ke sini." ajak Alex mengajak Jennifer untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Enggak ah aku mau di sini aja, lagian nanti kalau di kamar kamu pasti akan nakal." tolak Jennifer.


Jennifer harus antisipasi dalam menghadapi Alex yang otaknya sudah gesrek, menghadapi tinggal Alex yang akhir akhir ini harus dengan ekstra kesabaran dan juga kekuatan, apalagi kalau sudah di atas ranjang.


"Iih aku gak bakal nakal loh." balas Alex.


"Aku gak percaya sama kamu." balas Jennifer dan dia memfokuskan pandangannya menatap televisi.


Karena sekarang handphonenya lagi gak ada, maka dia tidak ada kegiatan lain lagi yang bisa dia lakukan selain menonton televisi.

__ADS_1


...***...


__ADS_2