
Selesai latihan Anisa beristirahat sebentar karna merasa lelah.
"Anisa kita duluan ya." ucap teman-teman Anisa berpamitan untuk pulang.
"iya tiati ya gais." jawab Anisa.
Anisa ingin bersantai terlebih dahulu sebelum pulang, ia merasa sangat lelah sekali hari ini. Farhan sudah pulang sedari tadi. Kini hanya ada dia yang berada di ruang latihan karna teman-temannya sudah pulang.
Kebetulan ekstra taekwondo dan volly mempunyai jadwal latihan di hari yang sama.
Al bersiap siap untuk pulang. Ia melihat ke ruang latihan ekstra taekwondo disana masih ada Anisa yang duduk sendirian. Al berniat untuk menunggunya karna ia ingin mengobrol dengan Anisa.
Tak lama Anisa berjalan meninggalkan ruang latihannya, Al yang melihat itu segera menghampiri Anisa.
"Anisa." ucap Al.
"Al." jawab Anisa sambil menoleh ke arah Al.
"mau pulang?." tanya Al.
"iya. duluan ya." jawab Anisa yang hendak pergi.
"tunggu." teriak Al.
Anisa berhenti ketika Al meneriakinya.
"ada apa." Anisa berbalik.
"kenapa akhir-akhir ini lo seperti menghindar dari gue." ucap Al.
__ADS_1
Anisa yang mendengarkan itu merasakan jantungnya tiba-tiba berdegub dengan kencang. Ia tak tau harus menjawab apa. Kenyataannya Anisa memang berusaha menghindar dari Al.
"enggak kok." jawab Anisa.
"gue bisa ngrasain sa kalo lo menghindar dari gue. sebenarnya apa salah gue?." ucap Al.
Anisa hanya terdiam ia semakin bingung mau menjawab apa.
"jawab nis." ucap Al yang masih penasaran.
"lo pikir aja sendiri." jawab Anisa setelah itu pergi meninggalkan Al.
"gue tau kenapa lo menghindar dari gue." teriak Al yang terdengar dengan jelas. Karna diruangan itu kini hanya tinggal mereka berdua.
Anisa menghentikan langkahnya. Al melanjutkan ucapannya dan mendekat ke arah Anisa namun masih menyisakan jarak.
"lo cemburu kan liat gue sama diba."
"gue ga ada apa-apa sama diba, dia cuma temen gue yang udah gue anggap seperti adik gue sendiri." lanjut Al.
Anisa mendengarnya.
"jujur sa gue cuma punya rasa sama lo. dari awal gue ngrasa lo beda dari cewe lainnya. lo juga membatasi jarak saat sedang bersama laki-laki. itu yang bikin gue tertarik. Namun saat gue ngeliat lo deket sama Farhan dan gue juga ngliat waktu itu lo jalan sama cowo di mall bahkan sampai bergandengan tangan, itu membuat gue sedikit kecewa dan cemburu."
Anisa yang mendengar itu terkejut dan melihat Al sekilas lalu mengarahkan pandangannya ke arah lain.
"lo salah gue ga seperti yang lo pikirin Al. pertama Farhan itu sepupu gue, dan kedua cowo yang jalan sama gue di mall itu kakak kandung gue. Bahkan saat itu gue juga liat lo jalan sama cewe lain." jelas Anisa.
Al terkejut dengan penjelasan Anisa ia merasa bersalah karna sudah menuduh Anisa yang tidak-tidak.
__ADS_1
"cewe yang waktu itu jalan sama gue di mall itu kakak sepupu gue." ucap Al.
Anisa merasa lega, namun ia merasa tak enak kepada Al karna sudah menuduhnya yang tidak-tidak..
"maaf." ucap mereka berdua secara bersamaan dengan tak sengaja.
Keduanya saling tatap lalu mengalihkan lagi pandangannya ke arah lain. Kini suasana jadi canggung karna keduanya hanya diam.
"jadi semuanya cuma salah paham." kata Al.
"iya." jawab Anisa.
Hening.
"gue jadi malu karna lo udah tau perasaan gue yang sebenarnya." ucap Anisa.
"gue juga. tapi akhirnya gue lega sih" jawab Al.
Anisa tersenyum tipis begitu juga dengan Al.
"tapi inget gaboleh pacaran." kata Anisa.
"gue ga bakal ngajak lo pacaran." jawab Al dengan cepat.
Anisa mengerutkan dahinya. Lalu Al melanjutkan kembali ucapannya.
"kata umi gaboleh pacaran."
kemudian keduanya tertawa.
__ADS_1
"kata bunda gue juga." ucap Anisa sambil ketawa.
Mereka berjalan keluar ruangan menuju ke parkiran sambil ngobrol dan becanda, sesekali mereka terlihat ketawa.