
Sedari tadi pandangan Alex tak pernah lepas dari Jennifer, bahkan saat kliennya menyapanya saja dia tidak tahu.
"Tuan, tuan Alex." panggil salah satu klien Alex.
"Hah iya, kenapa tuan." cengoh Alex yang mulai tersadar.
"Maaf apakah saya mengagetkan anda, tadi saya panggil panggil tuan tapi tuan tidak dengar." ucap klien Alex.
"Ah iya tadi saya sedang memikirkan pekerjaan jadi gak dengar panggilan anda, maaf." balas Alex merasa bersalah.
"Tidak apa tuan itu hal yang wajar, oh iya apakah tuan datang sendiri ke sini? Saya lihat lihat kok tidak ada asisten anda?" tanya klien Alex yang tidak melihat keberadaan Sean.
"Iya saya datang ke sini sendiri tuan, asisten saya sedang ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan." jawab Alex.
"Ooh seperti itu, lalu kalau pasangan apakah anda belum memilikinya?" tanya klien Alex penasaran.
Alex tidak menjawab, dia hanya tersenyum saja.
Kalau pertanyaan menyangkut masalah pribadi Alex tidak akan menjawabnya, tapi kalau masalah pekerjaan Alex masih bisa mentolerir.
"Ah maaf saya sudah lancang menanyakan masalah pribadi anda." ucap klien Alex itu yang menyadari kesalahannya.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan mau menemui yang lainnya." lanjutnya pamit, dia takut kalau salah ngomong lagi, bisa bisa nanti berakibat fatal terhadap perusahaannya.
Alex hanya membalasnya dengan anggukan saja, setelah itu Alex kembali lagi mencari keberadaan Jennifer.
"Kemana dia?" gumam Alex yang tidak mendapati adanya Jennifer di sana.
Karena penasaran, Alex pun mencari keberadaan Jennifer di sana, dia mulai menelusuri seluruh tempat yang ada di hotel itu untuk mencari keberadaan Jennifer.
Sementara itu di tempat Jennifer, dia tengah duduk di bangku yang paling pojok sendiri. Di sana sangat jarang ada orang yang datang jadi dia bisa merasa tenang.
"Huh untungnya ada tempat yang sepi." lega Jennifer.
Jennifer memang tidak menyukai tempat yang rame, apalagi di tempat seperti ini dia sangat yakin pasti banyak orang orang yang sok kenal dan saling menyombongkan satu sama lain.
"Hai nona, kenalin nama saya David." ucap seorang pria yang tiba tiba duduk di samping Jennifer sambil membawa dua gelas jus minuman.
Jennifer tak menjawab, dia hanya tersenyum saja.
"Emm... nona datang ke sini sendiri?" ucap pria itu lagi bertanya.
"Tidak, saya datang bersama kekasih saya." jawab Jennifer asal.
"Ooh seperti itu, saya kira tadi sendiri. Lalu di mana kekasih anda?" tanya pria itu lagi.
Pria itu merasa sudah bisa di terima oleh Jennifer karena tadi pertanyaannya sudah di jawab, meskipun dia belum mendapatkan jawaban siapa nama wanita yang menarik perhatiannya ini.
__ADS_1
"Dia lagi ke toilet." jawab Jennifer asal lagi.
"Ooh seperti itu,"
"Ini saya bawa dua minuman, mungkin nona haus karena saya lihat di meja ini tidak ada minuman ataupun makanan sama sekali." lanjutnya memberikan satu gelas jus kepada Jennifer.
"Terimakasih." balas Jennifer tapi tak dia minum.
Jennifer dalam hatinya sudah menyumpah serapahi orang yang ada di sampingnya ini. Dia merasa orang ini sudah mengganggu ketenangannya.
"Ah di sini panas sekali, tenggorokanku jadi kering." ucap pria itu dan mengambil gelas yang berisi jus untuk dia minum.
Jennifer melirik sebentar dan kembali lagi menatap lurus ke depan.
Kalau boleh jujur sebenarnya Jennifer juga harus, dia sedari sampai sini belum juga makan ataupun minum. Tapi dia juga takut kalau di dalam minuman itu terdapat sesuatu yang membahayakan dirinya.
Tapi setelah melihat orang di sampingnya itu minum membuat dia menghilangkan fikiran kotornya, Jennifer mulai menggambil gelas itu dan mulai meminumnya.
Saat Jennifer minum, orang yang ada di samping Jennifer menarik sudut bibirnya hingga menampilkan senyuman yang licik.
Tanpa Jennifer ketahui, kalau di dalam minuman itu sudah dia masukkan obat perangsang dengan dosis yang sangat tinggi.
Pria yang bernama David itu adalah orang yang tadi menggagumi Jennifer waktu Jennifer baru datang, dia adalah salah satu pria hidung belang yang suka bermain dengan banyak wanita.
Jennifer yang kehausan langsung menghabiskan satu gelas jus itu sampai habis tak tersisa satu tetes pun.
Dari kejauhan, Alex melihat Jennifer yang tengah duduk bersama pria asing. Dia yang merasa gerah dengan hal itupun langsung berjalan dengan cepat menghampiri Jennifer.
Jennifer yang merasa risih dengan pria yang ada di sampingnya pun berdiri menyambut kedatangan Alex.
"Sayang kamu kok lama banget sih di kamar mandinya." manja Jennifer merangkul lengan Alex.
Alex mengernyitkan keningnya bingung dengan tingkah Jennifer, ada apa dengan Jennifer kenapa dia tiba tiba bersikap seperti ini, pikir Alex.
"Oh jadi ini pasangan kamu?" tanya pria yang duduk di samping Jennifer tadi dan di jawab anggukan oleh Jennifer yang masih setia merangkul lengan Alex.
"Ya sudah ya kita pergi dulu, kita masih ada urusan." pamit Jennifer dan langsung menarik Alex pergi dari sana.
Alex yang sudah mengerti dengan apa yang di lakukan Jennifer pun menurut saja, dia malah merasa senang karena mendapatkan rangkulan dari Jennifer.
"S1al, ternyata rencanaku gagal." umpat David.
David tadi sudah merasa senang saat Jennifer menghabiskan minuman yang sudah dia berikan obat perangsang. David berpikir kalau Jennifer tadi berbohong saat dia bilang kalau dia datang bersama kekasihnya, karena seingat David Jennifer datang ke orang diri tadi.
David pun segera pergi dari sana dan meninggalkan pesta itu untuk pergi mencari pengganti Jennifer di club.
...**...
__ADS_1
Jennifer masih terus memeluk lengan Alex bahkan saat mereka sudah keluar dari area pesta. Alex pun membiarkannya saja karena dia juga senang di peluk seperti itu.
Sampai di parkiran pun Jennifer membawa Alex menuju mobilnya.
"Apakah kamu ingin menculik ku?" ucap Alex membuat langkah Jennifer terhenti.
"Ah maaf aku lupa." Jennifer pun melepaskan tangannya dari lengan Alex.
Tapi saat dia melepaskan tangan dari lengan Alex, dia merasa kepanasan, karena tadi saat memeluk Alex lengan Alex terasa nyaman dan dingin.
"Kenapa udaranya panas banget ya." ucap Jennifer mengibas-ibaskan tangannya.
"Panas, panas dari mananya orang dingin kayak gini kok." heran Alex.
"Iih ini panas banget loh, ah aku gak tahan." Jennifer langsung membuka mobilnya dan menyalakan AC dengan tingkat tinggi sehingga membuat udara di dalam mobil terasa dingin, tapi tidak dengan Jennifer yang masih merasakan panas.
"Panas? Dasar ada ada saja, padahal pakaiannya udah kurang bahan seperti itu." tak habis pikir Alex dengan Jennifer.
"Ehh, tunggu... jangan bilang kalau...."
Alex langsung masuk ke dalam mobil dan pemandangan yang dia lihat adalah Jennifer yang sudah melepas resleting belakang gaunnya.
"Jen." pangil Alex membuat Jennifer menatap Alex yang membuka pintu di sebelahnya.
"Lex ini panas banget, aku gak tahan." ucap Jennifer dan berusaha melepaskan gaunnya.
"**1*." umpat Alex yang melihat penampilan Jennifer sangat menggoda.
"Kamu pindah ke belakang biar aku yang bawa mobil." suruh Alex.
Jennifer pun menurut, dia pindah di jok belakang dan masih terus berusaha untuk melepaskan gaunnya.
"Stop Jen jangan di lepas gaunnya." ucap Alex memperingatkan agar Jennifer tidak melepaskan gaun yang dia kenakan.
"Gak tahan Lex, ini panas banget. Tolong nyalakan AC nya." pinta Jennifer yang mengira kalau AC mobilnya mati.
Alex melihat ternyata AC mobil itu sudah menyala full, dia saja sekarang merasa kedinginan tapi Jennifer malah kepanasan.
"Tahan sebentar ya, kita cari tempat terdekat." ucap Alex agar Jennifer bisa bertahan sebentar.
"Gak kuat Lex," balas Jennifer melepaskan gaunnya.
"Sit." umpat Alex yang melihat bagian tubuh Jennifer.
Alex berusaha agar tetap fokus mengemudi mobil Jennifer, kebetulan apartemen Alex tak jauh dari lokasi mereka tadi, sehingga dia memutuskan untuk membawa Jennifer ke sana.
Dalam perjalanan menuju apartemen, Jennifer selalu membuat Alex harus menahan godaan yang ada, dia harus kuat bahkan di saat tubuh bagian bawahnya sudah mulai bereaksi.
__ADS_1
Alex melajukan mobil Jennifer dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di apartemen miliknya, dia khawatir kalau Jennifer nanti malah akan berbuat hal yang membuat dia tidak tahan untuk memangsa Jennifer di dalam mobil.
...***...