King Mafia And Queen Psycopat

King Mafia And Queen Psycopat
KMAQP#18


__ADS_3

Salsabila sudah sampai di tempat di mana dia akan janjian menggantikan Jennifer untuk bertemu Alex. Salsabila di buat kesal karena dia sudah menunggu hampir setengah jam tapi kliennya belum juga datang.


"Kalau saja ini bukan proyek besar, udah aku tinggalin tempat ini dari tadi." grutu Salsabila kesal.


Salsabila menatap jam tangannya, lima menit lagi akan menjadi waktu setengah jam untuknya menunggu klien di sana.


"Lima menit lagi kalau sampai tuh orang gak nongol juga, gw cabut dari sini, bodo amat dengan kerja sama itu." lanjut Salsabila yang sudah kepalang kesal.


Siapa sih yang suka menunggu, tidak ada seorang pun yang suka menunggu di dunia ini, apalagi kalau menunggu cinta kita terbalaskan, huh rasanya itu sangat menyebalkan.


"Maaf sudah membuat anda menunggu lama, tadi ada masalah di jalan." ucap seseorang yang datang menghampiri Salsabila.


Salsabila mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan seseorang yang ada di atasnya.

__ADS_1


"Apakah tidak ada alasan yang lebih klise lagi tuan, saya tidak menyangka seorang pengusaha ternama yang namanya banyak di puji puji orang orang ternyata pemiliknya tidak tepat waktu seperti anda." sinis Salsabila.


"Maaf tapi saya bukan pemilik perusahaan ini, saya sekertaris sekaligus asisten yang mewakili tuan Alex. Perkenalkan nama saya Sean, saya datang ke sini atas permintaan tuan Alex karena tuan Alex ada keperluan yang sangat penting. Dan saya juga minta maaf karena sudah terlambat datang ke sini, tapi benar saya tidak bohong kalau tadi di jalan memang ada sedikit masalah." jelas Sean panjang lebar sekaligus memperkenalkan dirinya.


"Baiklah saya maafkan," balas Salsabila Deng anggun.


"Eemm... dan saya di sini juga sebagai perwakilan dari nona Jennifer, nama saya Salsabila, tuan Sean bisa panggil saya Bila. Untuk menyingkat waktu mari langsung saja kita bahas kerja sama ini." lanjut Salsabila memperkenalkan dirinya.


"Baiklah nona bila, jadi begini. Saya sudah mendiskusikan dengan tuan Alex, kalau pembangunan resort nanti itu bla bla bla...." mereka membicarakan masalah kerja sama membangun sebuah proyek pembuatan resort di pulau Dewata Bali.


Bagiamana tidak, tubuh Salsabila yang sebelas dua belas dengan Jennifer serta wajah cantik yang sangat mudah memikat laki laki membuat siapa pun yang melihat wajah itu pasti akan langsung jatuh cinta, tak terkecuali Sean.


"Cantik juga nih cewek." batin Sean memuji Salsabila.

__ADS_1


"Bagaimana tuan, apakah semuanya sudah jelas?" tanya Salsabila setelah menjelaskan proyek kerjasama mereka.


"Hah, ah iya jelas, sangat jelas kok." cengoh Sean.


Sean kaget karena tadi dia tidak terlalu fokus mendengarkan penjelasan Salsabila, tapi dia malah fokus menatap wajah cantik dan juga bibir yang sangat menggoda milik Salsabila.


"Baiklah kalau begitu saya izin pamit dulu tuan masih ada beberapa pekerja yang harus saya kerjakan." pamit Salsabila.


"Eehh tunggu, apakah kamu tidak ingin makan dulu?" Sean menahan Salsabila dan mengajaknya untuk menikmati hidangan yang sudah tersaji di depan mereka.


"Terimakasih tuan, tapi maaf saya harus buru buru." tolak Salsabila dan langsung pergi dari sana.


Salsabila tak ingin berlama lama di sana, karena dia takut nanti pertahanannya untuk tidak dekat dengan laki laki akan goyah.

__ADS_1


"Kita lihat saja, kali ini kamu memang bisa menolak makanan ini, tapi lain kali akan aku pastikan kau tidak akan bisa menolaknya." gumam Sean menatap kepergian Salsabila.


...***...


__ADS_2