
Alex yang melihat pesan yang di kirimkan oleh Sean pun murka, dia segera mengambil kunci mobilnya dan segera pergi ke tempat yang sudah Sean share lok.
"Kau berani main main bersamaku baby, akan ku buat kau menjerit di bawahku." gumam Alex dengan wajah yang sangat menyeramkan.
Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di sana, dia sampai mendapatkan cacian dari banyak orang karena mengendarai mobil dengan ugal ugalan.
Alex tak peduli itu, yang penting baginya dia harus segera sampai di tempat itu dan menyeret Jennifer pergi dari sana.
'Halo Sean kau dimana?"' tanya Alex saat sampai di depan restoran yang Sean kirimkan.
'Tuan masuk saja, saya ada di meja samping pintu masuk.' jawab Sean.
Alex pun segera masuk dan menghampiri Sean saat Sean melambaikan tangan untuknya.
"Dimana mereka?" tanya Alex to the poin saat sampai di dengan Sean.
"Sebaiknya tuan minum dulu, ini sudah saya pesankan tadi." ucap Sean memberikan air minum untuk Alex.
Alex pun menerimanya karena memang dia butuh minum untuk meredakan emosinya.
"Dimana mereka?" tanya Alex lagi.
"Mereka ada di private room," jawab Sean membuat rahang Alex semakin mengeras.
Yang ada di pikiran Alex sedang apa kekasihnya bersama pria lain di private room, kalau hanya sekedar makan siang biasa kenapa harus makan di sana, kenapa tidak di luar saja.
__ADS_1
"Tuan tunggu saya." Sean segera mengejar Alex yang berjalan cepat menuju private room yang dia tunjukkan tadi.
Sean takut nanti Alex akan berbuat suatu hal yang akan membuat restoran ini kacau balau.
Sementara itu, di dalam private room, Jennifer tengah asik makan siang sambil bercanda bersama Ezra. Mungkin memang kalau orang lain yang melihat mereka akan mengira kalau mereka berdua itu sepasang kekasih, tapi ternyata tidak.
Mereka berdua itu murni saling menganggap satu sama lain itu saudara adik kakak, Ezra juga sudah mempunyai kekasih yang sama juga berasal dari Indonesia tapi sekarang masih berada di luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya.
"Lu mau cobain punya gue gak?" tanya Jennifer menyodorkan makanan miliknya.
"Boleh, aa...." Ezra meminta Jennifer untuk menyuapi dirinya.
Dengan senang hati Jennifer pun menyuapi Ezra, memang sudah menjadi kebiasaan mereka berdua sejak kecil kalau makan akan saling menyuapi kalau mereka menginginkan makanan lawannya.
"Gue mau cobain punyamu juga dong zra." pinta Jennifer yang ingin mencoba makanan milik Ezra.
Jennifer membuka mulutnya untuk menerima suapa dari Ezra.
Tapi saat dia tengah menerima suapan dari Ezra tiba tiba pintu ruangan mereka terbuka kasar.
Brak.
"Apa yang kalian lakukan hah." marah seseorang memasuki ruangan itu membuat Jennifer dan Ezra kaget.
"Alex." kaget Jennifer melihat keberadaan Alex.
__ADS_1
Alex melangkah menghampiri Ezra dan....
Bug bug bug.
Aksi adu jotos pun di mulai, dengan Alex yang mengawali dan Ezra yang tak terima pun membalas pukulan Alex.
"Alex Ezra hentikan semua ini." teriak Jennifer tapi tak merestui berdua hiraukan.
"Sean kenapa kau diam aja, cepat pisahkan mereka berdua." suruh Jennifer karena Sean malah diam menatap perkelahian yang ada di depannya itu.
"Baik nona." Sean mendekat dan memegangi Alex agar tidak lagi memukul Ezra.
Sedangkan Jennifer, dia memegangi Ezra agar tidak juga membalas pukulan Alex.
"SUDAH STOP," teriak Jennifer membuat keduanya berhenti.
"Kalian ini kenapa sih, kok malah berantem, kayak anak kecil aja." omel Jennifer kepada keduanya.
"Dia duluan yang mulai, datang datang main pukul orang aja." balas Ezra menunjuk Alex.
"Apa kau bilang," Alex tak terima hendak memukul Ezra lagi tapi langsung di hentikan oleh Jennifer.
"Alex sudah stop, kamu kenapa sih datang datang main marah marah aja." omel Jennifer.
"Kamu masih tanya aku kenapa hah, kamu selingkuh dari aku, apakah aku akan diam saja melihat kekasihku bermesraan dengan pria lain dalam satu ruangan hah?" marah Alex.
__ADS_1
Mendengar apa yang Alex katakan, ingin rasanya Jennifer tertawa, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk dia tertawa. Sedangkan Ezra, dia malah ada niatan untuk semakin menggoda Alex.
...***...