King Mafia And Queen Psycopat

King Mafia And Queen Psycopat
KMAQP#12


__ADS_3

"Kau keluarlah dulu, aku nanti akan menyusul." perintah Alex kepada Sean agar turun lebih dulu dari mobil.


Ya, kelompok Alex sudah sampai di dermaga, mereka memakirkan kendaraan mereka lebih jauh dari tempat kapal singgah agar tidak ada yang mengetahui keberadaan Alex dan anak buahnya.


"Baik tuan." balas Sean.


Sean pun langsung turun, dia menatap sekitar dengan teliti takut kalau sampai ada orang yang melihat keberadaan mereka.


Sementara itu di dalam mobil, Alex memakai masker dan juga topinya agar-agar tidak ada yang tahu penyamarannya. Begitu juga dengan Sean, dia tadi sebelum keluar dari mobil juga memakai beberapa alat penyamaran.


"Apakah kita akan langsung menyerang mereka saat mereka sampai nanti?" tanya Sean setelah Alex keluar dari mobil.


"Tidak, kita akan menunggu sampai mereka lengah dan tidak pernah berfikir kalau kita akan melakukan hal ini." jawab Alex.


"Oh iya, nanti kau dengan yang lain pergi duluan, biar nanti aku di bagian akhir. Karena aku yakin pasti mereka juga sudah menyiapkan segala persiapan jika terjadi sesuatu dengan kelompok mereka, karena sekarang senjata yang mereka bawa ini bukan senjata sembarangan." lanjut Alex dan di angguki Sean.


"Pergilah, aku akan menyusul nanti setelah memastikan apa kecurigaanku tidak akan terjadi." perintah Alex.


"Baik tuan." balas Sean dan langsung pergi meninggalkan Alex sendirian.

__ADS_1


"Aku yakin pasti di sekitar sini masih ada orang lain." gumam Alex yakin.


Alex memfokuskan pendengarannya untuk mendengarkan suara suara yang ada di sekitar sana. Dia tidak ingin kalau sampai ada yang tahu aksi dia dan anak buahnya nanti.


"Sepertinya aman." ucap Alex karena tak mendengarkan adanya suara suara yang mencurigakan.


"Baiklah aku akan menyusul mereka." lanjutnya dan mulai berjalan menuju tempat persinggahan kapal.


Alex tidak lewat jalan utama, dia berbelok-belok melewati gang gang yang ada banyak box box kontainer di sana. Entah kenapa insting Alex membawa Alex lewat sana padahal kalau di pikir pikir akan lebih dekat kalau lewat jalan utama.


...**...


Jennifer memantau sekitar sambil mendengarkan instruksi dari Salsabila melalui earphone yang ada di telinganya.


'Ini gimana, masak iya gw sembunyi mulu di sini?' tanya Jennifer greget karena sedari tadi Salsabila tidak mengizinkan dia untuk berpindah tempat.


'Lo sekarang pakai baju apa?' tanya Salsabila.


'Gw ya seperti biasalah, lo tahu sendirikan kalau gw melancarkan aksi itu pasti pakai baju serba hitam.' jawab Jennifer.

__ADS_1


'Oke aman, kalau gitu lo tinggal pakai masker dan segala atribut yang sama dengan mereka yang ada di sana.' suruh Salsabila.


'Jangan bilang kalau lo nyuruh gw buat jadi penyusup?' tebak Jennifer.


'Nah good, dengan lo masuk ke sana lo akan bisa dengan leluasa mengambil banyak darah dari orang orang yang sudah tumbang. Kalau sampai rencana ini berhasil lo akan bisa melakukan hal ini setiap hari dalam melakukan aksi lo.' jelas Salsabila.


'Heh lo jangan ngadi ngadi, gimana nanti kalau gw kenapa kenapa?'


'Helowww nona Jennifer, apakah anda lupa kalau anda itu seorang psikopat. Jadi bukankah hal sulit untuk mencelakai orang dengan pisau tajam lo itu.'


Salsabila terasa seperti memberikan ide kepada anak TK, habisnya bisa bisanya Jennifer takut dirinya kenapa kenapa sedangkan dia sendiri biasanya membuat orang kenapa kenapa.


'Oke oke baiklah, ya sudah gw tutup dulu suara lu ganggu telinga gw.' balas Jennifer dan langsung matikan sambungan telefon.


"Dasar psikopat gila." umpat Salsabila kesal karena Jennifer main menutup telfonnya dulu sebelum dia selesai berbicara.


"Huh, sepertinya gw harus ke sana seperti apa yang bila katakan tadi." gumam Jennifer menatap ke depan di mana di sana sangat ramai akan orang berpakaian hitam yang seperti tengah menyiapkan sesuatu.


"Sedangkan apa kau di sini?" ucap seseorang dari belakang Jennifer membuka Jennifer menegang.

__ADS_1


...***...


__ADS_2