
"Bagaimana tadi tuan, apakah berjalan lancar?" tanya Sean setelah mereka berdua menjalani meeting dengan klien yang ke dua.
"Jelas dong, malah ini lebih lebih dari lancar." balas Alex dengan wajah berbunga bunga.
Bahkan saat ini dia tengah membayangkan jika nanti dia dan Jennifer menjadi seorang kekasih, pasti itu akan sangat menyenangkan.
"Apakah ada yang spesial, sampai sampai buat tuan senang seperti ini?" tanya Sean terheran heran melihat raut wajah tuannya yang sangat bahagia.
"Kamu sangat kepo Sean." balas Alex membuat dahi Sean semakin berkerut heran dengan tingkah tuannya ini.
"Tuan sehat kan?" tanya Sean menoleh kepada Alex.
"Apa kamu menyumpahiku sakit Sean." Alex menatap tajam Sean yang membuat bulu kuduk Sean berdiri.
"Ti-dak begitu tuan, maksud saya tadi saya hanya heran dengan tingkah tuan yang terasa sangat aneh." gagap Sean.
"Huh, sudahlah kau fokus bawa mobil aja."
Ya, saat ini memang mereka berdua sedang ada dalam perjalanan menuju perusahaan Alex setelah tadi mereka berdua melakukan meeting bersama klien.
Tak mau banyak tanya, Sean pun menuruti perintah Alex untuk fokus menyetir mobil, dari pada nanti dia banyak tanya dan akan salah di mata tuannya.
__ADS_1
...**...
Sementara itu di tempat Jennifer, saat ini dia tengah berada di ruangan setelah melakukan meeting dengan kliennya yang lain juga.
Jennifer tengah menatap laptop yang ada di hadapannya, dia tengah membuat dokumen kerjasama dengan perusahaan lain lagi.
Biasanya dia akan lancar lancar saja dalam mengerjakan dokumen dokumen yang Daddy-nya perintahkan, tapi sekarang beda, entah kenapa yang ada di otakmu selalu terbayang bayang wajah tampan Alex.
"AAGRRR...." kesal Jennifer mengacak-acak rambutnya yang berwarna pirang.
"Nih otak kenapa sih kepikiran Alex mulu, iya tahu dia emang tampan, tapi ayolah fokus kerja dulu, nanti saja mikirin Alexnya." Jennifer berbicara dengan dirinya sendiri.
Karena saking kesalnya Jennifer memutuskan untuk keluar dari ruangannya menuju kantin untuk mencari makanan atau apalah nanti yang bisa membuat otaknya tenang.
"Kalau gini caranya nanti yang ada aku malah gendut." kesal Jennifer setelah menyadari banyaknya camilan yang dia ambil.
Drrtt drrtt drrtt.
Handphone yang ada di atas meja depan Jennifer bergetar, Jennifer pun langsung membuka handphonenya untuk melihat notifikasi apa yang masuk ke dalam handphonenya.
Ternyata di sana ada 2 pesan, yang satu dari Salsabila sahabatnya, dan yang satunya lagi dari Alex yang membuat hati Jennifer tiba tiba berdetak.
__ADS_1
"Ini baiknya aku buka usaha mana dulu ya?" bingung Jennifer.
Setelah dia pikir pikir, dan demi keamanan jantungnya, lebih baik Jennifer membuka pesan dari Salsabila saja dulu baru setelah itu dia akan membuka pesan dari Alex.
Jen pokoknya habis ini lo harus datang ke alamat XXX kalau lo butuh minum.
Isi pesan yang Salsabila kirimkan buat Jennifer.
Minum yang Salsabila maksud itu adalah darah, untuk menjaga bahasa mereka jika sewaktu-waktu ada orang jahat yang merentas handphone keduanya, maka Jennifer meminta Salsabila untuk menyamarkan bahasa mereka.
Emang di sana ada apa?
Balas Jennifer bertanya.
Udah pokoknya lo datang aja, nanti juga lo akan tahu sendiri. Pokoknya lo harus bawa wadah yang besar, karena ini ada pertumpahan darah yang sangat besar.
Balas Salsabila.
Membaca balasan pesan dari Salsabila, Jennifer pun tersenyum senang. Sahabatnya ini emang paling the best deh kalau memberikan informasi kepada dirinya.
Entah bagiamana Salsabila bisa tahu tentang informasi informasi seperti itu, yang pasti Jennifer tidak pernah kecewa dengan informasi yang sahabatnya berikan kepadanya.
__ADS_1
...***...