
Jennifer dan Alex sudah berada di rumah orang tua Jennifer, mereka berdua di sambut sangat baik di sana. Bahkan Richard Daddy-nya Jennifer langsung menggajak Alex untuk berbicara di ruangan kerjanya katanya ingin membahas masalah pekerjaan, tapi entahlah itu benar atau tidak.
"Mom, Daddy gak bakalan apa apain Alex kan?" tanya Jennifer kepada sang mommy.
"Kamu tenang saja, daddymu itukan udah tobat." balas mommy Jennifer yang bernama Diandra.
"Iya Daddy udah tobat, tapi pindah ke anaknya." batin Jennifer.
"Ayo bantu mommy masak dulu, nanti kita makan malam bersama di sini." ajak mommy Diandra.
"Huh, baiklah mom." balas Jennifer malas tapi dia tetap membantu Diandra masak.
Mereka berdua masak di dapur dengan di temani beberapa pelayan yang membantu mereka berdua.
Sementara itu di ruangan kerja Daddy Richard, Richard tengah menatap Alex tajam.
"Ada apa ya Om?" tanya Alex dengan raut wajah yang takut.
Padahal biasanya dia sudah sering mendapatkan tatapan yang seperti itu, bahkan ada yang lebih seram dari tatapan calon mertuanya itu, tapi entah kenapa ini bikin jantung Alex dag dig dug ser.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan hingga membuat anakku mau menikah denganmu?" tanya Richard to the poin.
"Emm... i-itu om, ki-ta saling mencintai, iya kita saling mencintai." gagap Alex.
"Jawab yang benar, atau kau akan tahu akibatnya." gertak Richard.
"Kita sudah berhubungan badan." jawab Alex secepat kilat.
Mendengar itu Richard membuang nafasnya kasar, dia sudah menduga akan hal itu. Tapi dia bisa apa kalau sudah terjadi seperti ini, mungkin ini karma karena perbuatannya dulu.
Tapi ini masih mending karena Alex langsung hendak bertanggung jawab, dari pada dirinya dulu sampai punya anak tapi dia dan Diandra belum nikah nikah.
"Lalu benarkah dengan apa yang kalian bilang tadi kalau pernikahan kalian akan di lakukan esok hari?" tanya Richard.
"Benar om, saya sudah menyiapkan semuanya Om dan Tante hanya perlu datang dan menjadi wali untuk Jennifer. Saya juga sudah mengundang rekan bisnis dan juga saudara saudara Om dan Tante." balas Alex.
"Bagiamana bisa?" tanya Richard.
Dia tak habis pikir, ternyata di atas dirinya masih ada lagi orang yang lebih sat set dari pada dirinya. Terbukti Alex bisa mengundang rekan bisnis dan juga saudaranya bahkan di saat dia tidak tahu kalau putrinya akan menikah dengan seseorang.
__ADS_1
"Mungkin sudah tidak asing lagi buat Om, saya yakin Om pasti tahu apa yang saya lakukan." balas Alex.
"Ah iya, keluarga William memang bukan keluarga yang biasa." balas Richard mengerti.
Richard tahu kalau Alex adalah cucu dari William pengusaha ternama karena memang dia juga rekan bisnis mereka. Jadi tak asing lagi kalau dia melihat Alex.
"Om bisa saja, Om juga hebat kok, apalagi sampai punya bibit yang sangat sempurna seperti Jennifer." balas Alex.
"Apa kau ingin merayuku?"
"Tidak om, tanpa saya rayu Om juga akan memberikan restu kepada saya, tapi itu kalau Om tidak masalah kalau anaknya hamil di luar nikah sih." balas Alex santai.
Sekarang Alex sudah lebih rileks sedikit dari pada yang tadi, karena sudah berbicara panjang lebar dengan Richard dan dia tahu ternyata kalau Richard orangnya asik juga, buktinya dia tak marah ketika tahu kalau anaknya sudah berhubungan badan dengan dirinya, pikir Alex.
Alex tak tahu saja kalau dulu calon mertuanya itu adalah pemain.
"Kau bisa saya, sudah ayo kita keluar mungkin mereka sudah menunggu untuk makan bersama." ajak Richard.
Mereka berdua pun keluar dari ruangan kerja Richard langsung menuju ruang makan untuk melakukan makan bersama.
__ADS_1
...***...