
Jennifer sampai di apartemennya, dia langsung pergi ke sebuah ruangan yang dia sulap menjadi laboratorium. Sebelum mengonsumsi darah itu, Jennifer akan meneliti darah darah tersebut aman atau tidak.
Jennifer beberapa hari yang lalu sempat berfikir, bisa jadi darah orang orang yang dia konsumsi itu mengandung penyakit, jadi dia memutuskan untuk membuat laboratorium sendiri di dalam apartemen miliknya, yang pastinya ruangan itu sangat rahasia.
"Ini aman." ucap Jennifer setelah memeriksa satu kantong darah.
"Yang ini kenapa warnanya beda sendiri ya, sepertinya ada yang tidak beres dengan darahnya." Jennifer menatap kantong darah yang warnanya paling beda dari darah darah yang lainnya.
Saat dia cek, ternyata darah itu mengandung obat obatan terlarang yang sangat banyak, Jennifer yakin pasti yang mempunyai darah itu adalah orang yang sudah sangat kecanduan.
"Untung aja aku udah buat laboratorium ini, kalau belum mungkin darah ini sudah aku konsumsi." ucap Jennifer membuang darah itu ke wastafel yang ada di ruangan laboratorium miliknya.
Setelah semuanya selesai, dia langsung membawa beberapa kantong darah itu keluar. Kali ini dia akan berkreasi membuat darah darah itu menjadi sebuah puding cantik yang pastinya nanti rasanya akan lumer di mulut dan bikin kenyang.
"Untung aja aku pintar masak, jadi enak deh bisa makan darah terus tapi dengan cita rasa yang berbeda beda." ucap Jennifer yang merasa bangga pada dirinya.
Jennifer mulai memasukkan bubuk bubuk puding dan selanjutnya dia mulai mencampurkannya dengan darah. Tak lupa dia menambahkan gula dan sedikit air agar tidak terlalu kental nantinya.
Jennifer juga menambahkan pewarna Oren dan juga perasa mangga, jadi nanti pudingnya itu akan memiliki rasa dan bau buah mangga yang sangat menggoda selera.
"Oh iya, aku kan belum masukin pewarna kuning biar warnanya menjadi orange." Jennifer mulai mencari pewarna makanan kuning dan menambahkannya ke dalam larutan puding darah yang dia buat.
Setelah di rasa warnanya cukup dan sudah mendidih, Jennifer langsung menggangkatnya dan memasukkannya ke dalam cetakan wadah yang berbentuk bulat tapi tengahnya berongga.
"Selesai, tinggal masukin ke dalam freezer deh, dan besok pagi aku akan sarapan yang pastinya sangat lezat dan nikmat." senang Jennifer karena merasa kreasinya berhasil.
"Ini si Bila mana sih, kok gak sampai sampai, apa aku telfon aja ya dia." gumam Jennifer karena belum melihat kedatangan Salsabila.
Jennifer mengambil handphonenya dan mencoba untuk menghubungi Salsabila.
'Halo Jen, iya kenapa?' ucap Salsabila dari sebrang telepon.
'Lu kemana sih, kok belum sampai sampai udah jam segini?' tanya Jennifer sambil melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah satu.
__ADS_1
'Ya lu kira kira apa, ini jam berapa ya mending gw tidur aja dari pada datang ke tempat lu. Udah ah gw mau lanjutin tidur dulu, bye besok gw datang ke apart lu pagi pagi.' cerocos Salsabila dan setelah itu dia langsung mematikan sambungan telepon tanpa mendengar balasan dari Jennifer.
"Dasar temen dagjal." Jennifer pun berjalan menuju kamarnya dan setelah itu dia langsung tidur.
Jennifer sudah tidak sabar ingin mencicipi puding yang dia buat. Dia juga sudah tidak sabar ingin memperlihatkannya kepada Salsabila, Jennifer yakin pasti besok Salsabila akan memuji kreasinya yang sangat di luar nalar itu.
...**...
Pagi yang cerah, secerah hati Jennifer yang sudah mencicipi puding darah buatannya semalam.
"Eemmm... ini rasanya enak banget, lain kali gw harus coba resep baru lagi sih." Jennifer terus menyuapkan puding darah buatannya itu ke dalam mulutnya.
Dari warna dan juga harumnya pasti banyak mengira kalau puding itu adalah puding biasa, tapi kalau di lihat betul betul pasti orang bakal berfikir apakah ada warna puding yang seperti buatan Jennifer itu.
Warna oranye yang sangat matang, lebih ke merahan karena darah memang agak susah berbaur dengan pewarna, padahal kemaren Jennifer sudah memasukkan banyak sekali pewarna kuning agar bisa menjadi warna oranye.
Ceklek.
"Paginya Jen." sapa Salsabila meletakkan tas selempang miliknya di atas meja.
"Hmm pagi juga." balas Jennifer tetap makan puding darah buatannya.
"Widih sarapan apa lu, kok kayaknya enak banget." Salsabila mendekat dan mencium bau puding yang sedang Jennifer makan.
"Emm... baunya enak banget, gw mau dong." pinta Salsabila membuka mulutnya minta untuk di suapi Jennifer.
"Aaa...." Jennifer pun dengan senang hati menyuapi Salsabila.
"Warnanya kok beda ya Jen dari warna puding mangga biasanya. Ehh ngomong ngomong semalam darahnya lo buat apaan?" tanya Salsabila sambil mengunyah puding darah buatan Jennifer.
"Lah itu lu makan." balas Jennifer santai membuat Salsabila yang tengah mengunyah puding itu pun berhenti.
"Maksud Lo, puding ini dari darah?" tanya Salsabila dan di balas anggukan santai oleh Jennifer.
__ADS_1
"Dasar psikopat gila." maki Salsabila dan langsung berlari ke arah wastafel untuk memuntahkan puding darah buatannya.
Jennifer hanya mengedihkan bahunya acuh, dia tetap melanjutkan makan puding darah buatannya tanpa memperdulikan Salsabila yang tengah muntah muntah di wastafel.
"Huek huek huek, dasar Jennifer gila." Salsabila masih sempat sempatnya mengumpati Jennifer di tengah tengah kegiatan muntahnya.
Setelah di rasa sudah tidak ada lagi rasa puding darah di mulutnya, Salsabila pun berkumur kembali dan berjalan menghampiri Jennifer.
"Gimana kreasi gw kali ini, bagus gak?" tanya Jennifer yang sudah selesai makan puding darah karena dia merasa kenyang.
"Iya bagus banget, sampai sampai gw bisa ketipu sama lu." balas Salsabila judes.
"Lagian kenapa sih lu gak mau, orang rasanya juga enak kok."
"Enak matamu," ngegas Salsabila.
"Heh, kalau ngomong kasar banget." tegur Jennifer.
"Bodo amat, udah ayo cepat lu siap siap, kita harus segera pergi ke kantor." suruh Salsabila agar Jennifer cepat bersiap.
"Iya nyonya." balas Jennifer jengah tapi dia tetap pergi ke dalam kamarnya untuk bersiap.
Setelah kepergian Jennifer, Salsabila pergi ke lemari es milik Jennifer dan mengambil puding darah itu lagi.
"Gw masih gak percaya kalau ini dari darah, kok bisa bisanya ya Jennifer kepikiran buat makanan yang seperti ini. Gw rasa setelah ini gw harus hati hati sih kalau mau makan di sini, nanti takutnya semua makanan yang Jennifer buat itu dari darah semua." ucap Salsabila terus mengamati puding darah yang ada di tangannya.
Setelah di rasa puas, dia pun mengembalikan ke dalam lemari es dan pergi ke ruang tamu untuk menunggu Jennifer.
Sebenarnya tenggorokannya terasa kering, tapi Salsabila takut kalau nanti dia ambil air minum terus ternyata air minum itu berasal dari darah juga kan bahaya.
...***...
Wkwkwk, kalian mau cobain puding buatan Jennifer gak?ðŸ¤
__ADS_1