King Mafia And Queen Psycopat

King Mafia And Queen Psycopat
KMAQP#14


__ADS_3

"Gila ini keren banget." kagum Jennifer yang baru pertama kalinya melihat adegan perkelahian di depannya.


Selama ini Jennifer hanya melihat penyiksaan saja, tidak melihat perkelahian banyak orang seperti ini.


"Sadar Jen, sadar. Lo di sini harus cepat cepat melancarkan aksi lo kalau gak mau ketahuan." ucap Jennifer setelah sadar dari rasa kagumnya.


Jennifer pun segera melancarkan aksinya, dia takut nanti keburu ada orang yang menyadari kalau dia bukanlah dari anggota mereka.


"Aku mulai dari mana dulu ya?" bingung Jennifer melihat sudah ada beberapa orang yang terkapar di sana.


Jennifer mulai berjalan menghampiri orang yang sudah terkapar, dia memperhatikan sekitar dan dia bisa melihat kalau mereka semua tengah fokus berkelahi.


Hal itupun Jennifer manfaatkan untuk menancapkan sebuah jarum suntik kepada orang yang sudah tidak sadarkan diri dan langsung mengambil darahnya.


Setelah penuh di jarum suntik itu, Jennifer langsung memasukkannya ke dalam wajah yang sudah dia siapkan di balik jaket yang dia kenakan.


Setelah satu wadah penuh, Jennifer pindah ke orang tidak sadarkan yang lainnya, karena Jennifer ingin merasakan darah dari beberapa orang.

__ADS_1


Jennifer mengambil banyak darah hingga semua wadah yang dia punya pun penuh, Jennifer memperhatikan sekitar setelah di rasa aman barulah Jennifer mulai meninggalkan tempat itu dengan cara mengendap endap.


"Huh akhirnya berhasil juga." lega Jennifer setelah masuk ke dalam mobil sport miliknya.


"Cowok tadi siapa ya, kok matanya kayak gak asing gitu." Jennifer kembali teringat kejadian di mana tadi dia hampir ketahuan oleh anggota mereka.


"Ah sudahlah, ngapain aku mikirin mereka yang pasti sekarang aku sudah mendapatkan ini semua." senang Jennifer membuka jaketnya dan melihat ada banyak darah di dalam wajah yang dia bawa.


Jennifer segera pergi dari sana sebelum nanti ada yang melihatnya, tak lupa dia juga menghubungi Salsabila dan menyuruhnya untuk datang ke apartemen miliknya.


...**...


"Di mana mereka menyembunyikannya?" gumam Alex bertanya tanya.


Alex terus memasuki kapal hingga dia melihat sebuah ruangan yang sangat menarik perhatiannya.


"Sepertinya ada di sana." Alex berjalan menghampiri ruangan itu.

__ADS_1


Alex mencoba membuka pintunya, dan dia merasa sangat bersyukur karena pintu itu tidak di kunci.


Ceklek.


Pintu terbuka dan benar saja, di dalam sana ada banyak senjata. Mulai dari pisau, parang, kapak,busur panah, pistol dan yang lainnya.


Tapi senjata senjata yang Alex lihat, di sana tidak ada yang menarik perhatiannya karena dia sudah mempunyai semua itu. Yang Alex inginkan hanya pistol yang sangat dia incar incar, pistol itu hanya ada beberapa saja di dunia dan yang membuat Alex semakin menginginkan pistol itu adalah karena jarak tembak pistol itu sangatlah jauh.


"Ini banyak banget, aku harus bagaimana mencarinya." Alex semakin kebingungan karena ada banyak pistol yang sangat mirip, mungkin mereka sudah mempersiapkan semua ini karena mereka sudah mengira hal ini akan terjadi.


"Siapa itu." ucap seseorang dari luar ruangan yang Alex masuki.


Alex langsung berbalik dan berjalan mengendap-endap menghampiri pintu dan....


Dor.


Satu kali tembakan yang tepat mengenai dada orang itu, Alex tak ingin membuang waktu untuk mengajar orang orang yang mengganggunya, lebih baik tenaganya nanti dia gunakan untuk hal yang lainnya saja.

__ADS_1


"Aku harus cepat cepat mencarinya." Tak ada pilihan lain selain mengacak acak tempat itu agar bisa capat menemukan senjata yang dia cari.


...***...


__ADS_2