King Mafia And Queen Psycopat

King Mafia And Queen Psycopat
KMAQP#39


__ADS_3

Mereka sampai di rumah keluarga William, Alex langsung mengajak Jennifer untuk masuk ke dalam rumah opa nya, di sana dia langsung di sambut oleh beberapa pelayan yang sudah berjejer di depan pintu.


"Selamat datang tuan muda Alex, keluarga besar sudah menunggu anda dan nona di ruang keluarga." ucap kepala pelayan menyambut kedatangan Alex dan Jennifer.


"Hmm." balas Alex, sedangkan Jennifer hanya menampilkan senyuman termanisnya, dan sebelum pergi meninggalkan jejeran para pelayan Jennifer juga membungkukkan kepalanya ramah.


Para pelayan yang melihat itupun mulai berfikir kalau calon nona mereka itu adalah orang yang sangat baik hati.


"Oma, Opa Vian datang." ucap Alex berteriak saat memasuki pintu ruangan keluarga.


Alex ketika dalam keluarga dia akan di panggil dengan nama aslinya, dan begitupula dengan sikapnya juga akan berbeda ketika berhadapan dengan keluarganya.


"Astaga Vian Oma rindu." balas Oma Fara heboh.


Fara adalah neneknya Alex dari pihak Daddy-nya, sedangkan nama kakeknya adalah William.


"Vian juga rindu sama Oma, rindu banget malah." balas Vian.


Mereka berdua berpelukan, melupakan kalau di belakang Alex ada seorang gadis yang tengah kebingungan.


Siapa Vian, kenapa mereka pada membicarakan nama itu? Itulah yang ada di pikiran Jennifer.


"Vian sudah pelukannya, kasian itu calon menantu mommy." tegur Vanya, mommynya Alex membuat Alex tersadar dan segera melepaskan pelukan Omanya.


"Astaga ini siapa, kamu cantik banget sayang." Oma Fara langsung menghampiri Jennifer.

__ADS_1


"Halo nyonya, perkenalkan nama saya Jennifer." ucap Jennifer formal.


"Kok nyonya sih, panggil Oma aja ya biar sama seperti Vian." balas Oma Fara yang menolak di pangil nyonya.


"Iya o-ma." balas Jennifer agak kikuk.


"Ayo sini Oma kenalkan kamu sama keluarga Vian," Oma Fara menggajak Jennifer untuk berkenalan dengan keluarga Alex.


"Kok aku di abaikan sih," kesal Alex karena merasa tidak di anggap.


"Hai sayang, nama kamu siapa?" sapa Vanya kepada Jennifer yang sudah di ajak duduk di sebelahnya oleh Oma Fara.


"Halo juga Tante, nama aku Jennifer." balas Jennifer sambil mencium punggung tangan Vanya.


"Wah nama yang cantik sama seperti orangnya." puji Vanya.


"Ah kamu bisa saja, oh iya nama Tante Vanya dan kamu juga tidak usah pangil Tante ya, kan besok kamu akan menikah dengan Vian, jadi otomatis kamu juga akan menjadi anak Tante dong, jadi kamu pangil Tante mommy aja ya biar sama seperti Vian." balas Vanya memperkenalkan namanya.


"Iya mom Vanya, terimakasih sudah menyambut Jennifer dengan baik."


"Itu sudah menjadi tugas kami untuk menyambut tamu sayang, Oh iya ini kenalin yang ini namanya Daddy Vano dan yang ini Opa William," ucap Vanya memperkenalkan suami dan mertuanya.


"Halo opa, dad, salam kenal, aku Jennifer." balas Jennifer memperkenalkan dirinya kepada opa William dan juga Daddy Vano.


"Halo nak, salam kenal juga." balas mereka berdua kompak.

__ADS_1


"Ngomong ngomong ini Om Vino kemana kok gak ada?" tanya Alex yang tak melihat keberadaan Vino beserta keluarganya.


"Om kamu lagi pulang kampung, katanya di sana ada saudara yang nikahan." jawab Daddy Vano dan di balas anggukan oleh Alex.


"Jenni kamu kok mau sih sama anak mommy, padahal dia anaknya ngeselin loh, gak ganteng juga?" tanya Vanya pada Jennifer sambil menjelek jelekkan anaknya.


"Mom...." tekan Alex geram karena mommynya malah menjelekkan dirinya yang notabennya sebagai anaknya sendiri.


"Tuh lihat, dia itu manja banget." tambah Vanya.


"Sayang pulang yuk, di sini gak asik." ajak Alex yang merasa dirinya sudah mulai terasingkan.


"Pulang aja kalau kamu mau pulang, Jenni masih mau di sini sama Oma kok, iya kan sayang?" balas Oma Fara.


"I-iya Oma." Jennifer jadi bingung sendiri.


"Sayang...."


"Sudah Vian kamu diam, laki laki manja banget gak malu kamu." potong Daddy Vano.


"Cih gak nyaca." decih opa William.


"Pa...." Vano menatap opa William tajam dan di balas cengiran oleh opa William.


Mereka pun terus berbincang-bincang hingga waktunya makan siang barulah mereka melakukan makan siang bersama di rumah keluarga William.

__ADS_1


...***...


__ADS_2