Kisah Cinta Sang Atlet

Kisah Cinta Sang Atlet
episode 11


__ADS_3

Anisa bersiap siap brangkat ke k*c. Karna ia sudah ada janji bersama clubnya untuk merayakan kemenangan para anggota di kejurnas hari kamis lalu.


Anisa menelfon Farhan untuk mengajaknya brangkat bersama.


"halo Assalamualaikum." Anisa.


"Waalaikumsalam." Farhan.


"jemput gue sekarang." Anisa.


"gue gabisa." Farhan.


"lah kenapa?." Anisa.


"hari ini mama ngajak gue ke luar kota jadi gue gabisa dateng." Farhan.


"oh yaudah kalo gitu." Anisa.


Setelah mengucapkan salam Anisa menutup telfonnya.


Hari sabtu suasana pagi cukup ramai, Anisa memilih untuk memesan ojek online. Ia sudah terlambat. 20 menit kemudian ia sampai di lokasi.


Anisa menuju meja kasir untuk memesan menu makanan dan minuman, setelah itu membayarnya dan menunggu pesanannya.


Ia segera duduk di kursi yang masih kosong, terlihat bangku itu sudah dipenuhi teman-temannya.


"Anisa Farhan mana?." tanya Senpai Wira.


"oh itu senpai Farhan ngga bisa dateng soalnya lagi ke luar kota sama mamanya." jawab Anisa.


Anisa mendengar obrolan temannya seputar club volly yang terkenal di kotanya. Terdengar salah satu temannya menyebut nama Al dan memandang ke arah meja lain. Anisa yang penasaran juga ikut mengedarkan pandangannya mencari meja yang di maksud teman-temannya. Betapa terkejutnya Anisa ketika ia melihat meja nomor 14 yang dipenuhi oleh para atlet volly tersebut disana ada Al yang sedari tadi memandanginya.


Anisa menyapa Al dengan tersenyum lalu dibalas oleh Al.


"eh liat deh si Al dari tadi liat ke arah sini terus, dia ngliatin siapa ya." Kania.

__ADS_1


Teman-teman Anisa memandanginya yang membuat Anisa bertanya tanya.


"ada apa?." Anisa terheran heran.


"cieee." sorak teman-temannya.


Anisa semakin bingung, ia melihat ke arah meja Al. Ia sangat terkejut ternyata para atlet volly itu juga memandanginya dengan senyum-senyum. Sontak Anisa merasa malu, kini wajahnya terlihat merah merona. Begitu juga Al, teman-temannya menggodanya karna sedari tadi memperhatikan Anisa.


"nggak bang itu cuma temen sekolah aja." ucap Al.


"ya siapa tau kan awalnya temen lama-lama jadi..." goda bang Anton.


"hahahaha." mereka tertawa dengan keras dan mengundang perhatian pengunjung yang lain termasuk Anisa dan teman-temannya.


Setelah makan clubnya Anisa membuat momen dengan berfoto. Setelah selesai mereka pamit untuk pulang. Club volly Al rupanya juga bersiap mau pulang.


"mbak pacarnya Al ya.? tanya Bang Yogi teman Al.


"oh bukan kak." ucap Anisa malu-malu.


"cieee." goda teman-temannya yang lain, lalu pergi ke parkiran.


"Anisa maafin temen-temen gue ya." kata Al.


"iya gapapa." jawab Anisa dengan tersenyum tipis.


Keduanya keluar dari tempat itu.


"lo naik motor?." kata Al.


"kebetulan tadi gue naik ojol sih." jawab Anisa.


"mau gue anterin?." ucap Al.


"gausah Al takut ngrepotin. hehe." Anisa.

__ADS_1


"sama sekali ga repot kok." Al.


"gapapa nih?." Anisa.


"gapapa, yuk." Al.


Al dan Anisa menuju ke parkiran. keduanya menaiki mobil Al.


Ditengah perjalanan keduanya hanya diam. Seolah tak tau apa yang harus di bicarakan. Terkesan canggung di antara keduanya.


Jalanan kota tersebut sangat macet karna hari itu hari libur, jadi banyak yang keluar untuk sekedar jalan-jalan atau pergi ke mall. Sekitar 1 jam mereka terjebak macet.


Mereka memutuskan untuk mencari masjid terdekat karna waktu Dhuhur sudah tiba.


Al selesai duluan, ia menunggu Anisa di depan masjid. Tidak lama Anisa keluar dari masjid dan menghampiri Al.


"udah?." tanya Al.


"udah yuk." jawab Anisa.


Mereka melanjutkan perjalanan kembali. 30 menit kemudian sampai di rumah Anisa.


"makasih ya Al." Anisa tersenyum.


"sama-sama." Al juga tersenyum.


"mau mampir dulu." ajak Anisa.


"lain kali aja ya Sa, gue sekalian mau jemput umi dulu." Al.


"oh gitu." Anisa.


"iya, yaudah kalo gitu aku pulang ya. Assalamualaikum." Al.


"Waalaikumsalam, hati" ya." Anisa.

__ADS_1


Al melajukan mobilnya dan meninggalkan rumah Anisa.


__ADS_2