
Sudah 2 hari Anisa tidak masuk sekolah karena kondisinya masih belum memungkinkan untuk pergi ke sekolah. Ia masih sedikit lemas jika berdiri terlalu lama. Kedua orang tuanya dan juga kakaknya sudah memaksanya untuk pergi ke dokter namun tetap saja Anisa menolak.
Anisa sedang berada di balkon kamarnya untuk melepas penat dan mencari angin. Ia duduk di kursi santai sambil melihat pemandangan dari atas balkon.
Ketika Anisa sedang melamun tiba-tiba hp nya bergetar. Ia melihat notif yang ada di layar hp nya tertera nama Alkahfi, tanpa sadar Anisa tersenyum.
Alkahfi : Anisa aku tau kamu pasti bosan kan, tenang ada aku disini yang bakal nemenin kamu hehe :v
Anisa : kamu peramal ya tau aja kalo aku bosan :v
Alkahfi : aku bukan peramal, tapi aku bisa rasain apa yang kamu rasain eeaaakk wkwk :v
Anisa tersenyum lebar saat membaca balasan dari Al. Hatinya berbunga-bunga. Kini ia sudah tidak merasakan bosan karena Al sudah menemaninya lewat chatting.
Al yang berada di depan kelas sedari tadi memainkan hp nya dan sesekali tersenyum. Ia tampak sibuk membalas chat dari Anisa. Al berniat untuk menelfon Anisa.
tuuut tuuut tuuut
"halo Assalamualaikum." Al.
"Waalaikumsalam." Anisa.
"gimana kamu udah enakan?." Al.
__ADS_1
"udah cuman masih lemes aja sih." Anisa.
"banyakin istirahat jangan terlalu banyak aktivitas yang buat kamu capek." Al.
"iya. eh kamu ga pelajaran emang?." Anisa.
"kalo pelajaran ga mungkin dong aku nelfon kamu." Al tersenyum.
"o iya ya." Anisa tersenyum.
"Anisa udah dulu ya ada guru dateng nih." Al.
"iya." Anisa.
"Assalamualaikum." Al.
"Waalaikumsalam." Anisa.
Rahma masuk ke dalam kamar Anisa. Ia terkejut karena Anisa tidak ada di dalam. Ia mencari kesana kemari. Setelah di balkon ia melihat Anisa yang duduk santai disana.
"Anisa bunda cariin kemana mana ternyata kamu ada disini nak." ucap Rahma.
"bunda. Anisa bosan bun jadi Anisa ke balkon deh buat liat-liat pemandangan disini." kata Anisa.
__ADS_1
"sudah waktunya minum obat nak sama vitamin biar kamu cepet sembuh." Rahma menyodorkan obat dan air minum.
"iya bunda." Anisa menerima obat itu dan meminumnya.
"Anisa jangan sering-sering diluar ya nak kamu kan masih belum sembuh benar. banyak-banyakin istirahat nak biar kamu cepet sembuh." ucap Rahma.
Anisa mengangguk dan segera masuk kedalam bersama Rahma.
"kalo gitu bunda keluar dulu ya, kalo ada apa-apa kamu bisa panggil bunda." ucap Rahma.
"iya bunda." jawab Anisa.
Anisa merebahkan tubuhnya ke kasur. Ia mengambil novelnya yang kemarin belum sempat ia selesaikan membacanya karena memang keadaannya yang sedang sakit dan harus istirahat.
Anisa tampak serius membaca novel, meskipun matanya sudah terasa sangat berat. Tak lama kemudian ia ketiduran dengan novel yang menutupi wajahnya.
"gimana bun keadaan Anisa?." tanya Irwan.
"masih lemes yah, meskipun panasnya udah turun tapi masih keliatan pucet." jawab Rahma.
Irwan hanya mengangguk.
"ayah kok nggak ke kantor?." tanya Rahma.
__ADS_1
"ayah izin pulang duluan bun, karna sedari tadi ayah kepikiran Anisa terus." jawab Irwan.
Irwan masuk ke dalam kamar anaknya. Ia melihat Anisa yang sudah tertidur dengan wajahnya yang tertutup novelnya. Irwan mengambil novel itu dengan hati-hati agar Anisa tidak terbangun. Ia memandangi wajah anaknya, ia tak tega jika melihat anaknya sakit. Lalu Irwan mencium kening anaknya dan keluar dari kamar Anisa.