
Semua misi sudah selesai, Alex sudah kembali bersama Sean dengan pistol incaran yang ada di tangannya.
"Gimana apakah semuanya sudah beres?" tanya Alex pada Sean setelah mereka sampai di markas.
"Aman tuan, tapi ada beberapa mayat yang sepertinya darahnya habis di ambil." jawab Sean.
Alex mengernyitkan dahinya menatap Sean penuh tanya, seolah dia bertanya apa maksud dari yang Sean katakan.
"Sepertinya kejadian beberapa waktu itu terulang kembali tuan, bahkan kali ini bukan hanya satu tapi ada beberapa mayat yang darahnya di ambil." jelas Sean membuat Alex berfikir.
"Apakah kau sudah menemukan pelakunya?" tanya Alex.
Alex tahu bagaimana kinerja Sean, pasti kalau ada sesuatu yang mencurigakan Sean akan langsung mencari tahu tanpa di perintah oleh Alex dulu.
"Belum tuan, sama seperti sebelumnya pelakunya sangat pintar menutupi dirinya." jawab jujur Sean.
Tiba tiba Alex teringat dengan pertemuannya dengan anak buah yang memakai pakaian berbeda saat sebelum pertarungan di mulai.
__ADS_1
Tanpa mengatakan apapun, Alex langsung mengontak atik laptop miliknya untuk mencari cctv yang ada di sekitar sana.
"Aku tahu, apakah ada anak buah kita yang berpakaian seperti ini?" tanya Alex membuat Sean mendekat untuk melihat apa yang di lihat Alex di dalam laptop miliknya.
Sean memperhatikan seseorang yang tengah berbincang dengan Alex, dia mengerutkan keningnya saat merasa ada yang aneh.
"Tidak tuan, kita tidak ada memiliki anak buah yang memakai pakaian seperti itu, terlebih lagi dari postur tubuhnya sudah terlihat kalau dia bukan anak buah kita." jelas Sean.
"**1*." umpat Alex.
Alex merasa dirinya sudah bodoh, bagiamana mungkin tadi dia bisa percaya begitu saja kepada orang itu. Seharusnya sebagai ketua dia bisa tahu kalau orang itu tidak masuk dalam ciri ciri anak buahnya.
"Sepertinya dia ingin main main sama kita." ucap Alex menebak apa yang orang itu lakukan.
"Untuk apa tuan, kalau dia ingin bermain sama kita dia pasti sudah dari dulu melakukannya." balas Sean.
"Lalu kalau bukan, apa tujuan dia melakukan itu. Dan lihatlah apa tadi yang kau bilang, dia mengambil darah dari beberapa orang, mungkin saja dia ingin mengetes darah darah orang itu." balas Alex.
__ADS_1
Sean diam, bisa jadi apa yang di bilang Alex itu benar. Tapi siapakah dia sampai sampai berani melakukan hal itu sendirian di tengah tengah musuh.
"Terus sekarang apa yang akan kita lakukan tuan?" tanya Sean.
"Biarkan, kita lihat saja nanti apa yang akan dia lakukan, tapi kau harus tetap mencari tahu siapa orang itu dan apa tujuannya." jawab Alex.
"Baik tuan." balas Sean.
"Kembalilah, aku tahu kau pasti lelah." suruh Alex agar Sean mengistirahatkan tubuhnya.
"Baik tuan, tuan jugalah harus istirahat karena besok kita juga harus kembali bekerja." balas Sean dan di balas anggukan oleh Alex.
Sean pun pergi meninggalkan ruangan Alex, mereka berdua malam ini tidur di markas karena sudah lelah kalau harus pulang ke apartemen dulu.
"Siapa orang itu, aku sangat yakin kalau dia adalah seorang wanita, dan yang pasti dia bukan orang sembarangan karena sudah berani masuk ke dalam lingkaran Alex seorang diri." Monolog Alex, bertanya tanya siapa wanita itu.
Setelah itu Alex pun pergi menuju kamarnya yang ada di Markas untuk istirahat, biarlah besok dia pikirkan lagi siapa orang itu, yang pasti sekarang dia harus istirahat dulu.
__ADS_1
...***...